Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mendapat sorotan nasional yang dimana salah satu programnya yakni dalam memfasilitasi kepemilikan rumah untuk warga miskin. Inovasi yang bernama Jagani Omah Bareng Arum atau Jateng Gayeng Ndandani Omah bareng aplikasi Simperum dipresentasikannya secara virtual dihadapan Kepala Daerah Terinovatif Kategori Provinsi dan Kabupaten.
Dalam acara yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setiap tahun ini, mengangkat tema Innovative Goverment Award (IGA) 2021. Untuk diketahui, pada tahun sebelumnya di 2020 Jagani Omah Bareng Arum menjadi satu dari top 10 inovasi pelayanan publik Jateng.
“Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng ini Jateng yang asyik yang membahagiakan ayo bersama-sama memperbaiki rumah yang tidak layak huni,” ucap Ganjar saat mengikuti secara virtual acara tersebut, kemarin.
Ganjar mengungkapkan meski saat ini programnya belum dapat berbuah dalam waktu dekat namun dirinya menyakini dengan adanya proses yang terus berjalan akan ada hasil yang baik nantinya.
"Sebenarnya kalau dia ambil manfaat-manfaat banget menurut saya belum. Tapi proses terus berjalan dan menunjukkan hasil yang baik,” ungkap Ganjar.
Program Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng ini menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perumahan (Siperum) yang juga dapat digunakan untuk akselerasi penanggulangan kemiskinan.
Tak hanya itu, Aplikasi Simperum ini juga terintegrasi dengan SIDesa atau Sistem Informasi Desa Jateng. Dalam hal Integrasi ini, Ganjar menyebut, nantinya bakal mencapai target penanganan kemiskinan sehingga mempercepat koordinasi lintas sektoral.
Program inovasinya ini sudah diimplementasikan dan telah diproyeksikan yang dimana total sasaran sebanyak 125 desa tersebar di 5 daerah yakni Brebes, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas dan Kebumen.
“Ketika nanti sampai akhir tahun ini (target) kemiskinan ekstrem mesti nol, kita sudah punya roadmap-nya,” terangnya.
Selain dapat memenuhi layanan dasar masyarakat miskin,Kata Ganjar Simperum ini bahkan dapat membantu dan memudahkan verifikasi dari sasaran PKE tersebut.
Lebih jauh, Ganjar menyebut inovasinya ini dapat memberikan tingkat akurasi data RTLH hingga mencapai angka 80 persen dan nihil duplikasi data yang mana data lebih presisi dan akurat.
“Efisiensi waktu dari 7 hari menjadi 75 menit, efisiensi biaya karena paperless dan juga efisiensi SDM yang semula tiga orang kini bisa satu orang,” tuturnya.
Ganjar mengatakan, inovasi aplikasi ini sudah ditiru beberapa provinsi dan daerah. Antara lain Kalimantan Utara, Kabupaten Blora, dan Brebes. Ditegaskan Ganjar, pihaknya terus melakukan improvement agar aplikasi ini bisa lebih baik dari sekarang.
“Tapi niatan dari inovasi ini adalah bagaimana inovasi menyelesaikan persoalan yang ada di setiap sektor dan subsektor di jawa tengah,” terangnya.
Jateng Goyeng Mbangun Omah Bareng juga memfasilitasi pembangunan rumah warga miskin melaluo program Tuku Lemah Oleh Omah.Yang dimana difasilitasi oleh Pemprov Jateng terkait pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) untuk penyiapan pembangunan rumah, kemudian pembelian tanah melalui kredit mikro BPR BKK Jateng dan juga memfasilitasi pembangunan rumah melalui bantuan sosial stimulan rumah sederhana sehat.
Adapun tujuan dalam programnya ini dapat meminimalisir angka backlog rumah di Jateng dengan sasarannya masyarakat miskin non-bankable yang tidak memiliki rumah.
“Yang pertama setidak-tidaknya pada saat kami coba menangani masalah, satu data bantuan sosial saat itu begitu rumitnya dan ternyata data-data angka kemiskinan dan sebagainya menjadi soal-soal. Pada saat itu kami mencoba komunikasi dengan kawan kawan kades dan kawan kawan kades ternyata menyampaikan keluh kesahnya itu,” tuturnya
Dalam bentuk programnya diwujudkan berupa bantuan sosial stimulan pembangunan rumah bagi keluarga miskin yang belum memenuhi syarat rumah layak huni yakni memiliki rumah dengan tipe 36.Untuk besarnya bantuan yang berupa struktur ruspin dan arsitektural senilai Rp 35 juta.
Untuk diketahui, dalam pelaksanannya pembangunan rumah baru di tahun 2021 mencakup di 6 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Cilacap, Brebes, Kendal, Purbalingga, Jepara, dan Kota Magelang. (OL-13)
Baca Juga: Kondisi Bocah Korban Peluru Nyasar Di Bandung Barat Membaik
Sektor bangunan gedung memegang peranan krusial dalam mitigasi perubahan iklim di Indonesia.
Bangunan berperan besar dalam isu perubahan iklim, dengan kontribusi hampir 40% terhadap emisi karbon global.
PU Bangun secara aklamasi menetapkan Suko Widigdo sebagai Ketua Umum PU Bangun periode 2025-2028 menggantikan Mursyid.
Petugas mendapatkan informasi kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 02.13 WIB dan langsung mengirimkan personel ke lokasi kejadian.
Pemerintah juga akan melakukan audit keuangan pesantren calon penerima bantuan. Menurut Muhaimin, dana segar tidak akan diberikan kepada pesantren yang mampu merenovasi gedung.
Sektor bangunan di Indonesia, saat ini, menyumbang 33% emisi gas rumah kaca, dengan penggunaan pendingin sebagai salah satu penyumbang terbesar.
Sasaran rehab ialah sebanyak 55 unit rumah purnawirawan, warakawuri dan veteran TNI-AD yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat dan Banten.
Upaya penanganan pascabencana harus dilakukan secara kolaboratif. Terutama harus melibatkan berbagai perangkat daerah teknis.
Dari hasil pendataan, terdapat hampir 40 ribu kepala keluarga yang terdata sebagai penerima bantuan stimulan pada tahap 4
Herbalife bekerja sama dengan Habitat for Humanity mengadakan kegiatan 28UILD dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober di Desa Margamulya, Kecamatan Cimauk, Tangerang.
Pembenahan dilakukan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya
Program RTLH Korem 074/Warastratama di wilayah Kodim 0723/Klaten, menyasar rumah Sihyem Punjul, 80, warga Dukuh/Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved