Minggu 21 November 2021, 08:00 WIB

Sejak SMP Berjualan Sayur Keliling Apriliani Bangga Bisa Biayai Keluarga

Gabriel Langga | Nusantara
Sejak SMP Berjualan Sayur Keliling Apriliani Bangga Bisa Biayai Keluarga

MI/Moat Angga
Apriliani (kaos merah) sedang melayani pembeli, sejak SMP hingga tamat SMA dia berjualan sayur untuk membiayai sekolah adik-adiknya.

 

DI ZAMAN sekarang, jarang ditemukan anak muda atau generasi milenial yang mau berjualan sayur. Tetapi tidak bagi, Apriliani Loli, warga RT O30 RW O9, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Gadis berusia 23 tahun, lulusan dari SMASK Bhaktyarsa Maumere ini, tinggalkan gengsi dan memilih untuk berjualan sayuran keliling dengan mendorong gerobak setiap harinya. Sebagai anak kedua dari lima bersaudara, ia memutuskan mengais
rezeki dengan berjualan sayur untuk menggantikan ayahnya yang saat menjadi tukang ojek.

Sementara itu, sang ibu sudah meninggal dunia sejak ia masih SMP. Mau tidak mau, ia harus menjalankan usaha tersebut demi bisa menghidupi adik-adiknya. Usaha berjualan sayur ini sudah digeluti sekitar tujuh tahun ini.

Sebagai seorang perempuan, ia pun tidak merasakan malu saat teman-teman bangku sekolahnya melihatnya. Namun ia tetap semangat untuk melakukan usahanya menjual sayuran. Apalagi ibu-ibu rumah tangga yang menjadi langganannya sudah menunggu.

Untuk berjualan, Apriliani biasanya mendorong gerobaknya sendiri yang panjangnya mencapai dua meter. Terkadang, dia menggunakan motor saat ayahnya libur ngojek.

Setiap paginya, ia harus mengeluarkan tenaga untuk mendorong gerobaknya. Terutama ketika jalan tanjakan saat berkeliling dari rumah ke rumah untuk menawarkan barang dagangannya.

Panasnya, Kabupaten Sikka tidak membuat dirinya surut dan tak kenal lelah untuk mencari rezeki. Beralasaskan sandal jepit, Aprialiani mendatangi pelanggannya hingga puluhan kilometer mendorong gerobaknya setiap harinya.

Saat ditemui mediaindonesia.com, Sabtu (20/11) disaat Aprialiani beristirahat, ia mengaku sejak dari kecil ia sudah diajarkan oleh kedua orang tuanya untuk bekerja. Setiap kali pulang dari sekolah, ia harus menemani ayahnya untuk berjualan sayuran dengan menggunakan gerobak.

"Dulu saya masih SMP, saya selalu temani ayah untuk jual sayuran. Yang dorong gerobak dulu ayah. Kalau jalannya tanjakan, biasanya saya bantu dorong gerobak dari belakang. Jadi saya temani ayah, kalau sore hari untuk menjual sayur dengan mengelilingi kampung. Kan kalau pagi, saya harus pergi sekolah," ujar dia.

Ia pun mengaku ketika tamat SMA, dirinya langsung mengambil alih untuk menjual sayur dengan mendorong gerobak. "Jadi yang pergi belanja sayuran di pasar itu ayah. Saya tunggu dirumah untuk persiapan segalanya. Jadi ketika sayuran datang, saya mulai letakkan di gerobak. Selanjutnya saya mulai keliling kampung untuk menjualnya," ungkap dia.

Saat ditanya penghasilannya, Apriliani menjawab cukup untuk membiayai sekolah dan makan adik-adiknya. Rata-rata keuntungannya sehari mencapai Rp100 ribu dalam kondisi normal.

"Tetapi sekarang sejak pandemi belum normal lagi, sehari bisa Rp50 ribu. Di musim hujan juga pendapatan biasanya turun. Berapapun pendapatannya, saya tetap bersyukur," ujar Apriliani.

Ketika ditanya apakah malu menjual sayur dengan mendorong gerobak, Apriliani tertawa kecil dan balik bertanya, "Kenapa malu? yang korupsi dan melakukan perbuatan terlarang aja banyak yang tidak malu. Apalagi yang saya lakukan ini halal, saya tidak malu lah," jawabnya bangga.

Meskipun hasilnya relatif kecil, Apriliani mengaku tetap bersyukur atas upayanya bisa membantu ekonomi keluarhanya. Daripada berdiam diri atau menghabiskan waktu yang tidak bermanfaat, lebih baik melakukan hal-hal yang bermanfaat.

"Saya sangat optimis, rezeki itu Tuhan sudah mengaturnya. Jadi buat apa kita malu, kan kita tidak curi mengambil yang bukan hak kita. Berjualan sayurkan juga pekerjaan mulia. Jadi saya mensyukuri sekali," pungkas dia. (OL-13)

Baca Juga: UMP 2022 Naik Rp29 Ribu Buruh di Kalsel Ancam Berunjukrasa

Baca Juga

dok yayasan erick thohir

Bantuan Erick Thohir Jadi Cerita Bagi Anak Cucu

👤RO/Micom 🕔Minggu 28 November 2021, 13:17 WIB
Kedatangan ET menjadi cerita bagi anak dan cucu bahwa ada seorang pemimpin negeri yang mau berkunjung dan memberikan bantuan di kampung...
Dok. Probadi

Ganjar Dorong Desa Jadi Ujung Tombak Pembangunan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 12:55 WIB
"Kita harapkan nanti betul-betul desa itu sebagai frontliner, menjadi gerbang paling depan untuk membangun," ujar...
Dok. Pribadi

Cerita Istri Ganjar Pranowo di Borobudur Marathon 2021 : Deg-degan Menunggu Start Lomba

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 12:52 WIB
Ia bahkan mengaku sempat deg-degan menunggu momen pembukaan resmi ajang lari sejauh 42,195 km itu, terlebih setelah melihat sejumlah pelari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya