Rabu 17 November 2021, 11:40 WIB

Pemkab Muba Dorong KWT Fokus Satu Desa Satu Produk

Dwi Apriani | Nusantara
Pemkab Muba Dorong KWT Fokus Satu Desa Satu Produk

MI/Dwi Apriani
Plt Bupati Muba Beni Hernedi saat meresmikan KWT Teratai Putih di Desa Talang Mandung Kecamatan Jirak Jaya, kemarin.

 

PROGRAM Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Muba yang sudah berjalan sejak tahun 2019, saat ini sudah bergeliat dan berkembang. Bahkan efektif di tengah pandemi Covid-19, untuk perkuat ketahanan pangan rumah tangga serta mensejahterakan masyarakat.

Plt Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan, KWT adalah salah satu program Pemkab Muba dalam upaya memberdayakan kelompok masyarakat wanita untuk produktif dalam meningkatkan taraf ekonomi.

"Kabupaten Muba ini luas dengan populasi masyarakat yang masih tergolong sedikit. Artinya masih banyak ketersediaan lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kita harus dorong program KWT ini suapaya ibu-ibu di desa lebih produktif dan bisa meningkatkan pendapatan keluarga," ucap Beni, Rabu (17/11).

Beni mengapresiasi berdirinya KWT Teratai Putih yang berdampingan langsung dengan Taman Berseri dan Kolam Ikan yang dikelola Karang Taruna setempat.

"Sangat tepat inisiasi pendirian tempat wisata keluarga yang bernuansa sejuk seperti ini. Pemerintah setempat harus mengawal dan melakukan pembinaan agar pengelolaan dapat terlaksana dengan baik. Kedepan KWT kita dorong setiap desa menghasilkan satu produk," jelasnya.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muba Ali Badri, program Kelompok Wanita Tani (KWT) yang diusung Pemkab Musi Banyuasin (Muba) dibentuk melalui Dinas Ketahanan Pangan sejak pandemi Covid-19 melanda guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Pemkab Muba sudah meluncurkan Pasar KWT di beberapa kecamatan, yang pelaksanaannya dapat memberikan keuntungan kepada petani lokal dalam pemasaran hasil produksi. Langkah ini  bisa mengurangi angka kemiskinan, sehingga KWT terus produktif dan akan diarahkan ke enterpreneur," paparnya.

Ali juga menjelaskan, Setiap KWT beranggotakan 30 orang, yang bisa berkembang menjadi 40 orang. Anggaran KWT sendiri sudah dikucurkan, untuk tahap pertama sebesar Rp 48 juta untuk tahap penumbuhan, tahap kedua pengembangan sebesar Rp15 juta, tahap ketiga pembinanaan sebesar Rp15 juta dan tahap keempat diharapkan untuk kemandirian pangan.

"KWT kita dorong untuk miliki jiwa kewirausahaan, sehingga pangan terpenuhi dan juga bisa sebagai sumber pendapatan bagi anggota KWT," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Survei : Banyak Warga Jabodetabek Masih Salah Kaprah soal Kualitas Udara

Baca Juga

MI/Ardi.

PKL di Teras Malioboro Bebas Retribusi selama Setahun

👤Ardi Teristi 🕔Kamis 27 Januari 2022, 20:55 WIB
Selain Teras Malioboro 1 di seberang Pasar Beringharjo, PKL Malioboro juga direlokasi di samping Gedung DPRD...
MI/Widjajadi.

12 Kasus Positif Covid-19 Timpa SMA Warga Solo

👤Widjajadi 🕔Kamis 27 Januari 2022, 20:43 WIB
DKK (Dinas Kesehatan Kota) menyatakan hasil tes PCR keluar pukul 20.30 WIB. Hanya seorang guru yang dinyatakan...
MI/DJOKO SARDJONO

Siswa Positif Covid-19, Dua Sekolah di Klaten Ditutup Sementara

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 27 Januari 2022, 20:25 WIB
Kedua siswa yang terkonfirmasi positif virus korona itu kini telah menjalani...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya