Senin 01 November 2021, 21:20 WIB

Ketika Istri Gubernur Promosikan Kriya Khas Sumatra Utara Lewat Media Sosial

Yoseph Pencawan | Nusantara
Ketika Istri Gubernur Promosikan Kriya Khas Sumatra Utara Lewat Media Sosial

MI/YOSEPH PENCAWAN
Ketua Dekranasda Sumut Nawal Lubis

 

 

"AYO semuanya, mari beli produk yang dipamerkan ini," kata Nawal Lubis saat tampil secara langsung melalui Instagram di Rumah Dinas Gubernur Sumatra Utara, Jalan Jenderal Sudirman, Nomor 41, Medan, Senin (1/11).

Kalimat itu menjadi penutup saat dirinya tampil menjadi narasumber dalam Pameran Rumah Kriya Asri ˜Destinasi Danau Toba" yang digelar secara virtual.

Apa-apa saja yang ditawarkan Nawal? Dalam event ini Dewan Kerajinan
Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut menampilkan 462 produk wastra dan
kerajinan tangan asli dari sejumlah kabupaten dan kota.

Wastra adalah kain tradisional yang sarat akan makna budaya Nusantara.
Setiap wastra memiliki ciri khas yang dibedakan dari simbol, warna,
ukuran hingga material yang digunakan.

Ketua Dekranasda Sumut itu yakin pameran yang diadakan hingga 20 November itu akan sangat bermanfaat bagi para perajin untuk mempromosikan produknya. Melalui pameran daring, para perajin akan dapat membuka pasar yang lebih luas.

Langkah ini selaras dengan semangat Dekranasda Sumut yang sedang
getol-getolnya mendorong para perajin memperkuat pemasaran secara online atau dalam jaringan (daring).

Nawal yang juga istri dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pun mengajak
seluruh masyarakat agar ikut meramaikan dan membeli produk yang dipamerkan.

Apalagi, katanya, produk yang dibeli akan sangat membantu para perajin yang terdampak pandemi covid-19.

Dia memastikan bahwa perajin merupakan salah satu pelaku ekonomi yang
sangat terdampak pandemi karena mengalami penurunan omset secara drastis. Karena itu pameran daring ini sangat dibutuhkan para perajin untuk memasarkan hasil produksi mereka.

Dituturkannya lagi, Dekranasda Sumut sejauh ini juga telah melakukan
berbagai pembinaan dan peningkatan kualitas para perajin. Mulai dari
pelatihan desain, lelang produk, hingga membuat galeri untuk memamerkan produk-produk mereka.

Itu semua dilakukan untuk mendorong kerajinan Sumut yang berdaya saing
tinggi serta meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan perajin. Terlebih,
produk-produk kerajinan tangan juga berhubungan erat dengan wisatawan.

Jumlah wisatawan yang datang ke daerah kerap sangat memengaruhi penjualan produk-produk kerajinan tangan. Untuk itu keduanya bisa berjalan beriringan.

"Pemerintah telah menetapkan Danau Toba sebagai destinasi wisata super
prioritas sehingga peningkatan kualitas kerajinan tangan menjadi hal yang penting," kata Nawal.

Sementara itu, Anggota Bidang Promosi dan Humas Dekranas Sumut Dina Ikhsan menyebutkan, pada hari pertama antusiasme masyarakat membeli produk kriya yang dipamerkan cukup tinggi.

"Ini menandakan produk Sumut mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Kita lihat tadi, banyak yang laku, padahal baru hari pertama," tuturnya. (N-2)

Baca Juga

MI/HARYANTO

PWI Jawa Tengah Gelar Anugerah Pariwisata 2022

👤Haryanto 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 18:40 WIB
Ajang tersebut digagas PWI Provinsi Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Sedunia (World Tourism...
MI/Selamat Saragih

Pemkot Tidore Gandeng UI Siapkan Kajian Scuba Diving untuk Gaet Wisatawan

👤Selamat Saragih 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 18:34 WIB
 DAYA tarik wisata selam terletak pada konservasi lingkungan alam bawah laut dan pelestarian warisan budaya yang dikelola masyarakat...
dok.mi

Ibu Kota Jabar jadi Dipindah ke Tegalluar, Walini atau Segitiga Rebana, Ini Kata Kang Emil

👤Naviandri 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 18:10 WIB
WACANA pemindahan pusat Pemerintahan Provinsi Jawa Barat  dari Kota Bandung masih menunggu kepastian pembangunan stasiun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya