Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MELALUI program invasi seni nusantaran PISN) 2025, Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, berhasil meluncurkan inisiatif transformatif berjudul 'Visual Branding Kupiah Meukutop 4.0'.
Program ini menggabungkan pelestarian warisan budaya Aceh, Kupiah Meukutop (Kopiah pengantin lelaki adat Aceh), dengan teknologi digital mutakhir. Ini merupakan autentikasi produk berbasis blockchain untuk menjamin keaslian dan meningkatkan daya saing produk di pasar global.
Blockchain adalah buku besar digital terdesentralisasi yang menyimpan catatan transaksi dalam bentuk blok-blok yang saling terhubung secara kriptografis.
WARISAN BUDAYA MASUK ERA DIGITAL
Aksi sosial yang ketuai oleh Cut Italina dan dibantu dosen Institut seni budaya indonesia Muhammad Alghifari dan para dosen dari Unigha lainnya.
Lalu berkolaborasi (bekerja sama) erat dengan mitra pengrajin lokal Laila Souvenir dari Kabupaten Pidie. Acaranya berlangsung di Gampong (Desa) Kumbang Waido, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Sabtu (15/11). Gampong Kumbang Waido Kecamatan Peukan Baro adalah sebuah lokasi sentra utama pengrajin Kupiah Meukutop yaitu kopiah pengantin lelaki budaya adat Aceh.
“Kupiah Meukutop adalah simbol kebanggaan dan identitas budaya Aceh yang harus dilestarikan. Melalui program ini, kami tidak hanya memperkuat visual branding agar terlihat modern dan menarik, tetapi yang terpenting, kami membekali pengrajin lokal dengan teknologi blockchain untuk mengatasi isu pemalsuan dan menjamin keaslian produk," kata Cut Italina.
BLOCKCHAIN UNTUK KEASLIAN PRODUK LOKAL
Pelaksanaan program berlangsung pada 8–12 November 2025. Tim Unigha melakukan serangkaian kegiatan strategis, mulai dari pelatihan visual branding (desain logo, kemasan, modernisasi tampilan) hingga pendampingan teknis implementasi blockchain.
Setiap produk Kupiah Meukutop yang dihasilkan kini dilengkapi dengan sistem autentikasi digital menggunakan Google Sheet dan QR Code unik. Sistem ini menciptakan Laila Souvenir Blockchain Archive, sebuah database keaslian digital yang memungkinkan konsumen memverifikasi orisinalitas produk secara instan.
Mendukung Ekonomi Kreatif dan SDGs. Inisiatif ini secara langsung bertujuan untuk Melestarikan identitas budaya Aceh, Memberdayakan pengrajin lokal agar kompetitif di era digital. Lalu menjamin keaslian produk melalui teknologi blockchain.
Berikutnya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) aerta Poin 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan).
“Ini adalah langkah nyata perguruan tinggi dalam memperkuat ekonomi kreatif daerah berbasis budaya dan teknologi. Kami berharap Kupiah Meukutop akan menjadi ikon ekonomi digital baru dari Kabupaten Pidie yang dikenal di tingkat nasional maupun internasional," jelas Cut Italina.
Adapun tim pelaksana Program Inovasi seni nusantata, Visual Branding Kupiah Meukutop 4.0, menyampaikan terimakasih kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek RI. Terutama atas dukungan pendanaan tahun 2025.
Rasa terimakasih dan apresiasi juga kepada Rektorat Universitas Jabal Ghafur dan Laila Souvenir Pidie atas kerja samanya yang sangat aktif. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved