Minggu 31 Oktober 2021, 22:30 WIB

Pemerintah Diminta Sahkan Profesi Dokter Tanaman

Bagus Suryo | Nusantara
Pemerintah Diminta Sahkan Profesi Dokter Tanaman

ANTARA/Prasetia Fauzani
Petani memperlihatkan ulat dari dalam daun yang menyerang tanaman bawang merah.

 


KONGRES Perhimpunan Fitopatologi Indonesia (PFI) ke-26 digelar di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur.

Para peserta kongres sepakat meminta pemerintah segera mengesahkan fitopatologi sebagai profesi dokter tanaman.

"Sekarang belum ada dokter tanaman. Oleh karena itu kami berusaha agar
dokter tanaman bisa diakui," tegas Sekretaris Jendral PFI Achmadi
Priyatmojo, Minggu (31/10).

Sejak PFI berdiri 5 Agustus 1970, profesinya belum ada. Karena itu para
ahli ilmu penyakit tumbuhan bersepakat dalam kongres yang berakhir Sabtu (30/10) agar profesi ini diakui setara dengan dokter manusia dan dokter hewan.

"Kami sedang berjuang dan menyosialisasikan keberadaan dokter tanaman,"
katanya.

Namun, lanjut Achmadi, harapan para ahli fitopatologi perlu dukungan
pemerintah agar segera mengakui ahli penyakit tumbuhan sebagai profesi bidang kedokeran.

Menurut Achmadi, kongres rangkaian Dies Natalis Fakultas Pertanian
Universitas Brawijaya ke-61 ini mencari solusi dan mengatasi berbagai
persoalan produksi pangan, kesehatan dan lingkungan. Terkait produksi
pangan, serangan berat jamur, bakteri, virus dan mikroplasma atau
patogen bisa menurunkan panen mencapai 20-35% sampai mematikan tanaman.

Sementara dari sisi lingkungan, hama penyakit yang mematikan tanaman
bisa mengurangi produksi oksigen. Adapun sisi kesehatan, jamur dalam
kacang tanah atau biji-bijian yang dikonsumsi manusia menyebabkan
kanker.

Saat ini, sektor pertanian di Indonesia memiliki tantangan besar terkait digitalisasi, mekanisasi dan modernisasi. Termasuk, masalah perubahan lingkungan, sumber daya alam pertanian, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ketahanan, keamanan serta diversifikasi pangan, sumber daya manusia hingga regulasi.

Karena itu, 417 pakar fitopatologi anggota PFI tersebar di 28 komisariat daerah merasa layak menjadi dokter tananam. "Ini impian kami menggolkan. Mudah-mudahan bisa terwujud," tuturnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kongres PFI Mintarto Martosudiro
menyatakan kongres secara virtual ini untuk menyusun strategi tepat
untuk memperkuat kedaulatan pangan. Dalam hal ini ketahanan dan keamanan pangan, selain juga membahas berbagai persoalan penyakit tanaman. (N-2)

 

Baca Juga

ANTARA

Petani Sawait Keluhkan Anjloknya Harga TBS

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 28 Juni 2022, 17:27 WIB
HARGA jual tandan buah segar (TBS) di tingkat petani sawit anjlok. Saat ini, harga penjualan sawit di tingkat pengepul hanya Rp900 per...
MGN/Muchlis Bachtiar

Ladang Ganja Seluas 10 Hektare Ditemukan di Perbatasan Cianjur-Sukabumi

👤Muchlis Bachtiar (MGN), Muhardi (SB) 🕔Selasa 28 Juni 2022, 17:25 WIB
SATUAN Reserse Narkoba Polres Cianjur mengungkap keberadaan ladang ganja seluas 10 hektare di Gunung Karuhun, Desa Cimenteng,...
ANTARA

Satpol PP Cianjur Akan Tertibkan Pedagang Hewan Kurban Musiman

👤Benny Bastiandy/Budi Kansil 🕔Selasa 28 Juni 2022, 17:16 WIB
SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ikut terlibat dalam penanganan penyakit mulut dan kuku...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya