Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru, Rabu (20/10) meninjau lokasi wilayaha yang dilanda banjir bandang di Kecamatan Muara Jaya Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Dalam peninjauan ini, Gubernur memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban.
"Saya datang langsung untuk memastikan kondisi masyarakat yang terdampak bencana ini. Selain membawa bantuan sembako dan lainnya, kita juga mengerahkan prajurit TNI untuk membantu warga, termasuk membantu perbaikan jembatan," kata Herman Deru.
Berdasarkan laporan, tercatat sedikitnya ada 228 rumah dengan 320 kepala keluarga terdampak bencana banjir bandang yang tersebardi tiga desa di Kecamatan Muara Jaya yakni Desa Lubuk Tupak, Desa Muara Saeh, dan Desa Lontar dan satu desa lagi di Kecamatan Pengandonan yakni Desa Gunung Meraksa.
"Ini adalah musibah dan harus dijadikan pelajaran. Daerah aliran sungai harus kita jaga, termasuk menjaga pohon di sekitarnya. Bahkan bila ada yang tumbang kita harus menggantinya dengan yang baru," tuturnya.
Terkait dengan putusnya empat unit jembatan gantung di tiga kecamatan meliputi Kecamatan Muara Jaya, Pengandonan dan Semidang Aji akibat sapuan banjir yang terjadi dua hari lalu, Herman Deru berjanji akan segera melakukan perbaikan terhadap pasilitas umum yang rusak tersebut.
"Jembatan ini akan kita bangun kembali dibantu dengan TNI. Semua jembatan disini sudah dalam tahap perbaikan, namun memang ada satu yang belum diperbaiki karena kita sedang membangun jembatan pengganti yang permanen. Perbaikan jembatan ini kita targetkan akan berlangsung satu minggu," terangnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ogan Komering Ulu (OKU), Amzar Kristopa mengatakan intensitas curah hujan tinggi yang terjadi sejak pukul 19.25 WIB pada Minggu, 17 Oktober 2021 menyebabkan Sungai Ogan meluap hingga menimbulkan bencana banjir bandang. Selain ratusan rumah warga di Kecamatan Muara Jaya terdampak banjir, kata dia, bencana alam tersebut juga merusak dua unit jembatan gantung di Desa Lubuk Tupak dan Desa Lontar hingga tidak bisa dilewati warga.
"Kemudian jembatan gantung di Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Pengandonan dan di Desa Tubohan, Kecamatan Semidang Aji juga rusak berat akibat banjir bandang," katanya.
Selain itu, banjir tersebut juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti balai desa, masjid dan sekolah tergenang air dengan ketinggian air antara 50cm-70 cm.
"Untuk korban jiwa tidak ada. Namun, akibat bencana alam ini kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah," ujarnya. (OL-15)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin (2008-2018) meninggal dunia di Jakarta. Simak perjalanan dan warisan pembangunannya bagi Bumi Sriwijaya.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Ini kata BMKG. soal anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa gempa Banyuasin tidak lazim karena terjadi di wilayah yang belum pernah terjadi gempa.
Sebayak tujuh program prioritas yang akan dijalankan dalam upaya percepatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan di Sumatra Selatan (Sumsel).
GUBERNUR Sumsel mengaku sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto untuk mempersingkat birokrasi dan menghapus birokrasi yang bertele-tele.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved