Rabu 20 Oktober 2021, 17:34 WIB

Gubernur Sumsel Tinjau Lokasi Banjir Bandang Di OKU

Dwi Apriani | Nusantara
Gubernur Sumsel Tinjau Lokasi Banjir Bandang Di OKU

MI/Dwi Apriani
Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau lokasi banjir bandang di Kecamatan Muara Jaya. Kabupaten Ogan Komering Ulu, Rabu (20/10).

 

GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru, Rabu (20/10) meninjau lokasi wilayaha yang dilanda banjir bandang di Kecamatan Muara Jaya Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Dalam peninjauan ini, Gubernur memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban.

"Saya datang langsung untuk memastikan kondisi masyarakat yang terdampak bencana ini. Selain membawa bantuan sembako dan lainnya, kita juga mengerahkan prajurit TNI untuk membantu warga, termasuk membantu perbaikan jembatan," kata Herman Deru.

Berdasarkan laporan, tercatat sedikitnya ada 228 rumah dengan 320 kepala keluarga terdampak bencana banjir bandang yang tersebardi tiga desa di Kecamatan Muara Jaya yakni Desa Lubuk Tupak, Desa Muara Saeh, dan Desa Lontar dan satu desa lagi di Kecamatan Pengandonan yakni Desa Gunung Meraksa.

"Ini adalah musibah dan harus dijadikan pelajaran. Daerah aliran sungai harus kita jaga, termasuk menjaga pohon di sekitarnya. Bahkan bila ada yang tumbang kita harus menggantinya dengan yang baru," tuturnya.

Terkait dengan putusnya empat unit jembatan gantung di tiga kecamatan meliputi Kecamatan Muara Jaya, Pengandonan dan Semidang Aji akibat sapuan banjir yang terjadi dua hari lalu, Herman Deru berjanji akan segera melakukan perbaikan terhadap pasilitas umum yang rusak tersebut.

"Jembatan ini akan kita bangun kembali dibantu dengan TNI. Semua jembatan disini sudah dalam tahap perbaikan, namun memang ada satu yang belum diperbaiki karena kita sedang membangun jembatan pengganti yang permanen. Perbaikan jembatan ini kita targetkan akan berlangsung satu minggu," terangnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ogan Komering Ulu (OKU), Amzar Kristopa mengatakan intensitas curah hujan tinggi yang terjadi sejak pukul 19.25 WIB pada Minggu, 17 Oktober 2021 menyebabkan Sungai Ogan meluap hingga menimbulkan bencana banjir bandang. Selain ratusan rumah warga di Kecamatan Muara Jaya terdampak banjir, kata dia, bencana alam tersebut juga merusak dua unit jembatan gantung di Desa Lubuk Tupak dan Desa Lontar hingga tidak bisa dilewati warga.

"Kemudian jembatan gantung di Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Pengandonan dan di Desa Tubohan, Kecamatan Semidang Aji juga rusak berat akibat banjir bandang," katanya.

Selain itu, banjir tersebut juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti balai desa, masjid dan sekolah tergenang air dengan ketinggian air antara 50cm-70 cm.

"Untuk korban jiwa tidak ada. Namun, akibat bencana alam ini kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah," ujarnya. (OL-15)

 

Baca Juga

MI/Jamaah

Tanggul Sungai Dawe Jebol Dua Desa di Kudus Kebanjiran

👤Jamaah 🕔Selasa 30 November 2021, 13:38 WIB
TANGGUL Sungai Dawe yang melintas Desa Golantepus,  Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus jebol. Akibatnya ratusan rumah warga di dua desa...
Istana Kepresidenan/Agus Suparto

Koleksi Bendungan Bertambah, Presiden: Ketahanan Pangan Bisa Terwujud

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 30 November 2021, 13:21 WIB
Para petani di Bojonegoro dan Trenggalek yang merupakan daerah sentra padi akan memiliki kepastian atas pasokan...
dok.Polda Jambi

Operasi Zebra Siginjai 2021 Jambi Tilang 1.380 Kendaraan

👤Solmi 🕔Selasa 30 November 2021, 13:11 WIB
 PENINDAKAN pada Operasi Zebra 2021 sejak 15 sampai 28 November 2021 meningkat dibanding operasi yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya