Selasa 19 Oktober 2021, 09:05 WIB

Epidemiolog: Warga NTT Jangan Terlena Penurunan Kasus Covid-19

Muhamad Fauzi | Nusantara
Epidemiolog: Warga NTT Jangan Terlena Penurunan Kasus Covid-19

MI/Palce Amalo
Seorang pemulung mengenakan masker, melintas di Jalan Jenderal Soedirman, Kuanino Kupang, NTT, Senin (26/7)

 

EPIDEMIOLOG dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur Dr. Pius Weraman mengingatkan masyarakat untuk tidak terlena dengan penurunan kasus COVID-19 dan kebijakan pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat saat ini.

"Masyarakat tidak boleh terlena. Kiat untuk menjaga protokol kesehatan (prokes) jangan sampai kendur karena berisiko penularan COVID-19 yang lebih dahsyat pada gelombang berikut," kata Pius Weraman di Kupang, Selasa (19/10).

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan bagaimana menjaga angka penularan kasus COVID-19 tetap rendah saat aktivitas masyarakat mulai meningkat.

Dia mengatakan apabila masyarakat tidak menaati semua anjuran pemerintah untuk pengendalian COVID-19 saat ini, maka dapat diprediksi akan terjadi lonjakan kasus dan itu justru menyusahkan semua pihak.

Berdasarkan data kasus konfirmasi COVID-19 di NTT tercatat 63.290 kasus, terbanyak di tiga kabupaten/kota, yaitu Kota Kupang, Sumba Timur, dan
Sikka.

Jumlah kematian COVID-19 di NTT 1.316 (Case Fatality Rate 2,08 persen),
berada di bawah nasional (3,4 persen).

CFR tertinggi di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Alor (3,58 persen),  Sumba Barat Daya (3,38 persen), Malaka (2,88 persen), dan Kabupaten Kupang (2,84 persen).
 
Kasus COVID-19 sembuh di NTT sebanyak 61.511 (97,20 persen) di atas nasional (96,2 persen) dengan persentase kesembuhan terbanyak di Kabupaten Manggarai Timur (98,90 persen) dan terendah Kabupaten Timor Tengah Utara (91,49 persen).

Data kasus aktif ini, kata dia, memberikan tanda bahwa semua orang mesti harus berhati-hati, karena dengan kasus yang demikian maka inang yang menjadi sumber penularan masih kuat bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.
 
Oleh karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat setempat tetap menjaga protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah untuk mencegah
lonjakan kasus yang lebih tinggi dari sebelumnya. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Status PPKM DKI Jakarta Turun ke Level Dua

Baca Juga

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Dampak Erupsi Semeru, 79 Gardu Listrik Masih Padam

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 05 Desember 2021, 12:40 WIB
Ada 79 gardu listrik dengan 22.826 pelanggan yang terdampak padam pascaerupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu...
MI/Djoko Sardjono

Dewan Kesenian Klaten Gelar Pentas Virtual Drama Komedi

👤Djoko Sardjono 🕔Minggu 05 Desember 2021, 12:15 WIB
Dewan Kesenian Klaten mengembangkan enam bidang seni yang terdiri dari 14 komite, antara lain komite seni pedalangan, ketoprak,...
ANTARA/Makna Zaezar

Semeru Erupsi, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Lancar

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 05 Desember 2021, 11:33 WIB
"Di Kabupaten Lumajang, terdapat 17 SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dan 12 Agen LPG PSO (Subsidi) yang saat ini tetap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya