Minggu 17 Oktober 2021, 13:55 WIB

Abrasi di Demak dan Jepara Semakin Mengkhawatirkan

Akhmad Safuan | Nusantara
Abrasi di Demak dan Jepara Semakin Mengkhawatirkan

ANTARA FOTO/Aji Styawan
Perahu nelayan melintas di sekitar rumah yang rusak dan ditinggalkan penghuninya akibat abrasi di pesisir Sayung, Demak

 

ABRASI di pesisir Kabupaten Demak dan Jepara semakin mengkhawatirkan, ribuan hektare daerah pantai di kedua daerah itu telah hilang akibat abrasi bahkan beberapa desa terpaksa pindah karena berbahaya dan tidak dapat ditempati lagi.

Pemantauan Media Indonesia, Minggu (17/10), ribuan hektare lahan di sepanjang pantai di Kabupaten Demak dan Jepara hilang akibat terjadinya abrasi, tercatat beberapa desa seperti Senik (Demak) dan Bulak (Jepara) terpaksa pindah ke wilayah lain karena sudah tidak dapat ditempati lagi dan cukup membahayakan warga.

Di Kabupaten Demak, abrasi pantai cukup merata terjadi di beberapa kecamatan seperti Sayung, Karang Tengah, Wedung, sedangkan di Jepara abrasi melanda beberapa desa di Kecamatan Kedung, bahkan hingga kini belum dapat terkendali dengan jumlah daratan hilang 1-2 meter per tahun meskipun berbagai upaya penyelamatan dilakukan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Demak Fathkurohman mengatakan berdasarkan data yang ada sebanyak 1.473 hektare tanah di Kabupaten Demak terdampak abrasi. Hal ini diduga terjadi karena reklamasi di Kota Semarang.

"Jumlah tanah terkena banjir laut pasang (rob) telah capai 2.935 hektare," ucapnya.

Wilayah terparah dilanda rob, ujar Fathkurohman, adalah Kecamatan Sayung yang mencapai 2.553,60 hektare bahkan akibat rob ini dua dusun yakni Senik dan Tambaksari telah hilang dari peta, diharapkan pembangunan tol Semarang-Demak yang sekaligus menjadi tanggul laut dapat mengatasi rob selama ini.

Baca juga: Mangrove Cegah Bencana Tsunami dan Abrasi Pantai

Hal serupa diungkapkan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jepara Wasiyanto, abrasi di pesisir Jepara saat ini sudah cukup mengkhawatirkan karena setiap tahun 1-1,5 meter persegi lahan hilang tergerus gelombang, apalagi aktivitas penambangan pasir besi sempat muncul di kawasan Desa Balong beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Jepara, lanjut Wasiyanto, pesisir pantaI di Jepara yang telah terkena abrasi mencapai 82,5 kilometer dengan tingkat hilangnya lahan 1-1,2 meter per tahun.

"Beberapa desa tercatat terkena abrasi seperti Panggung, Dukuh Malang, Bulan, Surodadi dan Semat," tutur Wasiyanto.(OL-5)

Baca Juga

Dok. Sobat Erick

Ajak Masyarakat Giat Olahraga, Sobat Erick Gelar Senam Sehat di Bandung

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 23:08 WIB
Ajakan ini direalisasikan para pendukung Menteri BUMN Erick Thohir di Pilpres 2024 tersebut lewat pelaksanaan senam sehat di Kota Bandung,...
MI/RUTA SURYANA

STAHN Mpu Kuturan Luncurkan Rencana Aksi Pemuliaan Air di Bali Utara

👤Ruta Suryana 🕔Senin 16 Mei 2022, 22:30 WIB
Acara ini diresmikan secara langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono di Danau Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan...
MI/MARTINUS SORONG

SKK Migas-Petrogas Bantu Peralatan Laboratorium Sekolah Di Kabupaten Sorong

👤Martinus Solo 🕔Senin 16 Mei 2022, 22:30 WIB
Bantuan dari SKK Migas diserahkan untuk dua sekolah lanjutan tingkat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya