Senin 11 Oktober 2021, 20:45 WIB

10 Ribu Anak di Kabupaten Garut Mengalami Stunting

Kristiadi | Nusantara
10 Ribu Anak di Kabupaten Garut Mengalami Stunting

MI/Usman Iskandar
Balita mendapatkan layanan Posyandu di Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Kamis (29/7).

 

PEMERINTAH Kabupaten Garut melalui Dinas Kesehatan terus berupaya untuk menangani permasalahan tingginya kasus stunting yang masih terjadi tercatat 10 ribu anak tersebar di 42 kecamatan. Peningkatan kasus tersebut, menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk menuntaskan masalah dan menurunkan angka stunting.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas kinerja aparatnya dan peran serta masyarakat yang telah berkolaborasi dalam menurunkan angka stunting di daerahnya. Karena, dari hasil bulan penimbangan balita (BPB) yang selama ini dilakukan ada upaya intevensi konvergensi stunting yang di dalamnya terdapat juga gizi buruk dari tahun ke tahun semula 6,4% hingga naik 5 koma dan sekarang menurun di angka 4,8%.

"Di Kabupaten Garut sekarang ini masih ada sekitar 10 ribu anak yang mengalami stunting tersebar di 42 kecamatan. Selama ini tetap menghimbau kepada kepala desa, para camat dan Dinas Kesehatan untuk selalu meninjau ke lapangan berkaitan dengan perkembangan anak yang mengalami stunting. Karena, upaya yang dilakukan supaya kasus yang terjadi bisa ditekan dan mereka bisa hidup normal," katanya, Senin (11/10/2021).

Ia mengatakan, pihaknya sudah memiliki data 4,8% atau masih ada 10 ribu anak yang berada di 42 kecamatan mengalami stunting dan mereka sangat membutuhkan perhatian semua pihak terutama Dinas Kesehatan dan intansi pemerintahan lainnya di desa maupun di kecamatan terutama dalam asupan gizi. Karena, pemerintah daerah selama ini tengah berupaya melakukan persiapan terutamanya rembuk stunting sebagai langkah dalam upaya menyelesaikan dan menuntaskan masalah.

"Kasus stunting di wilayahnya sekarang masih tinggi dan menjadi perhatian serius supaya tak ada warga kekurangan asupan gizi. Langkah itu akan terus dilakukan supaya tidak adanya pertumbuhan anak bermasalah, dan Pemkab Garut sudah melakukan upaya tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan di 2024 mencanangkan zero stunting dan melihatkan Forum Group Discussion (FGD) termasuk pemerintah desa dan camat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Maskut Farid mengatakan, pihaknya selalu melakukan evaluasi data penimbangan berat badan pada anak yang mengalami stunting sekitar 6 bulan sekali dan pada tahun ini sudah melakukan evaluasi data penimbangan sekitar bulan Februari dan bulan Agustus. Namun, angka tersebut sudah turun tinggal yang sudah terdata itu akan selesaikan dan mudah-mudahan kasusnya menurun.

"Kami telah melakukan pendataan terutama yang memiliki banyak kasus stunting dan dari sana terjun ke lapangan dengan memberikan langkah-langkah penanganan stunting guna tercapainya zero stunting di Kabupaten Garut. Akan tetapi, setiap desa maupun kecamatan diusahakan melakukan perbaikan dan mereka juga mencari solusi terutama supaya tidak ada timbul lagi angka stunting," paparnya. (AD/OL-10)

Baca Juga

dok.ist

Optimalisasi Potensi Daerah Mutlak Dalam Pemberdayaan Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 13:05 WIB
PARA pemangku kepentingan harus responsif dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Maksimalisasi potensi daerah harus dikembangkan sebagai...
MI/Lilik Darmawan

Izin Turun, UMP Siap Laksanakan Kuliah Tatap Muka

👤Lilik Darmawan 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 12:50 WIB
UNIVERSITAS Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi perguruan tinggi pertama yang mendapat izin penyelanggaraan kuliah tatap muka pertama...
dok.mamikos

Rencana ULM Beri Gelar Doktor (HC) Kepada Gubernur Kalsel Dikritisi

👤Denny S Ainan 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 12:20 WIB
ALASAN pihak Rektor ULM memberikan penganugerahan doktor karena sang gubernur rajin menyumbang ke kampus tersebut tidak dapat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya