Sabtu 02 Oktober 2021, 18:20 WIB

Komunitas Badut Tasik Kampanyekan Budaya Batik 

Kristiadi | Nusantara
Komunitas Badut Tasik Kampanyekan Budaya Batik 

MI/Kristiadi
Komunitas Badut Tasik (Batik) menyambut Hari Batik Nasional dengan berkampanye di Pusat Kota Tasikmalaya.

 

KOMUNITAS Badut Tasik (Batik) menyambut Hari Batik Nasional dengan perajin yang berada di Jalan Cigeureung, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (1/10) melakukan kampanye di Taman Kota di Jalan HZ Mustofa tepatnya di Taman Kota. Para badut melakukan aksinya tersebut dengan tujuan mengajak masyarakat supaya lebih mencintai budaya batik Indonesia.

Hari Batik Nasional jatuh hari Sabtu (2/10) dan Komunitas Batik secara spontan mengunjungi perajin untuk tetap semangat di tengah masa pandemi Covid-19 termasuk memberikan saran untuk tetap bertahan dan terus memproduksi. Kegiatan yang dilakukan para badut tersebut, untuk lebih mengenali proses pembuatan batik dan ciri khas batik Kota Tasikmalaya. 

"Pemakaian batik sekarang cukup prihatin dan hanya sebagian warga memakainya, dengan masih rendahnya penggunaan Komunitas Badut Tasik langsung melakukan kampanye pemakaian batik di pusat keramaian supaya masyarakat lebih mengenalinya. Karena, para perajin batik juga memang di masa pandemi Covid-19 mereka kesulitan untuk menjual," katanya, Sabtu (2/10/2021).

Ia mengatakan, pihaknya berharap masyarakat senantiasa lebih bisa mengenal batik sendiri khususnya batik ciri khas Kota Tasikmalaya guna menambah kecintaan terhadap budaya batik dan mendorong kebangkitan para pelaku usaha ekonomi kreatif agar terus bangkit pada masa pandemi Covid-19. Karena, batik yang diproduksi para perajin merupakan warisan kekayaan leluhur bangsa Indonesia.

"Kami mendorong agar pelaku usaha batik di Kota Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Banjar termasuk wilayah lain supaya tetap semangat untuk bangkit lagi di masa pandemi Covid-19 sekarang. Karena, batik yang dihasilnya para perajin tersebut agar tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Sementara itu, perajin batik Kota Tasikmalaya, Irni Susanti mengatakan, di masa pandemi 2020, tidak ada produksi batik. Dan batik yang dijual merupakan stok yang memang tersedia. Karena biaya produksi saat ini cukup mahal. Hal ini membuat para perajin kebingungan apalagi dari segi penjualan mengalami penurunan.

"Pemerintah telah melakukan pelonggaran dan membuat penjualan sudah kembali meningkat karena sekolah, perkantoran, dan pernikahan mulai diperbolehkan. Tetapi selama ini hanya mengandalkan penjualan secara online. Kami, berharap para penjual batik untuk bisa lebih diperhatikan dan diprioritaskan terutamanya dalam pemakaian batik bagi para karyawan di instansi ataupun perusahaan lain agar batik Kota Tasikmalaya lebih dikenal," paparnya. (AD/OL-10)

Baca Juga

dok.ist

Sahabat Lamongan Optimis Sandiaga Uno Maju di Pilpres 2024

👤mediandonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 09:40 WIB
RATUSAN relawan Sahabat Sandi memberikan dukungan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno pada pilpres...
dok.Humas Pemprov Jateng

Tips Ganjar Pranowo Cegah Korupsi dan Pungli di Jawa Tengah

👤Haryanto 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 08:05 WIB
GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyebut perilaku korup bisa dilakukan siapa saja. Ganjar menilai, korupsi bisa dicegah dengan...
MI/Voucke Lontaan

Polda Sulut Tangkap Dua Warga Terduga Penyelundup 8 Senjata Api

👤Voucke Lontaan 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 06:55 WIB
KEPOLISIAN Daerah Sulawesi Utara, menangkap dua pria berinisial, OM, 18, dan FM, 22, warga Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya