Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Manajemen Rantai Pasok Kunci Penting Pemulihan Ekonomi Sektor Industri

Bayu Anggoro
30/9/2021 23:30
Manajemen Rantai Pasok Kunci Penting Pemulihan Ekonomi Sektor Industri
Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Herawanto (kanan)(ANTARA/M Agung Rajasa)

RANTAI pasok menjadi salah satu kunci penting dalam upaya melakukan
akselerasi pemulihan akibat pandemi covid-19, khususnya dalam transformasi industri termasuk pengolahan.

Manajemen rantai pasok ini dinilai masih belum memiliki posisitoning yang optimal baik dalam rantai pasok lokal maupun global.

Kepala Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto menyatakan hal itu pada West
Java Industrial Meeting (WJIM) 2021 bertajuk : Peran Transformasi Digital dan Pembiayaan dalam Industri menuju Akselerasi Pemulihan Ekonomi, di Bandung, Kamis (30/9).

Menurutnya, ini menjadi potensi yang dapat dikembangkan termasuk menjadi peluang bagi perbankan nasional untuk mengambil peran dukungan pembiayaan.

Khusus pembiayaan, lanjut dia, menjadi penting mengingat pendekatan
dan skema pembiayaan yang perlu mendapat perhatian perbankan dan lembaga keuangan, dengan memanfaatkan peluang pengembangan industri yang dituntut adaptif dengan perubahan akibat pandemi. Bank Indonesia mendorong penguatan supply chain industri tekstil sebagai produk
unggulan Jawa Barat melalui kehadiran material centre.

Program tersebut melibatkan Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Sub
Divisi Manufaktur, Tenaga Kerja dan Luar Negeri, Asosiasi Pertekstilan
Indonesia (API), dan OJK. Diharapkan kehadiran material centre itu mampu memberikan kemudahan akses bahan baku dan efisiensi jalur distribusi antara industri besar dengan industri kecil dan menengah (IKM) di sektor industri tekstil.

Langkah tersebut, katanya, tak terlepas dari dampak pandemi yang memang
mendorong industri harus cepat berubah. Mereka tak bisa lagi
mempertahankan pola lama, terlebih teknologi juga semakin berkembang
berikut tuntutan kompetensi baru dalam menjalankannya.

"Ketika kondisi normal pun belum jadi jaminan, termasuk untuk
mendapatkan pekerjaan lamanya terutama di sektor industri medium high
tech dan padat modal karena karena makin efisien sehingga perlu
diantisipasi," jelasnya.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Herawanto menilai kalangan industri sudah menyadari urgensi perubahan. Angkanya sudah mencapai 96%, dengan 64% di antaranya sudah melakukan perubahan tersebut.

"Hanya saja itu kebanyakan di industri besar. Sementara IKM belum menyeluruh," jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, M Arifin Soedjayana menambahkan pendirian material centre diproyeksikan bisa memenuhi semua kebutuhan industri.

"Diharapkan bisa menjembatani, sehingga mereka, terutama IKM terbantu
dalam persoalan penyediaan bahan baku," katanya.

Di luar itu, dia menyebut program vaksinasi diharapkan bisa diakselerasi guna makin mendorong pemulihan. (N-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : NUSANTARA
Berita Lainnya