Kamis 30 September 2021, 18:07 WIB

Dua Pabrik Es Milik Pemkab Tak Beroperasi, Nelayan Di Sikka Menjerit

Gabriel Langga | Nusantara
Dua Pabrik Es Milik Pemkab Tak Beroperasi, Nelayan Di Sikka Menjerit

DOK MI
Pabrik es milik Pemkab Sikka di Kecamatan Alok yang tidak beroperasi.

 

DUA pabrik es milik pemerintah yang dikelola Dinas Perikanan dan Kelautan, Pemerintah Kabupaten Sikka, NTT yang berada di Kecamatan Alok Timur dan Kecamatan Paga dilaporkan rusak. Akibatnya sejumlah nelayan di dua kecamatan itu menjerit. Pasalnya, para nelayan kini harus  membeli es batang di perusahaan swasta dengan harga yang cukup tinggi.

Di Kecamatan Alok Timur, pabrik es berada di tempat pendaratan ikan. Berdasarkan pengamatan, Kamis (30/9), sejumlah nelayan yang sudah memakirkan kapal untuk membeli es balok merasa kecewa. Hal ini dikarenakan sampai saat ini pabrik es tersebut belum beroperasi.

Salah satu nelayan Imran mengatakan para nelayan saat ini mulai kesulitan membeli es balok karena pabrik es tersebut tidak beroperasi sehingga dirinya terpaksa membeli es balok di perusahaan swasta.

"Mau tidak mau, kita harus membeli es pabrik di perusahaan swasta yang ada di Kabupaten Sikka. Kan jika ingin melaut dalam waktu lama, maka kami harus menstok es sebanyak mungkin. Jadi kalau beli es balok yang dikelola oleh pemerintah kan lebih murah," ujar dia.

Sementara itu, akademisi dan Ketua Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan di Universitas Nusa Nipa Yohanes Don Bosco Ricardson Minggo mengatakan persoalan dua pabrik es milik Pemkab Sikka tidak beroperasi sudah satu bulan dikarenakan lemahnya manajemen pengelola pabrik es di kedua pabrik milik pemerintah tersebut. Menurutnya informasi yang diperolehnya bahwa dua pabrik es milik Pemda Sikka sudah sebulan lebih tidak beroperasi lantaran mesin produksi es masih rusak. Dalam kondisi normal, kedua pabrik es bisa memproduksi sekitar 500 balok es setara dengan harga Rp14 ribu per balok es.

"Untuk dapat terus melaut, biasanya nelayan terpaksa membeli es balok di perusahaan ikan dengan harga yang lebih tinggi dengan kisaran Rp 15.000-Rp 17.000 per balok es. Tingginya kebutuhan akan es balok ini, karena wilayah pencarian ikan yang cukup jauh dan lamanya waktu pelayaran serta banyaknya ikan yang masuk dari wilayah flores timur yang membutuhkan es agar ikan tidak muda rusak," tandas Ricson ini.

Di sisi lain, menanggapi kesulitan nelayan ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka Paulus Bangkur mengatakan pihaknya harus mendatangkan es balok dari Nangahale untuk nelayan di Alok. "Setiap hari kami mobilisasi es dari Nangahale ke Alok. Jadi kebutuhan nelayan di Alok akan es tetap terpenuhi," ujar Paulus. (OL-15)

 

Baca Juga

MI/Ruta Suryana

Lebih 75 Ribu Orang Minta KKP dan KLHK Bebaskan 7 Ekor Lumba Lumba

👤Arnoldus Dhae 🕔Senin 29 November 2021, 12:45 WIB
LEBIH dari 75 ribu orang memberikan dukungan agar KKP dan KLHK membebaskan tujuh lumba lumba di...
MI/Solmi

Geo Fun Rafting 2021 Siap Digelar di Geopark Merangin

👤Solmi 🕔Senin 29 November 2021, 11:50 WIB
KAWASAN Geopark Merangin yang tengah dipersiapkan sebagai situs warisan dunia oleh Unesco (Unesco Global...
MI/Moat

Capaian Target PAD Dinkes Sikka Turun, Alasannya Pandemi

👤Gabriel Langga 🕔Senin 29 November 2021, 11:20 WIB
PENDAPATAN Asli Daerah (PAD) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur tahun 2021 mengalami...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya