Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan Indonesia dibangun dengan
kesepakatan atas keberagaman masyarakatnya. Oleh sebab itu, Indonesia tidak mungkin berdiri tanpa perjuangan dari rakyat yang memiliki beragam agama.
Ia menegaskan, tidak ada satu kelompok pun yang boleh mengklaim paling
memiliki Indonesia atas nama satu agama. "Negeri ini milik kita semua, kita punya kewajiban menjaganya," tegasnya saat mencanangkan Desa Sadar
Kerukunan Umat Beragama di Padukuhan Karanggede, Kelurahan Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kerukunan umat beragama, lanjut Menteri, sudah menjadi ciri khas rakyat
Indonesia. Melalui pencanangan ini, ia ingin mempertegas kembali desa sadar kerukunan.
"Sejarah negeri ini panjang. Negeri ini dibangun dari perbedaan, yang
berbeda menjadi kekuatan," papar dia.
Gus Yaqut mengutip pesan dari Kiai Mustofa Bisri : sing waras ojo ngalah (orang waras jangan mengalah).
Artinya, paparnya, kalau orang waras selalu mengalah, yang akan terjadi adalah mereka yang tidak waras akan menang dan merasa paling berhak atas negeri ini.
Menag mengatakan, golongan agama mayoritas lalu menekan yang minoritas
tidak boleh terkadi. Seharusnya, mayoritas melindungi minoritas, sesuai
agama masing-masing.
"Semakin banyak suatu golongan, seharusnya mereka semakin melindungi yang minoritas," tegas dia.
Indonesia dengan keberagaman agama, lanjut Menag, adalah sebuah keniscayaan dan tidak mungkin dihindari. Keberagaman dan perbedaan itulah yang menjadi kekuatan bangsa ini dalam melawan dan mengusir penjajah dan kolonialisme. (N-2)
Menag juga menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya sangat cerdas dalam memberikan perhatian besar terhadap upaya peningkatan layanan haji.
KASUS dugaan korupsi haji tidak hanya merugikan keuangan negara, namun juga masyarakat khususnya calon jemaah haji reguler yang selama bertahun-tahun telah mengantri secara legal.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut ke luar negeri terkait kasus korupsi kuota haji 2024.
Menag Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat beragama menjadikan Indonesia sebagai rumah besar yang nyaman.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tengah menyelidiki pembagian kuota tambahan haji tahun 2024 yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Suryadharma Ali, eks Menteri Agama, tersandung kasus korupsi haji 2010-2013. Profil, karier, dan kontroversi korupsi diulas lengkap di sini.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved