Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH akademisi dari Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Denpasar, Bali, menawarkan alat pengering cabai berbahan bakar LPG. Selasa (28/9), alat itu ditawarkan dan diperkenalkan kepada
petani di Banjar Sekartaji, Desa Sesandan, Kabupaten Tabanan.
Pengering cabai ini diharapkan dapat membantu petani memproduksi cabai kering, sehingga tidak ada cabai busuk karena saat musim panen produksinya cenderung melimpah.
"Kelompok Tani Sekarning Jati, 80% di antaranya memilih membudidayakan tanaman cabai. Pada kondisi normal, hasil panen cabai petani berlimpah. Sayangnya, saat itu biasanya harga cabai cenderung turun," kata Ketua Tim Pengabdi Program Studi Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana Gde Antha Kasmawan.
Menurut Antha, secara prinsip teknik pengeringan merupakan upaya untuk
mengurangi kadar air cabai sehingga dapat memperlama daya simpan dan
dapat meningkatkan keawetannya. Upaya ini diharapkan dapat membuat harga cabai menjadi lebih stabil di pasaran sehingga baik konsumen maupun petani cabai tidak merasa dirugikan.
Berdasarkan uji coba alat, tambahnya, cabai rawit matang dan cabai rawit mentah mengalami penyusutan rata-rata sebesar 80% dan 90%. Perbedaan warna produk cabai sangat kontras. Cabai rawit merah berwarna cerah, sedangkan cabai rawit hijau berwarna kusam.
Selama proses pengeringan cabai tersebut, banyaknya gas LPG yang dihabiskan rata-rata 0,55 kg atau kalau diuangkan menghabiskan biaya sekitar Rp3.300. Dengan asumsi bahwa gas LPG sebanyak 3 kg dihargai Rp18.000.
"Biaya sebesar itu lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pengeringan cabai secara konvensional. Juga lebih efisien karena waktu yang diperlukan lebih singkat sekitar 6 jam, dibandingan cara konvensional yang menghabiskan waktu selama 7-10 hari," papar Antha.
Alat pengering cabai dirancang oleh para dosen Unud yakni I Gde Antha
Kasmawan, bersama Ngurah Sutapa, I Made Yuliara, Ni Nyoman Ratini, Winardi Tjahjo Baskoro, dan Ni Luh Putu Trisnawati. (N-2)
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama para champion cabai melaksanakan Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved