Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH akademisi dari Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Denpasar, Bali, menawarkan alat pengering cabai berbahan bakar LPG. Selasa (28/9), alat itu ditawarkan dan diperkenalkan kepada
petani di Banjar Sekartaji, Desa Sesandan, Kabupaten Tabanan.
Pengering cabai ini diharapkan dapat membantu petani memproduksi cabai kering, sehingga tidak ada cabai busuk karena saat musim panen produksinya cenderung melimpah.
"Kelompok Tani Sekarning Jati, 80% di antaranya memilih membudidayakan tanaman cabai. Pada kondisi normal, hasil panen cabai petani berlimpah. Sayangnya, saat itu biasanya harga cabai cenderung turun," kata Ketua Tim Pengabdi Program Studi Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana Gde Antha Kasmawan.
Menurut Antha, secara prinsip teknik pengeringan merupakan upaya untuk
mengurangi kadar air cabai sehingga dapat memperlama daya simpan dan
dapat meningkatkan keawetannya. Upaya ini diharapkan dapat membuat harga cabai menjadi lebih stabil di pasaran sehingga baik konsumen maupun petani cabai tidak merasa dirugikan.
Berdasarkan uji coba alat, tambahnya, cabai rawit matang dan cabai rawit mentah mengalami penyusutan rata-rata sebesar 80% dan 90%. Perbedaan warna produk cabai sangat kontras. Cabai rawit merah berwarna cerah, sedangkan cabai rawit hijau berwarna kusam.
Selama proses pengeringan cabai tersebut, banyaknya gas LPG yang dihabiskan rata-rata 0,55 kg atau kalau diuangkan menghabiskan biaya sekitar Rp3.300. Dengan asumsi bahwa gas LPG sebanyak 3 kg dihargai Rp18.000.
"Biaya sebesar itu lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pengeringan cabai secara konvensional. Juga lebih efisien karena waktu yang diperlukan lebih singkat sekitar 6 jam, dibandingan cara konvensional yang menghabiskan waktu selama 7-10 hari," papar Antha.
Alat pengering cabai dirancang oleh para dosen Unud yakni I Gde Antha
Kasmawan, bersama Ngurah Sutapa, I Made Yuliara, Ni Nyoman Ratini, Winardi Tjahjo Baskoro, dan Ni Luh Putu Trisnawati. (N-2)
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Telur ayam dijual Rp22 ribu per kg, sementara harga di pasaran Rp28 ribu per kg. Gula pasir dijual Rp14.500 per kg, lebih murah dibanding harga pasar Rp17 ribu per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved