Kamis 23 September 2021, 08:05 WIB

Kepedulian Aparat Lemah, Penambangan Liar Muncul Lagi di Gunung Kendeng

Akhmad Safuan | Nusantara
Kepedulian Aparat Lemah, Penambangan Liar Muncul Lagi di Gunung Kendeng

MI/Achmad Safuan
Penambangan liar muncul lagi di Gunung Kendeng, Grobogan merusak lingkungan akibat aparat masa bodo.

 

PENAMBANGAN liar kembali terjadi di kawasan Pegunungan Kendeng, di Desa Kesesi, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, diduga aksi ini mendapat backing orang kuat karena sejauh ini tidak ada yang berani menindak.

Pemantauan Media Indonesia Kamis (23/9), suara alat berat jenis brecker terdengar meraung-raung di tengah kesunyian Pegunungan Kendeng, tepatnya di Desa Kesesi, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan hingga radius beberapa kilometer. Bahkan suara tersebut diikuti dengan suara penggempuran bebatuan di kawasan itu.

Meskipun suara terdengar cukup kencang. namun tidak terlihat ada tindakan pencegahan dari pihak pemerintah daerah setempat, operator alat berat juga leluasa menggempur bebatuan kawasan gunung yang disebut kars kawasan Kendeng Utara tersebut.

Leluasanya penambangan liar tersebut diduga mendapat backing orang kuat di daerah itu, karena sejauh ini tidak ada tindakan apapun dari aparat setempat. Padahal, sangat kasat mata dan tidak mengantongi ijin usaha pertambangan.

"Sejauh ini kami tidak pernah mengeluarkan ijin penambangan apapun, karena ijin tambang dari pusat," kata seorang pejabat di Dinas PU Grobogan.

Hal tersebut juga dibenarkan Yono Soef, penambang yang mendatangkan alat berat tersebut bahwa aktivitas penambangan yang dilakukan tanpa mengantongi ijin baik dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat. Sebab memang dilarang melakukan penambangan di kawasan Kendeng Utara.

"Kami memang tidak memiliki ijin, tapi siapa yang berani menindak? Kami selama ini tetap aman saja melakukan penambangan ini," kata Yono Soef kepada wartawan di Grobogan.

Penambangan di Gunung Kendeng tersebut, demikian Yono, dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penimbunan dan pondasi. Dijual secara umum Rp150 ribu per dump truk (8 meter kubik) di tempat, di luar biaya tranpotasi.

Berapa waktu lalu, ujar Soef, memang ada operasi penambang liar di kawasan Pegunungan Kendeng itu dan banyak alat berat disita. Mengakibatkan aktivitas penambangan berhenti tetapi setelah kondisi tenang muncul kembali seperti ini.

"Ya kami nekat saja, kalo dioperasi ya sudah berhenti. Toh tidak sampai dipenjara," jawabnya enteng.

Terkait ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku kaget. Sebab sebelumnya sudah pernah ditindak. Penambangan liar di Kawasan Pegunungan Kendeng tersebut, dikhawatirkan merusak lingkungan hidup dan dapat menyebabkan terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor.

"Ini harus ditindak tegas karena selain merusak lingkungan juga menyebabkan bencana alam di kawasan tersebut. Sudah berulang kali saya ingatkan dan jika tidak dihentikan maka saya minta aparat setempat bertindak," ungkap Ganjar. (OL-13)

Baca Juga: Ilegal, 14 Penambangan Pasir Merapi Ditutup Portal

Baca Juga

Ilustrasi

Kajati Kalbar Ancam Tindak Tegas Penyalahgunaan Anggaran Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 13:18 WIB
‘’Kami ingatkan jangan sampai main-main dalam pengelolaan keuangan negara ini, siapa pun yang menyalahgunakannya, akan kami...
MI/Adi Kristiadi

Mesin ATM di Dalam Indomaret Dibobol Pencuri di Tasikmalaya

👤Adi Kristiadi 🕔Senin 18 Oktober 2021, 12:50 WIB
KAWANAN  pencuri sukses membobol mesin ATM  yang berada di dalam minimarket Indomaret, di Kota Tasimalaya, Senin...
dok.mi

Direktur Indomaret Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Cipularang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 18 Oktober 2021, 12:20 WIB
DIREKTUR PT Indomarco Prismatama, pengelola jaringan minimarket Indomaret, Yan Bastian (62) meninggal dalam kecelakaan di Tol Cipularang,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya