Senin 20 September 2021, 21:15 WIB

Bandung Barat Mulai Gelar PTM, Orang Tua Diminta Antar Jemput Siswa

Depi Gunawan | Nusantara
Bandung Barat Mulai Gelar PTM, Orang Tua Diminta Antar Jemput Siswa

MI/Depi Gunawan
Kegiatan PTM terbatas di sekolah.

 

KABUPATEN Bandung Barat, Jawa Barat, mulai Senin (19/9) menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tingkat SD dan SMP. Selama berlangsungnya PTM terbatas, para orang tua diminta mengantar jemput siswa untuk menghindari kerumuman.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan (Disdik) Bandung Barat, Dadang A Sapardan mengatakan pihak sekolah kesulitan mengawasi
siswa agar tidak berkerumun dengan teman-temannya usai mengikuti PTM di sekolah. "Maka sebaiknya orangtua sebisa mungkin menjemput anak-anaknya saat pulang sekolah," kata Dadang.

Diakuinya, aktivitas siswa di luar sekolah sulit dikontrol karena bukan kewajiban pihak sekolah. Untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19 di kalangan pelajar, pihaknya berkoordinasi dengan kecamatan, desa, RT, RW hingga Dinas Perhubungan untuk mengurai kerumunan siswa.

Dadang menjelaskan, merujuk pada SKB 4 Menteri, siswa yang menjalani PTM terbatas tidak diwajibkan divaksinasi. Syarat itu berlaku untuk tenaga pendidik seperti guru dan tata usaha (TU). "Yang utama itu gurunya sudah divaksinasi, kalau belum (vaksin), sekolahnya harus tetap menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ)," ucapnya.

Dia menerangkan, siswa yang mengikuti PTM terbatas wajib mengantongi izin dari orangtua. Sejauh ini, Dadang menyebut tidak terlalu banyak orangtua yang tak mengizinkan anak-anak mereka mengikuti PTM.

"Tapi masih ada orangtua yang tidak mengizinkan anaknya ikut PTM. Kalau ada yang tidak dapat izin, siswa masih menjalani PJJ," jelasnya.

Rencananya PTM terbatas bakal dilaksanakan selama dua bulan. Jika berjalan mulus, siswa akan melanjutkan PTM terbatas di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Jadi PTM sekarang di masa transisi, setelah itu nanti berlanjut ke PTM AKB. Untuk siswa yang masuk dibatasi 50 persen dan belajar hanya beberapa hari dalam seminggu, itu pun hanya beberapa jam," tambahnya. (Ol-15)

 

Baca Juga

MI/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jokowi ke Kalimantan Utara, Tanam Mangrove hingga Tinjau Vaksinasi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:08 WIB
Di Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Jokowi diagendakan melakukan penanaman pohon mangrove bersama para duta besar, penggiat lingkungan,...
MI/Palce Amalo

Epidemiolog: Warga NTT Jangan Terlena Penurunan Kasus Covid-19

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:05 WIB
EPIDEMIOLOG dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT Dr. Pius Weraman mengingatkan masyarakat untuk tidak terlena dengan...
MI/Denny Susanto

Melihat Kampung Anggrek di Desa Liyu di Kaki Pegunungan Meratus

👤Denny Susanto 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 08:45 WIB
Hampir semua warga Desa Liyu memiliki kebun anggrek yang ada di halaman depan maupun belakang rumah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya