Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla), kembali terjadi di wilayah Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Rabu (15/9). Kali ini api membakar lahan warga tepatnya wilayah Waesesa, wilayah administratif Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.
Diperkirakan, lebih dari 2 hektare lahan ludes terbakar api. Sebuah mobil pemadam kebakaran datang membantu memadamkan kebakaran, namun api sulit dijinakkan karena terpaan angin kencang.
Ina Ero, warga setempat kepada media ini menyebutkan, sudah dua hari api membakar lahan kebun milik warga. Warga berupaya memadamkan api dengan menggunakan ranting kayu, namun sulit dipadamkan. Kebakaran terjadi begitu cepat karena kondisi angin kencang dan lahan warga yang mengering akibat musim kemarau.
Kepala KPH Kabupaten Lembata, Linus Lawe menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan para pihak guna bersama sama bahu membahu
memadamkan api.
"Kebakaran ini bukan dalam kawasan hutan. Kami terus pantau. Kawasan hutannya di sebelah kanan jalan utama menuju Desa Waowala, masuk sekitar 3 kilometer dari jalan," ujar Kepala KPH Kabupaten Lembata, Linus Lawe.
Meski demikian, dirinya mengerahkan stafnya guna membantu memadamkan kebakaran tersebut, meski dengan peralatan seadanya.
Kebakaran hutan dan lahan di Lembata, masih menjadi kasus yang terus berulang. Diduga kebakaran dipicu upaya para petani setempat yang sedang mempersiapkan lahan kebunnya guna menyambut musim penghujan yang diperkirakan akan berlangsung bulan Oktober mendatang. (OL-15)
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
Berdasarkan pantauan BMKG terdeteksi 206 titik panas akibat karhutla di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
Asap kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 10 hingga 100 meter dari puncak.
Meski pengetahuan tinggi, sikap menghindari orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) juga sangat tinggi.
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved