Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDETA Yusman Kogoya meminta agar segala bentuk pembangunan di Tanah Papua harus didasarkan oleh kasih Yesus. Kasih Yesus itu mengasihi mengampuni dan saling memberkati.
Sebagai Ketua Klasis Gereja Injil di Indonesia (GIDI) Kota Jayapura, Pdt Yusman berharap agar seluruh masyarakat tidak membuat suatu permusuhan, pertikaian dan lain-lain yang menimbulkan kebencian.
"Kita harus membangun dengan kasih dan damai. Itu yang diharapkan di tanah Papua" ucap Yusman Kogoya, Sabtu (28/8).
Pdt Yusman Kogoya merasa hidupnya terpanggil untuk menjadi Hamba Tuhan yang selalu melayani Tuhan dan memberitakan Injil. Karena itu ia tidak ingin terlibat dalam urusan politik dan lainnya.
baca juga: Papua
"Saya tidak mau terlibat dengan hal politik atau apapun. Gereja GIDI sangat menolak Hamba Tuhan yang berpolitik. Saya menegaskan tidak ada Hamba Tuhan yang berpolitik praktis atau terjun pun tidak boleh jika ada saya berhentikan jabatan sebagai pendeta. Tidak boleh kompromi. Allah percayakan satu mandat ilahi yaitu sampaikan kabar baik," jelas Pdt Yusman.
Lebih lanjut Yusman Kogoya mengajak semua elemen masyarakat agar menyelesaikan segala permasalahan dengan aman dan damai.
"Kita adalah satu, walaupun berbeda-beda warna kulit, bahasa dan suku tetapi kita disatukan oleh darah Yesus dan oleh darah pejuang-pejuang kita," tutup pdt Yusman Kogoya . (N-1)
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Otoritas Palestina meradang lantaran Israel kian memperketat kendali atas Tepi Barat.
Arah pembangunan ke depan harus seiring dengan penataan ulang kawasan hutan yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air.
Komitmen ini menjadi penting sehingga memiliki persepsi publik yang kuat dan rekam jejak positif di kalangan masyarakat luas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved