Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
WILAYAH Cirebon dan sekitarnya sudah memasuki puncak musim kemarau. Hujan yang beberapa kali turun karena adanya gangguan cuaca.
Forecaster pada BMKG Stasiun Kertajati, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn, menjelaskan wilayah Cirebon yang terdiri dari Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan saat ini tengah memasuki puncak musim kemarau.
Baca juga: Jalan Waiara-Lakakotat Mulus, Warga: Terima Kasih Bupati Sikka
"Agustus ini puncak musim kemarau," ungkap Faiz, Minggu (22/8).
Ada pun hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir dikarenakan adanya gangguan cuaca yaitu adanya sirkulasi siklonik di perairan sebelah barat pulau Sumatera. Hal itu membentuk perlambatan kecepatan angin di lapisan atas atmosfer. Kondisi tersebut, lanjut Faiz, juga didukung dengan kelembapan udara yang cukup tinggi serta suhu laut yang hangat di perairan laut Jawa.
"Semua hal itu mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar Cirebon dan pulau Jawa," ungkap Faiz.
Faiz juga menambahkan sekalipun musim kemarau bukan berarti tidak turun hujan sama sekali. Hujan tetap dapat turun meski jarang terjadi. Intensitas hujan juga di bawah 150 mm perbulan.
Saat ditanyakan sampai kapan musim kemarau di wilayah Cirebon terjadi, menurut Faiz diprakirakan hingga September mendatang. Sedangkan suhu maksimum tertinggi dalam setahun menurut Faiz biasanya terjadi pada akhir September atau awal Oktober. "Suhu maksimum diprakirakan bisa mencapai 38 celcius," ungkap Faiz.
Di musim kemarau ini Faiz meminta setiap daerah bisa mewaspadai sejumlah bencana yang terjadi. Seperti kekeringan maupun kekurangan air bersih. (OL-6)
Aksi bersih-bersih pantai ini dilakukan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Cirebon bersama organisasi kemasyarakatan dan pelajar
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Perlancar aliran air saat hujan deras turun, pemasangan jaring penahan sampah dilakukan di Kota Cirebon.
Pada 2025 lalu, pemkot sudah melakukan normalisasi di 14 sungai dengan total panjang sekitar 9 km.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved