Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI masyarakat suku dayak pedalaman Pegununungan Meratus, Kalimantan Selatan, di musim kemarau seperti sekarang ini ada satu tradisi yang disebut Baliu. Yaitu tradisi memanen ikan di sungai yang dilakukan beramai-ramai.
Pagi itu puluhan warga suku dayak di Dusun Pantai Mangkiling, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah beramai-ramai turun ke sungai Mangkiling, yang ada di ujung kampung mereka. Berdasarkan hasil rembuk warga bersama tokoh adat, hari itu akan dilaksanakan tradisi Baliu.
Baliu berupa kegiatan memanenkan ikan di sungai dengan acara membendung dan mengalihkan aliran sungai dengan batu dan tanah. Aliran sungai yang surut kemudian dituba menggunakan sejenis akar pohon sehingga ikan menjadi mabuk dan kemudian di panen beramai-ramai.
"Baliu adalah tradisi warga suku dayak saat musim kemarau untuk memanen ikan sungai," ungkap Kai Musa, tokoh adat Dusun Mangkiling Pegunungan Meratus. Ada beberapa jenis ikan sungai yang ada di wilayah tersebut seperti baung dan jelawat.
Tim Ekspedisi Meratus yang berkunjung di Dusun Pantai Mangkiling dalam rangka penanaman pohon di sepanjang DAS yang rusak akibat bencana banjir besar awal tahun lalu, berkesempatan menyaksikan dan mengikuti kegiatan Baliu ini. Kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata di Ekowisata P2M Pantai Mangkiling yang sedang dikembangkan.
"Kegiatan diawali dengan rembuk warga untuk persiapan dan penetapan hari pelaksanaan Baliu ini," tutur Kasman, Ketua Kelompok Masyarakat Penjaga Hutan Lindung dan Hutan Adat Posko Meratus. Membendung aliran sungai dilakukan dengan cara membuat tabat atau bendung serta mengalihkan aliran sungai dengan bebatuan.
Hampir semua warga ikut bergotong royong membuat tabat ini. Baliu sendiri punya arti membendung atau menahan. Untuk memperkuat bendungan ditaruh tumpukan tanah dan terpal.
Setelah aliran sungai surut sesuai diharapkan, kemudian dilakukan proses menuba yaitu menaruh racun ikan dengan sejenis akar pohon sehingga ikan mabuk. Ikan yang mabuk akan timbul kepermukaan dan mudah dipanen. Proses panen ini cukup meriah, karena biasanya dibarengi canda ria warga.
Saat kelompok pria memanen ikan dengan berbagai alat tangkap sederhana, kaum perempuan desa menyiapkan makan berupa nasi hambal. Nasi hambal berupa beras hasil panen warga yang dimasak/dibakar dalam bambu. Nasi hambal berbauh harum dan gurih.
Ikan hasil panen sebagian dimasak dan dimakan beramai-ramai dengan nasi hambal di lokasi pelaksanaan Baliu. Sisa ikan hasil baliu akan dibagikan kepada seluruh warga dan umumnya diawetkan atau dikeringkan. (OL-13)
Baca Juga: Mendu, Seni Tradisi Melayu di Kalimantan Barat
Pada kesempatan tersebut, Agustiar menegaskan komitmen Pemprov Kalteng untuk melindungi eksistensi dan martabat Masyarakat Adat Dayak sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan Kalimantan.
Andi Rumbrar menunjukkan arti keadilan sosial dengan mengabdi untuk kesetaraan pendidikan anak-anak suku Wano di pedalaman Papua.
Dayak Lebo ini juga dikenal sebagai penjaga hutan.Suku ini hidup dengan nomaden atau berpindah-pindah dan utamanya mendiami sebuah hutan.
Kelestarian desa adat ini bisa menjadi sumber pengetahuan bagi wisatawan baik lokal maupun intenasional untuk mengenal budaya dan tradisi Suku Dayak di Kalimantan
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki lebih dari 1.300 suku bangsa yang tersebar di seluruh kepulauan, dari Sabang hingga Merauk
Calon Presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo, mengenakan pakaian adat Dayak saat mengikuti kirab budaya Nitilaku di Universitas Gadjah Mada (UGM),
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter BK 117-D3 di kawasan Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan.
Seluruh jenazah korban Helikopter Tipe BK117-D3 diperkirakan akan tiba di RS Bayangkara Banjarmasin pada Kamis (4/9) malam, untuk diidentifikasi.
TIM Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan memperluas lokasi operasi pencarian helikopter BK 117-D3 yang diperkirakan jatuh di kawasan hutan Pegunungan Meratus.
Helikopter bernomor seri BK 117-D3 mengalami hilang kontak dengan perkiraan lokasi berada di kawasan hutan Pegunungan Meratus, Senin (1/9), sekitar pukul 12.00 Wita.
Kawasan hutan lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan seluas 119 ribu hektare akan ditetapkan sebagai Taman Nasional Pegunungan Meratus.
MASYARAKAT adat di pegunungan Meratus, Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan penolakan terhadap kebijakan perdagangan karbon yang dikampanyekan pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved