Sabtu 31 Juli 2021, 17:22 WIB

1.200 Difabel di Kabupaten Tegal Mendapat Vaksinasi Covid-19

Supardji Rasban | Nusantara
1.200 Difabel di Kabupaten Tegal Mendapat Vaksinasi Covid-19

MI/Supardji Rasban
Seorang difabel di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sedang disuntik vaksin covid-19.

 

SEBANYAK 1.200 warga berkebutuhan khusus atau difabel di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mendapat vaksinasi covid-19. Vaksinasi tersebut digelar di 10 titik di wilayah Kabupaten Tegal, dan diinisiasi anggota Komisi IX DPR, Dewi Aryani.

Dewi menyampaikan vaksinasi khusus terhadap difabel itu, merupakan yang pertama kali di laksanakan di Kabupaten Tegal. "Untuk hari ini total yang akan divaksin sebanyak 1.100 orang, tapi yang kaum difabel baru 100 orang," ujar Dewi, Sabtu (31/7/2021).

Dewi menuturkan para difabel harus mendapatkan prioritas agar segera dapat terbentuk kekebalan tubuh dan aman dalam melaksanakan aktivitas sehari-sehari.

Teman-teman difabel tetap kita ingatkan bahwa disiplin prokes tetap menjadi kewajiban yang harus perhatikan," ucap legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX Jawa Tengah, yang wilayah kerjanya meliputi Kabupaten/Kota Brebes dan Tegal itu.

Dewi menyebut secara bertahap semua difabel yang jumlahnya 1.200 orang dari usia dini sampai manula, akan divaksin secara berkesinambungan. "Diantaranya di Desa Kepunduhan, Kramat, Tembok Luwung, Pendopo Kecamatan Slawi, Kabunan, Dukuhwaru, Balaradin, Kesuben, Kebakgowah dan khusus difabel di laksanakan di kantor difabel Kabupaten Tegal di Kecamatan Adiwerna," terang Dewi.

Ia menjelaskan masing-masing titik di targetkan 100 orang dan 200 orang di kantor difabel, sedangkan khusus untuk kalangan difabel sendiri yang divaksin pertama kali sebanyak 100 orang," papar Dewi.

Menurut Dewi pemerintah juga harus melakukan vaksinasi secara masif agar herd immunity dapat segera terbangun secara cepat. Apalagi saat ini sudah muncul varian-varian virus covid baru yang lebih ganas.

"Untuk dipahami bahwa salah satu tempat hidup yang dipilih virus dengan jenis baru adalah manusia dengan kekebalan tubuh atau inang yang rentan. Oleh karena itu, kekebalan tubuh secara komunal sangat dianjurkan untuk meminimalisir munculnya mutasi atau virus varian baru," urainya.

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, masih banyak kelompok rentan yakni kelompok masyarakat yang belum divaksinasi serta tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik, maka kekebalan kelompok belum terbentuk. Itulah yang menjadi sumber transmisi dan kemunculan mutasi virus dengan varian baru," pungkasnya. (OL-15)

Baca Juga

Antara

Capaian Vaksinasi Dosis Pertama di Sidoarjo Kurang dari 50%

👤Heri Susetyo 🕔Sabtu 18 September 2021, 17:01 WIB
Akibat capaian vaksinasi covid-19 yang relatif rendah, wilayah Sidoarjo masuk dalam level 3 berdasarkan asesmen Kementerian Dalam...
dok polres manggarai barat

Kapolres Manggarai Barat Puji Kekompakan Tim Atasi Pandemi

👤RO/Micom 🕔Sabtu 18 September 2021, 16:32 WIB
Rumah sakit di Manggarai Barat nihil pasien...
Ist

Maharani Kemala Foundation Gelar 2.000 Vaksinasi di Bali

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 12:30 WIB
Yayasan Maharani Kemala Foundation ditunjuk Staf Khusus Presiden untuk menyelengarakan 2.000 Vaksinasi untuk masyarakat umum dan penyandang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya