Jumat 23 Juli 2021, 11:07 WIB

Dua Warga yang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Kupang Kini Positif

Basuki Eka Purnama | Nusantara
Dua Warga yang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Kupang Kini Positif

ANTARA/Ho-Humas Polres Kupang Kota.
Polisi dan TNI mengawasi pelaksanaan tes cepat antigen bagi seorang pria yang sempat mengambil paksa jenazah pasien covid-19 di Kupang.

 

DUA dari 11 anggota keluarga yang mengambil paksa jenazah pasien covid-19, 17 Juli 2021 lalu, dinyatakan positif covid-19 setelah melalui tes cepat antigen, Kamis (22/7).

"Pada Kamis (22/7), Polres Kupang Kota bersama Dinas Kesehatan Kota Kupang sudah melakukan tes antigen terhadap 11 anggota keluarga
pasien covid-19, yang jenazahnya diambil paksa. Hasilnya, dua orang positif," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna B di Kupang, Jumat (23/7).

Mantan Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) itu menyebutkan dua anggota keluarga pasien covid-19 yang dinyatakan positif itu adalah suami dan anak pasien tersebut.

Baca juga: Korpri Sleman Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk ASN

Sebelumnya, Sabtu (17/7), jenazah pasien covid-19 diambil paksa pihak keluarganya saat pemakaman dengan protokol covid-19.

Pihak keluarga tidak terima apabila keluarga yang meninggal dunia itu dinyatakan positif covid-19. Mereka berkeinginan membawa pulang jenazah untuk disemayamkan.

Namun, akhirnya, polisi setempat bertindak cepat untuk memberikan pemahaman melalui negosisasi antara anggota Polres Kupang Kota dan keluarga almarhumah.

"Setelah melalui perdebatan panjang, keluarga memperbolehkan Satgas Covid-19 memakamkan jenazah pasien covid-19 itu di pemakaman dengan
protokol covid-19 di TPU Batukadera Kota Kupang," kata Rishian.

Sementara itu, perwakilan dari keluarga jenazah pasien covid-19 itu, Abdullah Ulomando, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat NTT, khususnya Kota Kupang, atas perbuatan mereka yang meresahkan.

"Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang terjadi yang mengakibatkan suami dan anak almarhumah ikut terinfeksi
covid-19," ujarnya.

Abdullah berharap agar kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi masyarakat Kota Kupang dan tidak ditiru.

Keluarga pun mengimbau agar apabila ada penyampaian dari RS, puskesmas, atau balai kesehatan mana pun bahwa pasien terkonfirmasi positif, harus mengikuti aturan dari pemerintah yang berlaku. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Peringati Hari Santri, Sahabat Ganjar Bantu Pesantren 

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:17 WIB
"Kami mulai dari Tegal, sebagai pembuka rangkaian kegiatan grebek ponpes dengan tema santri kreatif santri muda inspiratif," kata...
Dok. Pribadi

Siswa SMA ini Ikut Bantu Buka Akses Air Bersih di NTT 

👤ediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:08 WIB
Carolene pun berkolaborasi mengusung program Water For...
MI/DJOKO SARDJONO

Tangani Covid-19, Klaten Gandeng Ulama, Umara, dan FKUB

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 22:10 WIB
Silaturahmi dengan sejumlah elemen digelar karena masih ada warga di Klaten yang menolak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya