Kamis 15 Juli 2021, 15:46 WIB

Turut Peduli Lingkungan, Handep Berdayakan Ekonomi Desa di Kalteng

mediaindonesia.com | Nusantara
Turut Peduli Lingkungan, Handep Berdayakan Ekonomi Desa di Kalteng

Ist
Masyarakat Dayak terutama kaum ibu diberdayakan Handep membuat kerajinan anyaman di Kalimantan Tengah.

 

SEKITAR 80% wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) didominasi kawasan hutan. Karena itu, Kalteng memiliki keanekaragaman hayati dan sumber daya alam yang melimpah. Namun, pertambangan dan perkebunan sawit tersebar luas hampir di seluruh wilayah Kalteng sejak 20 tahun teakhir.

Sebagian besar penduduk di wilayah Kalteng bermata pencaharian sebagai petani dan penambang emas tradisional.

Menurut Randi Julian Miranda, pemanfaatan sumber daya alam oleh perusahaan besar yang ada di sana kebanyakan hanya menguntungkan perusahaan dan hanya beberapa warga saja.

Ia mengatakan perusahaan pertambangan tidak menyejahterakan masyarakat dan justru membawa berbagai kerusakan lingkungan.

Terkait kondisi lingkungan di Kalteng, setelah menyelesaikan pendidikan magisternya di Australia, Randi Julian Miranda pun memilih untuk kembali ke kampung halamannya di Puruk Cahu,Kalteng.

Dia berusaha mencari cara untuk tetap bisa memanfaatkan hasil alam di bumi Kalimantan secara berkelanjutan serta memajukan desa-desa yang ada di sana.

Dengan banyaknya ragam potensi sumber alam yang dimiliki Kalteng, Randi Julian Miranda terinspirasi membangun brand bernama Handep (Handmade Ethical Product) yang bergerak di bidang fashion ramah lingkungan dan produk pertanian dengan konsep social enterprise.

“Social enterprise adalah sebuah usaha yang dibangun tidak hanya demi mencari keuntungan semata, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya,” kata Randi pada keterangan pers, Kamis (15/7).

Ia menjelaskan pendirian Handep didasari rasa keprihatinan terhadap ketidakadilan yang dialami masyarakat Dayak dari dampak eksploitasi tambang serta hasil hutan yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar.

Pada akhir tahun 2018, Randi mendirikan Handep dengan memanfaatkan bahan dari alam dan pengerjaan yang ramah lingkungan dengan menggali salah satu kekayaan alam yang melimpah di Kalteng, yaitu rotan. Hasil alam ini kemudian diolah menjadi produk fashion seperti tas, topi, keranjang, dan aksesoris lainnya.

“Kenapa rotan? Karena rotan merupakan jenis tumbuhan lokal yang sangat berkelanjutan, rotan merupakan jenis tumbuhan yang cepat tumbuh (fast growing) dan hanya bisa tumbuh di ekosistem hutan karena cara hidupnya dengan merambat di pohon-pohon. Pakai rotan berarti jaga hutan, jaga bumi, jaga kita semua,” kata Randi.

“Handep sendiri menggunakan konsep sustainable fashion yang bertujuan untuk membantu menjaga lingkungan serta pelestarian hutan dan budaya masyarakat di Kalteng,” jelasnya.

“Masyarakat Dayak Kalteng sendiri mempunyai tradisi menganyam rotan dengan motif tribal ciri khas Dayak yang sangat unik, potensi ini bisa dikembangkan menjadi produk yang dapat memperkenalkan keunikan dan ciri khas suku Dayak,” jelas Randi.

Selain itu, untuk setiap pembelian 1 produknya, Handep menanam 1 pohon di hutan masyarakat di desa-desa mitranya.

Melalui pemberdayaan masyarakatnya, Randi mengembangkan potensi ini agar mereka mampu membuat anyaman rotan yang dikemas dengan sentuhan modern sehingga dapat dipasarkan sebagai produk fashion buatan tangan yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.

Selain produk fashion, Handep juga mengembangkan produk-produk home décor seperti keranjang, hiasan dinding, kap lampu, dan lain-lain dan pertanian organik seperti beras organik dan madu hutan.

“Kehadiran Handep diharapkan dapat memberdayakan masyarakat lokal, terutama para perempuan dan petani kecil, agar mereka memiliki pendapatan serta ekonomi yang stabil,” pungkas Randi.

Hingga saat ini, Handep sudah memiliki sekitar 200 pengrajin dan petani rotan yang keseluruhannya merupakan masyarakat asli Kalteng dan mendapatkan penghasilan tetap dari usaha kerajinan tersebut.

Di tahun 2021 ini, Handep juga merangkul sekitar 200 pengrajin bambu di Kawasan Bali Aga, Bali Utara dan pengrajin di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dalam kurun waktu hampir 3 tahun, produk-produk Handep sudah  dikenal baik di pasar lokal hingga skala nasional, bahkan produk-produk Handep berhasil merambah pasar mancanegara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, Korea, Hongkong, Singapura, Amerika, dan Eropa.

 Selama masa pandemi ini, Handep juga terus melakukan inovasi dengan menguatkan digitalisasi pemasaran dan mengadakan virtual fashion show dan workshop untuk memamerkan produk-produknya kepada para konsumen.

"Untuk melihat-lihat detail katalog produk serta informasi produk terbaru dari Handep, Anda bisa mengunjungi akun Instagram @handepharuei. Pembelian dapat dilakukan secara online dengan memesan melalui situs web www.handepharuei.com," pungkasnya. (RO/OL-09)

 

Baca Juga

Ist

Maharani Kemala Foundation Gelar 2.000 Vaksinasi di Bali

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 12:30 WIB
Yayasan Maharani Kemala Foundation ditunjuk Staf Khusus Presiden untuk menyelengarakan 2.000 Vaksinasi untuk masyarakat umum dan penyandang...
Dok Polresta Palangka Raya

Polisi Sampaikan Pesan Prokes dan Bagi Masker Saat Operasi Yustisi

👤Surya Sriyanti 🕔Sabtu 18 September 2021, 11:59 WIB
Personel Polsek Pahandut menyampaikan imbauan kepada pengendara agar wajib menerapkan Protokol Kesehatan...
MI/Ardi Teristi

Objek Wisata di Kaliurang Perlu Dukungan Transportasi Umum

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Sabtu 18 September 2021, 07:19 WIB
Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan pihaknya tengah mengkaji untuk menghidupkan kembali angkutan umum...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya