Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 80% wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) didominasi kawasan hutan. Karena itu, Kalteng memiliki keanekaragaman hayati dan sumber daya alam yang melimpah. Namun, pertambangan dan perkebunan sawit tersebar luas hampir di seluruh wilayah Kalteng sejak 20 tahun teakhir.
Sebagian besar penduduk di wilayah Kalteng bermata pencaharian sebagai petani dan penambang emas tradisional.
Menurut Randi Julian Miranda, pemanfaatan sumber daya alam oleh perusahaan besar yang ada di sana kebanyakan hanya menguntungkan perusahaan dan hanya beberapa warga saja.
Ia mengatakan perusahaan pertambangan tidak menyejahterakan masyarakat dan justru membawa berbagai kerusakan lingkungan.
Terkait kondisi lingkungan di Kalteng, setelah menyelesaikan pendidikan magisternya di Australia, Randi Julian Miranda pun memilih untuk kembali ke kampung halamannya di Puruk Cahu,Kalteng.
Dia berusaha mencari cara untuk tetap bisa memanfaatkan hasil alam di bumi Kalimantan secara berkelanjutan serta memajukan desa-desa yang ada di sana.
Dengan banyaknya ragam potensi sumber alam yang dimiliki Kalteng, Randi Julian Miranda terinspirasi membangun brand bernama Handep (Handmade Ethical Product) yang bergerak di bidang fashion ramah lingkungan dan produk pertanian dengan konsep social enterprise.
“Social enterprise adalah sebuah usaha yang dibangun tidak hanya demi mencari keuntungan semata, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya,” kata Randi pada keterangan pers, Kamis (15/7).
Ia menjelaskan pendirian Handep didasari rasa keprihatinan terhadap ketidakadilan yang dialami masyarakat Dayak dari dampak eksploitasi tambang serta hasil hutan yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar.
Pada akhir tahun 2018, Randi mendirikan Handep dengan memanfaatkan bahan dari alam dan pengerjaan yang ramah lingkungan dengan menggali salah satu kekayaan alam yang melimpah di Kalteng, yaitu rotan. Hasil alam ini kemudian diolah menjadi produk fashion seperti tas, topi, keranjang, dan aksesoris lainnya.
“Kenapa rotan? Karena rotan merupakan jenis tumbuhan lokal yang sangat berkelanjutan, rotan merupakan jenis tumbuhan yang cepat tumbuh (fast growing) dan hanya bisa tumbuh di ekosistem hutan karena cara hidupnya dengan merambat di pohon-pohon. Pakai rotan berarti jaga hutan, jaga bumi, jaga kita semua,” kata Randi.
“Handep sendiri menggunakan konsep sustainable fashion yang bertujuan untuk membantu menjaga lingkungan serta pelestarian hutan dan budaya masyarakat di Kalteng,” jelasnya.
“Masyarakat Dayak Kalteng sendiri mempunyai tradisi menganyam rotan dengan motif tribal ciri khas Dayak yang sangat unik, potensi ini bisa dikembangkan menjadi produk yang dapat memperkenalkan keunikan dan ciri khas suku Dayak,” jelas Randi.
Selain itu, untuk setiap pembelian 1 produknya, Handep menanam 1 pohon di hutan masyarakat di desa-desa mitranya.
Melalui pemberdayaan masyarakatnya, Randi mengembangkan potensi ini agar mereka mampu membuat anyaman rotan yang dikemas dengan sentuhan modern sehingga dapat dipasarkan sebagai produk fashion buatan tangan yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.
Selain produk fashion, Handep juga mengembangkan produk-produk home décor seperti keranjang, hiasan dinding, kap lampu, dan lain-lain dan pertanian organik seperti beras organik dan madu hutan.
“Kehadiran Handep diharapkan dapat memberdayakan masyarakat lokal, terutama para perempuan dan petani kecil, agar mereka memiliki pendapatan serta ekonomi yang stabil,” pungkas Randi.
Hingga saat ini, Handep sudah memiliki sekitar 200 pengrajin dan petani rotan yang keseluruhannya merupakan masyarakat asli Kalteng dan mendapatkan penghasilan tetap dari usaha kerajinan tersebut.
Di tahun 2021 ini, Handep juga merangkul sekitar 200 pengrajin bambu di Kawasan Bali Aga, Bali Utara dan pengrajin di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Dalam kurun waktu hampir 3 tahun, produk-produk Handep sudah dikenal baik di pasar lokal hingga skala nasional, bahkan produk-produk Handep berhasil merambah pasar mancanegara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, Korea, Hongkong, Singapura, Amerika, dan Eropa.
Selama masa pandemi ini, Handep juga terus melakukan inovasi dengan menguatkan digitalisasi pemasaran dan mengadakan virtual fashion show dan workshop untuk memamerkan produk-produknya kepada para konsumen.
"Untuk melihat-lihat detail katalog produk serta informasi produk terbaru dari Handep, Anda bisa mengunjungi akun Instagram @handepharuei. Pembelian dapat dilakukan secara online dengan memesan melalui situs web www.handepharuei.com," pungkasnya. (RO/OL-09)
Bantuan ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai gotong royong dan rasa persaudaraan yang tertanam kuat sesuai falsafah Huma Betang.
Gubernur menjelaskan, penyaluran akan dilakukan secara proporsional ke tiga provinsi terdampak.
BMKG Kalimantan Tengah (Kalteng) memprakirakan adanya potensi hujan lebat dan petir yang diakibatkan cuaca ekstrem, terutama Kabupaten Murung Raya, Kapuas bagian utara, dan Barito Utara.
KALIMANTAN Tengah (Kalteng) mendapat penghargaan Empowerment of Algriculture & Food Self-Sufficiency dalam Program Lumbung Pangan Nasional pada ajang Indonesia Kita Awards 2025 yang digagas oleh Garuda TV.
WAKIL Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo merespons penurunan alokasi dana transfer dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang dialami pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan dua unit alat berat dikerahkan untuk membongkar lantai jembatan yang rusak.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
Gapki menggelar pertemuan 140 pemangku kepentingan di Palu untuk mendorong perlindungan pekerja perempuan dan penguatan prinsip kesetaraan gender di sektor sawit.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved