Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA sopir angkutan kota (angkot) dan jaksa di Kota Malang, Jawa Timur, menerima vaksinasi di kantor Kejaksaan Negeri setempat. Vaksinasi jaksa peduli itu diikuti 200 orang.
"Pelaksanaan vaksinasi ini diikuti 100 orang sopir angkot di Terminal Arjosari dan 100 orang untuk keluarga besar kejaksaan, serta warga sekitar," tegas Wali Kota Malang Sutiaji, Kamis (8/7).
Kolaborasi Pemkot Malang dan Kejari itu merupakan wujud percepatan vaksinasi untuk menangani pandemi covid-19. Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 dan Hari Ulang Tahun Adhyaksa Dharmakarini ke-21 menjadi momentum bentuk kepedulian atas nama kemanusiaan demi keselamatan bersama.
"Pandemi ini bukan urusan Pemerintah Kota semata, tapi urusan kemanusiaan. Kita tumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat-sangat dibutuhkan oleh kita semua," ujarnya.
Menurut Sutiaji, animo masyarakat sangat tinggi dalam mengikuti vaksinasi. Hal itu akan mempercepat target 21 ribu vaksin per hari yang dipatok Pemkot Malang. Dengan demikian pada November nanti bisa mencapai 500 ribu-600 ribu orang yang tervaksin. Jumlah perkiraan realisasi vaksinasi sebanyak itu 70% dari jumlah penduduk di Kota Malang.
Kendati kini gencar vaksinasi, Sutiaji mengimbau masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan dan menghindari kerumunan. Pasalnya penularan virus korona varian baru masih terjadi, bahkan Malang Raya zona merah covid-19.
"Vaksin yang sesungguhnya adalah disiplin dan disiplin. Kita masih sangat rendah disiplin. Jadi vaksin ini manfaatnya adalah mengurangi risiko terpapar. Mengurangi risiko kematian ketika terpapar. Sehingga meminimalisir jumlah kematian, mengurangi penyebaran Covid 19," imbuhnya.
Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Andi Darmawangsa mengatakan pelaksanaan vaksinasi atas instruksi Jaksa Agung membantu pemda menanggulangi covid-19.
"Pelaksanaan vaksinasi ini merupakan bentuk kepedulian jaksa dan penyebaran kebaikan bagi lingkungan. Semoga maksud dan niat baik kami ini mempunyai nilai kemanusiaan," katanya. (BN/OL-10)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved