Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Pidie terus melakukan upaya penekanan terhadap kasus Covid-19. Status zona merah yang tersandang sejak Selasa 15 Juni pekan lalu, diarapkan segera akan berakhir.
Itu sebabnya pemerintah atau tim penanganan Covid-19 setempat kini menargetkan 70% warga di kabupaten pesisir Selat Malaka tersebut harus divaksinasi. Sebelum dilakukan tindakan medis itu tentu lebih dulu diskreaning apakah menginzinkan fisik orang tersebut disuntik vaksin.
Baca juga: Kasus Meningkat, Pemkot Denpasar Tutup Lapangan Puputan Badung
Kerena diantara cara yang juga dianggap efektif memperlambat laju grafik jumlah korban Covid-19 yaitu dengan melakukan vaksinasi terhadap warga.
Demikian dikatakan Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, Kepada Media Indonesia, Sabtu (19/6).
Dikatakannya, hingga sekarang sedikitnya sekitar 15 orang di Pidie sudah berhasil mendapat suntikan Vaksin. Lalu, diharapkan hingga tanggal 30 Juni,
sedikitnya sebanyak 40 ribu orang sudah berhasil dilakukan vaksin.
Menurut Fadhlullah, untuk meningkatkan kekebalan tubuh manusia adalah perlu dilakukan vaksinasi. Berikutnya selalu mematuhi protokoler kesehatan
seperti menghindari kerumunan, tidak kontak saling kontak fisik, menjaga kebersihan diri atau lingkungan hidup dan lainnya.
"Dari awal sudah melakukan upaya pencegahan penyebaran dengan cara pemberlakuan prokes. Sekarang sedang melancarkan vaksinasi. Ini juga suatu ikhtiar perioritas. Jangan takut vaksin, karena itu salah satu cara mencegah Corona Virus Disease" tutur Fahdlullah TM Daud yang juga manatan sktivis HMI.
Pemkab Pidie berharap peran serta para da'i, khatib masjid, pemuka agama, pengurus organisasai, pimpinan lembaga dan tokoh masyarakat lainnya dalam rangka menggalakkan masyarakat melakukan vasinasi. Melalui pendekatan sosial agama, program vaksinasi ini sangat berpeluang dalam menggapai suatu keber hasilan. (OL-6)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved