Sabtu 19 Juni 2021, 19:43 WIB

Jenazah ABK Satrian Ndikele  Akhirnya di pulangkan ke Buton Sultra

mediaindonesia.com | Nusantara
Jenazah ABK Satrian Ndikele  Akhirnya di pulangkan ke Buton Sultra

dok.B2P3
Jenazah ABK Satrian diterima keluarganya,disaksikan Ketua B2P3, Jamal, dan Kepala UPT BP2MI Kendari, Syahrul. di Bandara Haluoleo Kendari

 

JENAZAH awak buah kapal (ABK) Satrian Ndikele yang bekerja di kapal berbendera Vanuatu, akhirnya bisa diterima keluarga besarnya di Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kesabaran keluarga yang menanti selama empat bulan dan dengan dukungan pihak terkait terbayar sudah..

“Alhamdulillah, kami bersyukur PT Anugerah Bahari Pasifik akhirnya bisa memulangkan jenazah  Satrian Ndikele ke kampung halaman di Buton,” ujar Ketua Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3), Jamalauddin Suryahadikusuma, di Buton, Jumat (19/6).

Berita acara serah terima jenazah dilakukan di Bandara Haluoleo Kendari oleh Pihak Perusahaan maning agency PT ABP Hengki Wijaya kepada  keluarga almarhum yang diwakili oleh Syarifudin,disaksikan oleh Ketua B2P3, Jamal, dan Kepala UPT BP2MI Kendari, Syahrul.

Jamal menuturkan,  tertundanya pemulangan jenazah Satrian Ndikele  dikarenakan adanya kebijakan penutupan perbatasan dan penerbangan internasional yang diterapkan oleh Pemerintah Fiji sejak Mei 2021. Selain jenazah Satrian, ada juga 170 ABK yang terkatung-katung di laut selama lebih dari 2 tahun

Anggota Satgas TKI Terancam Hukuman Mati era Presiden SBY ini menambahkan, setelah melalui upaya diplomasi intensif antara Kemenlu  dengan otoritas di Fiji barulah keluar izin turun kapal (sign off) dan penerbangan repatriasi jenazah bersama 170 ABK lainnya
 
“B2P3 mengawal kasus upaya pemulangan ABK Satrian dan melihat bahwa upaya pemulangan jenazah ini dapat dilakukan karena berdasarkan otopsi jenazahnya meninggal karena sakit,  bukan Covid-19 sehingga dapat diizinkan utk dipulangkan ke tanah air,” imbuhnya. 

Jenazah di pulangkan setelah melalui proses panjang sekitar 4 bulan tepatnya sejak Februari 2021. Pihak perusahaan bekerja keras meminta owner kapal agar memulangkan ke Indonesia, sudah mengupayakan beberapa negara untuk masuk sign off tapi tidak memungkinkan untuk dipulangkan utuh.

“Penundaan pemulangan ini karena adanya kebijakan lock down dalam mencegah penyebarlasan Pendemi Corona yang berlaku di Fiji,” ujar Jamal. 

Di tempat sama, Direktur PT ABK, Hengki Wijaya mengatakan Satrian berangkat ke Busan, Korea Selatan pada tanggal 19 Agustus 2019. Kemudian ia berlayar menggunakan KM L ucky Ocean nomor 188.
 
"Resiko bekerja di tengah laut memang berakibat terkadang kita sulit menghubungi ABK kecuali setelah mendarat. Kami dapat info bahwa Satrian meninggal dunia pada 21 Februari 2021 dan setelah itu pada 2 Maret 2021 kami menghubungi pihak keluarga,”  pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga

MI/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jokowi ke Kalimantan Utara, Tanam Mangrove hingga Tinjau Vaksinasi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:08 WIB
Di Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Jokowi diagendakan melakukan penanaman pohon mangrove bersama para duta besar, penggiat lingkungan,...
MI/Palce Amalo

Epidemiolog: Warga NTT Jangan Terlena Penurunan Kasus Covid-19

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:05 WIB
EPIDEMIOLOG dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT Dr. Pius Weraman mengingatkan masyarakat untuk tidak terlena dengan...
MI/Denny Susanto

Melihat Kampung Anggrek di Desa Liyu di Kaki Pegunungan Meratus

👤Denny Susanto 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 08:45 WIB
Hampir semua warga Desa Liyu memiliki kebun anggrek yang ada di halaman depan maupun belakang rumah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya