Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 100 unit hunian sementara yang dilengkapi fasilitas listrik, sumur dan taman baca, mulai menjawab kebutuhan penyintas banjir bandang di Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Meski belum dapat menjawab kebutuhan seluruh penyintas akibat bencana Seroja, namun warga mengaku langkah komunitas Taman Daun mulai mengurai beban penyintas pascabencana.
Berbagai pihak turun tangan mengurus kesejahteraan penyintas, sejak bencana badai Seroja melanda Lembata, Nusa Tenggara Timur, 4 April 2021 lalu.
Setelah Pemda setempat memulangkan para pengungsi banjir bandang, 17 Mei 2021 lalu, warga penyintas memilih untuk mengungsi ke kebun miliknya, meski dalam kondisi darurat.
Kondisi ini memantik kepedulian pegiat kemanusiaan, John Batafor dengan komunitas Taman Daunnya, untuk membangun rumah hunian sementara.
"Sudah 51 unit huntara kami bangun. Rencananya untuk tahap awalnya, kami bangun 100 unit rumah hunian sementara (huntara) dari total 1148 KK Penyintas yang belum kebagian rumah tinggal di lokasi relokasi yang sedang dibangun pemerintah," ujar John Batafor, pentolan komunitas Taman Daun, Sabtu (19/6/2021).
Disebutkan, pihaknya sengaja membangun kompleks huntara bagi penyintas guna memudahkan pemasangan lampu listrik.
Baca juga : Media Group Lanjutkan Pembangunan Huntara di Sulbar
Dijelaskan, di kompleks huntara itu dilengkapi pula dengan fasilitas sumur, fasilitas MCK dan taman baca bagi anak-anak.
"Ada 1.148 KK Penyintas dipastikan tidak menerima hunian di rumah relokasi yang sedang dibangun pemerintah, karena tahap pertama ini hanya 700 unit. Akan tetapi karena keterbatasan, kami baru dapat membangun 100 unit huntara, dilengkapi fasilitas laiknya pemukiman, meski dengan kondisi sederhana," ujar John Batafor.
Batafor berharap dapat membantu seluruh penyintas yang hingga kini masih menempati pondok di kebun milik mereka, sambil menanti saat menempati rumah di lokasi relokasi.
Sementara itu, Pius Gelang Sableku, penyintas asal desa Amakaka, menyambut hangat rencana Taman Daun membangun kompleks hunian sementara.
Pius Gelang bahkan mengijinkan lahan kebun miliknya dibangun lebih banyak huntara guna memberi kenyamanan bagi penyintas banjir bandang yang hingga saat ini masih di landa ketakutan akibat aktivitas gunung berapi Ile Lewotolok.
"Seumur hidup saya, baru Taman Daun ini bantu kami komplit. Rumah, fasilitas MCK, listrik, dan Ada taman baca. Perhatiannya untuk generasi muda ke depan sangat membantu kami," ujar Pius Gelang.
Pius mengaku kini dirinya bersama keluarga mulai dapat menempati huntara untuk menata kehidupan lebih baik ke depan.(OL-7)
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), melakukan kunjungan kerja intensif ke Kabupaten Aceh Tamiang.
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyerahkan 90 unit Huntara di Aceh Tamiang. Sinergi BUMN Danantara sediakan hunian layak pasca-bencana.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
DINAS Kesehatan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bersama Puskesmas Lewoleba melakukan tindakan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Lewoleba Barat, Selasa (18/11).
SENJA baru saja turun di Taman Kota Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/11), ketika satu per satu obor mulai menyala.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved