Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara menargetkan pembangunan jalan Trans Padang Lawan (Palas)- Mandailing Natal (Madina) yang sempat terkatung sejak 2017 akan rampung pada 2022. Trans Palas-Madina ini akan akan melintasi beberapa desa di dua kabupaten tersebut.
Di Kabupaten Palas, desa yang akan dilalui antara lain Desa Hapung, Sopo Jaring, Aek Namate, dan Desa Oabuar dengan total jarak 28,6 kilometer. Sedangkan di Mandina, jalur ini akan melintasi sejumlah desa diantaranya Aek Nabara, Batu Layap, Aek Gorsing dan Pagur, dengan jarak 38,87 kilometer. "Sehingga jarak total jalan ini nanti akan sejauh 67,47 kilometer," ujar Kepala UPT Jalan dan Jembatan Gunung Tua Dinas Binamarga dan Bina Konstruksi Pemprov Sumut Marlindo Harahap, Rabu (16/6).
Dia ungkapkan, saat ini progres pembangunan dalam tahap pengerasan tanah. Memang, katanya, sudah ada yang diaspal tetapi masih sebagian kecil yakni hanya sampai desa Hapung bila dari Sibuhuan.
Namun demikian, ruas jalan yang sudah diaspal tersebut tetap belum bisa dilalui kendaraan roda empat karena melalui bukit yang cukup tinggi. "Kita akan mengurangi kecuramannya agar bisa dilalui kendaraan," imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, salah satu fokus pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemprov saat ini adalah penyelesaian jalan Trans Palas-Madina. Dia menargetkan pembangunannya bisa selesai pada tahun 2022.
Akses jalan hingga kini masih menjadi masalah di Kabupaten Palas. Ibu Kota Kabupaten Palas, Sibuhuan, meski hanya berjarak sekitar 60 km dengan Penyabungan, Ibu Kota Kabupaten Madina. Sampai sekarang belum ada akses jalan yang memadai sehingga masyarakat Palas harus melalui lintas Timur Sumut dengan jarak tempuh hingga 210 km.
Trans Palas-Madina akan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dibandingkan dengan melalui rute itu dari enam jam menjadi tinggal 1 jam 30 menit.
Menurut Gubernur, jalur ini sebenarnya sudah dibuka pada 2017, saat dirinya masih menjabat sebagai Pangdam I/Bukit Barisan. Namun pembangunannya sempat terhenti.(yp)
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved