Selasa 08 Juni 2021, 23:50 WIB

Ujian Sekolah Dasar Disusupi Kampanye Antisawit

Rudi Kurniawan | Nusantara
Ujian Sekolah Dasar Disusupi Kampanye Antisawit

Antara
Ilustrasi

 

KAMPANYE negatif terhadap komoditas unggulan Indonesia, kelapa sawit, ditemukan menjadi salah satu materi ujian sekolah dasar (SD).

Materi ujian tersebut direspons keras mahasiswa yang menilai kampanye negatif sawit telah berlangsung secara sistematis di Indonesia dengan menyasar anak-anak sekolah.
Sementara tanaman palma dan produk turunannya itu telah menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar negara di tengah krisis pandemi Covid-19.

"Kami protes keras soal ujian di salah satu SD di Riau yang mendiskreditkan sawit. Kami menilai itu upaya penggiringan yang terstruktur, sistematis, dan masif agar anak-anak Indonesia membenci sawit. Itu bahaya, kalau anak sekolah dasar pun telah dicekoki hal semacam itu," kata Ketua DPP Forum Mahasiswa Sawit Indonesia (Formasi) Amir Aripin Harahap, Selasa (8/6).

Ia menjelaskan pertanyaan dalam kertas ujian SD tersebut berada pada nomor urut 17 dengan jenis soal pilihan ganda. Pertanyaan dalam lembar kerta ujian itu berbunyi "Dampak negatif interaksi manusia dengan lingkungan pada perkebunan kelapa sawit adalah...? A. Meningkatkan lapangan pekerjaan, B. Meningkatkan pembangunan daerah, C. Berkurangnya sumber daya air, dan D. Pemukiman penduduk semakin banyak.

Amir memastikan cukup banyak penelitian yang mementahkan bahwa sawit merupakan tanaman boros air. Stigma itu merupakan bagian dari kampanye negatif yang dihembuskan pihak tertentu, termasuk menuduh bahwa sawit tidak ramah lingkungan.

"Begitu banyak penelitian yang jelas menunjukkan sawit adalah tanaman yang efesien dalam pemanfaatan air dibandingkan dengan kelapa, kedelai, jagung, bahkan rapeseed sekalipun, yang merupakan bahan baku minyak nabati dominan di eropa. Saya tekankan, justru saat ini sawit merupakan penopang ekonomi bangsa yang sangat signifikan," tegasnya.

Karena itu, Amir dan Formasi berharap hal yang sama jangan sampai terulang kembali, apalagi disaat yang bersamaan ekonomi bangsa Indonesia sangat tergantung dari sektor ekonomi kelapa sawit. Bahkan, kata dia, Presiden Jokowi memberikan perhatian serius perihal perkelapasawitan Indonesia selama tujuh tahun terakhir.

"Kami minta agar Bapak Menteri Pendidikan mengevaluasi dan menegur pihak SD itu. Agar hal semacam ini tidak terulang lagi di seluruh sekolah di Indonesia. Dinas Pendidikan itu tugasnya mendidik anak-anak sekolah, bukan malah sibuk berkampanye negatif dengan memanfaatkan anak didiknya," ujarnya.

Amir mengatakan dirinya akan memberikan pengertian kepada pihak sekolah yang tidak memahami sawit dan menuangkannya menjadi pertanyaan kampanye negatif. Namun, ia mewanti-wanti jika ternyata yang menyusun pertanyaan justru merupakan bagian dari kelompok tertentu yang terus menerus mengampanyekan sawit secara negatif.

"Harusnya kita sebagai bangsa Indonesia bangga bahwa sawit Indonesia adalah anugerah untuk dunia. Sudah menjadi tugas kita untuk terus sosialisasi, memberikan pemahaman yang sebenarnya tentang kelapa sawit," pungkasnya. (OL-8)

 

Baca Juga

ANTARA

Cianjur Siagakan Ruang Isolasi Hingga Tingkat RT

👤Benny Bastiandy 🕔Selasa 15 Juni 2021, 22:35 WIB
PENYEDIAAN ruang isolasi bagi pasien covid-19 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sudah menyasar hingga ke tingkat rukun tetangga...
DOK MI

Isolasi Mandiri Rawan Penularan Covid-19 Intrakeluarga

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 15 Juni 2021, 22:35 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Sleman, DIY meminta masyarakat memanfatkan tempat-tempat isolasi atau karantina yang ada yang disediakan hingga...
MI/Januari Hutabarat

Bupati Nikson Panen Perdana Padi Gogo di Tengah Pandemi Covid-19

👤Januari Hutabarat 🕔Selasa 15 Juni 2021, 22:26 WIB
Nikson Nababan juga mengucapkan terima kasih kepada para petani sebagai ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan pangan di daerah yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya