Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat mengakui pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada kalangan lanjut usia (lansia) masih jauh dari target. Salah satu kendalanya adalah belum meratanya sosialisasi. Akibatnya kegiatan vaksinasi yang dilakukannya, masih kurang diminati lansia.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra mengatakan, dari sasaran sekitar 71 ribu, baru 6.030 lansia yang menjalani vaksinasi. Angka tersebut masih sangat jauh dari target.
"Kami meminta anak muda yang memiliki anggota keluarga lansia untuk mengajaknya untuk melaksanakan vaksinasi ke Puskesmas. Karena, lansia termasuk dalam kelompok rentan terpapar Covid-19 mumpung sekarang vaksin tersebut masih ada dan kalau sudah habis harus menunggu lagi," kata Asep, kemarin.
Ia mengatakan, pihaknya masih tetap fokus melaksanakan vaksinasi kepada lansia untuk menuntaskan kepada pelayan publik karena dalam pelaksanan tersebut bagi mereka juga masih belum memenuhi target. Namun, total 33 ribu yang terdata secara nasional tersebut baru mencapai 28 ribu yang menjalani telah vaksinasi tetapi di Kota Tasikmalaya data itu tercatat 60 ribu.
"Untuk data secara nasional tercatat ada 33 ribu dan pelayan publik ada sekitar 60 ribuan tapi pelaksanaan vaksinasi sekarang memang kurangnya sosialisasi dan yang divaksin baru mencapai 28 ribu. Kami meminta agar warga yang memiliki keluarga lansia, supaya mereka membawanya ke Puskesmas karena Covid-19 tersebut rentan menyerang mereka," ujarnya.
Sementara, Kepala Bidang, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kota Tasikmalaya, Atang Sumardi mengatakan, vaksinasi bagi lansia yang dilakukannya selama ini masih sangat sedikit dan baru mencapai 5 persen mereka sudah menjalani dari total target sasaran. Kurangnya sosialisasi yang dilakukan selama ini masih menjadi kendala terutamanya lansia paling banyak ditemukan setiap pelosok.
"Vaksinasi yang dilakukan terhadap lansia di wilayahnya selama ini kurangnya sosialisasi secara masif dilakukan petugas pedesaan dan kecamatan, tetapi petugas tetap akan lebih fokus melakukan vaksinasi kepada lansia dan guru. Karena, rencana sekolah di Kabupaten Tasikmalaya akan mulai digelar tatap muka di bulan Juli," paparnya. (OL-13)
Baca Juga: BKN Tuding Ada PNS Fiktif karena Instansi Malas Perbarui Dokumen
Produksi dahak yang minim pada lansia serta penggunaan antibiotik yang luas sebelum diagnosis sering kali menghambat identifikasi agen penyebab.
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Di Indonesia, fenomena employee-caregivers atau karyawan yang merangkap sebagai pengasuh orang tua di rumah menjadi tantangan unik.
Biasanya kalau di tempat ramai, dia (lansia) itu sudah merasa enggak bisa (mendengar). Itu disebut sebagai cocktail party deafness.
Penurunan fungsi pendengaran sering dianggap sebagai konsekuensi alami dari pertambahan usia.
Ingin mudik aman tanpa drama? Simak panduan lengkap manajemen stres dan kenyamanan kabin khusus untuk perjalanan bersama anak-anak dan lansia di sini
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved