Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Buleleng, Bali, melalui Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disdagprinkop UKM) Kabupaten Buleleng meminta UMKM dilibatkan dalam mengembangkan produk obat herbal dan obat tradisional Buleleng. Kepala Disdagperinkop UKM, Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan UMKM yang ada di Buleleng agar melihat peluang untuk mengembangkan produk herbal dan tradisional Buleleng.
"Beberapa hari yang lalu di Buleleng ada pameran UMKM. Dalam pameran itu ada banyak produk obat tradisional Buleleng yang bisa dikembangkan," ujarnya Jumat (30/4).
Sudiarta menjelaskan, dalam arahan Bupati Buleleng dengan The Spirit Of Sobean di Kabupaten Buleleng mempunyai produk obat herbal atau tradisional yang bisa dikembangkan lebih luas. Pengembangan produk obat tradisional /herbal Buleleng dapat melalui pemasaran seperti pameran atau secara online. Oleh karena itu semakin dikembangkan mutu dari obat herbal Buleleng tersebut maka masyarakat lebih mengenal serta memanfaatkan obat herbal. Memanfaatkan obat herbal tentu dapat membantu dalam upaya menjaga imunitas tubuh masyarakat di masa pandemi.
"Seperti sekarang di masa pandemi ini kita rutin meminum obat trasional seperti jamu, sere, jahe, minyak urut yang dapat menjaga imunitas tubuh," ucapnya.
Produk-produk dari UMKM berupa obat herbal/tradisonal Buleleng agar dapat diminati masyarakat dan bangga dengan produk lokal. Karena dapat membantu menjaga pelestarian budaya serta dapat nilai tambah dari aspek ekonomi masyarakat. Untuk kedepannya, di samping aspek pelestarian aspek pengembangan itu penting, diperlukan pengembangan lebih luas lagi. Karena pelaku UMKM yang mengelola obat herbal di Buleleng belum banyak sementara bahan baku atau komoditi yang dimiliki Buleleng sangat melimpah.
Pelaku dan bahan baku harus bersinergi, untuk itu dirinya akan lebih mendorong produk yang sudah dihasilkan. Melalui akses pemasaran yang lebih ditingkatkan dan kualitas sertifitkasi produknya sehingga masyarakat lebih nyaman menggunakannya.
"Contohnya untuk minuman herbal minimal punya izin Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT) atau layak pangan yang sehat untuk dikosumsi, ada juga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan juga membantu dalam kemasan produk," tambah Sudiarta.
baca juga: UMKM
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat memperkenalkan konsep The Spirit Of Sobean. Ia menjelaskan konsep ini akan dijadikan branding tentang potensi-potensi lokal terbaik yang ada di Buleleng. Pemetaan dilakukan terlebih dahulu sehingga potensi lokal yang terbaik dijual ke khalayak. Potensi lokal yang terpilih juga bisa dijadikan sarana untuk menyejahterakan masyarakat di Kabupaten Buleleng.
"Seperti hasil-hasil pertanian, destinasi wisata, bahkan hotel-hotel terbaik di Buleleng. Destinasi wisata terbaik yang bisa masuk seperti kebersihan dan keasriannya terjaga. Termasuk perilaku masyarakat sekitar yang bisa dijadikan sumber perekonomian di masyarakat," jelasnya. (OL-3)
Prestasi ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan Bali yang tidak terputus sejak pertama kali penghargaan Readers' Choice Awards DestinAsian diselenggarakan.
Basarnas Bali gelar Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 selama 17 hari. 140 personel disiagakan di pelabuhan, bandara, dan objek wisata untuk antisipasi darurat.
Larangan ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk agen travel, komunitas pencinta alam, hingga pendaki mandiri
Pengembangan kawasan hunian di Bali mulai bergerak ke arah yang lebih luas dari sekadar pembangunan properti.
Untuk memudahkan pengurusan, Imigrasi Bali juga membuka pelayanan pengajuan ITKT di seluruh kantor imigrasi di Bali tanpa dibatasi domisili.
KEMENTERIA Agama (Kemenag) menegaskan bahwa panduan pelaksanaan takbiran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi hanya berlaku di Provinsi Bali.
Kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan lokasi yang bergiliran di seluruh kabupaten/kota di Bali.
Program ini diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang ingin menjadi mitra program tersebut.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menjalin kerja sama dengan Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah untuk memperkuat pengembangan koperasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Program Kita Jaga Usaha (KJU) Tahap I sebagai upaya pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha mikro yang terdampak bencana Sumatra.
CPI bersama Bank Indonesia meluncurkan buku pedoman implementasi model bisnis UMKM berkelanjutan sebagai panduan mendorong ekonomi hijau dan akses pembiayaan ramah lingkungan.
Jejak Jajanan Nusantara tidak hanya menampilkan beragam kuliner tradisional, tetapi juga menghadirkan berbagai inisiatif penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved