Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI mengubah tatanan pada banyak sektor, tidak terkecuali kesehatan. Keberadaan virus corona (Covid-19) yang menyebar dengan cepat menyebabkan banyak orang enggan untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan.
Mereka cemas, rumah sakit dan klinik yang dikunjungi akan membuat mereka tertular covid-19. Padahal, banyak masyarakat yang masih membutuhkan layanan kesehatan.
Kondisi ini juga dialami Klinik Asiki, fasilitas kesehatan modern di pedalaman Boven Digoel, Papua. Sejak pandemi menghampiri Indonesia pada Maret 2020, klinik yang dikelola Tunas Sawa Erma (TSE) Group ini mengalami penurunan kunjungan pasien secara signifikan.
Klinik Asiki merupakan klinik pratama modern yang ditunjang dengan perlengkapan canggih. Klinik ini memberikan fasilitas pelayanan kesehatan secara gratis untuk Orang Asli Papua (OAP).
Manajer Klinik Asiki Dokter Firman Jayawijaya menyebutkan, biasanya, setiap hari ada 100 hingga 120 orang berkunjung ke klinik. Namun, sejak masa pandemi, jumlah itu berkurang menjadi sekitar 50 orang. Penurunan kunjungan mencapai 50%.
Bahkan, menurut Firman, klinik sempat hanya melayani beberapa pasien tiap hari selama beberapa waktu. Hal ini menjadi perhatian manajemen mengingat masih banyaknya permasalahan kesehatan yang dialami masyarakat setempat dan harus segera diselesaikan.
Aplikasi digital
Klinik Asiki tidak berpangku tangan. Dokter dan staf berupaya beradaptasi.
Meski berada di daerah pedalaman, klinik yang diresmikan pada September 2017 ini gencar memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
Firman mengatakan, salah satu programnya adalah bekerja sama dengan Mobile JKN, aplikasi milik BPJS Kesehatan yang dapat diakses melalui telepon seluler. Melalui aplikasi ini, masyarakat di sekitar perusahaan dapat melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter-dokter di Klinik Asiki.
Ketika dokter sudah mendiagnosa penyakit secara jelas, mereka akan membuatkan resep obat. Terakhir, petugas mengantarkan ke tempat tinggal pasien.
“Jadi, kita kurangi kontak dengan orang banyak, kita lindungi mereka dan diri kami,” kata Firman.
Konsultasi juga bisa dilakukan via WhatsApp dengan proses yang sama, yakni obat-obat akan dikirim oleh petugas.
Tapi, ada kalanya dokter sulit untuk memutuskan diagnosa dengan hanya wawancara. Ketika menemukan permasalahan ini, tenaga medis Asiki akan berkunjung ke rumah warga dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.
Firman menuturkan, berbagai upaya ini dilakukan agar Klinik Asiki masih dapat memberikan layanan kesehatan secara maksimal. “Di sisi lain, mereka bisa tetap memanfaatkan fasilitas yang ada.”
Adaptasi ini tidak dilakukan dengan serta merta. Firman mengatakan, Klinik Asiki baru memanfaatkan platform online pada Mei 2020 karena harus melakukan kajian dan percobaan terlebih dahulu. Tujuannya, memastikan proses layanan kesehatan tetap berjalan maksimal meski dengan proses yang baru.
Seiring berjalannya waktu, pemanfaatan platform online kini berkurang. Pasalnya, banyak masyarakat yang sudah berani untuk berobat langsung di Klinik Asiki, meskipun belum sebaik dibandingkan sebelum pandemi.
“Mereka sudah percaya dan kembali ke klinik lagi,” tandas Firman. (N-2)
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
MINIMNYA aktivitas fisik disebut sebagai salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami demensia atau Alzheimer usia muda
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved