Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir bandang di Lembata, Nusa Tenggara Timur, 4 April 2021
lalu, menerbitkan perhatian Ikatan Notaris Indonesia.
Melalui donasi yang dikumpulkan ketua umumnya Yualita Wulandari, organisasi para Notaris tersebut menyalurkan donasi berupa bahan pangan. Bantuan diserahkan di posko pengungsian di sejumlah wilayah di NTT.
Di Lembata, bantuan kemanusiaan disalurkan ke posko pengungsian SMP
Negeri Lewoleba, Kamis (29/4) oleh Notaris Heriyanto Wijaya. Posko
terbesar itu menampung 308 jiwa pengungsi. Kebutuhan beras di lokasi ini mencapai 150 kilogram per hari.
"Ini bantuan kemanusiaan dari Ikatan Notaris Indonesia disalurkan oleh
ketua umum Ikatan Notaris Indonesia, Yualita Wulandari, yang menghimpun
teman-teman Notaris seluruh Indonesia," ujar Heriyanto Wijaya.
Pihaknya mengerahkan relawan Pemuda Katolik, guna membantu distribusi bantuan logistik berupa beras, mi instant dan air minum dalam kemasan ke titik-titik pengungsian.
Selain logistik berupa bahan makanan, Ikatan Notaris Indonesia juga
menyalurkan peralatan makan berupa kompor, piring, sendok makan, termos
nasi, cetek dan saringan yang akan disalurkan ke sejumlah titik
pengungsian.
Organisasi para Notaris se Indonesia inipun akan mendirikan MCK pada
titik-titik pengungsian mandiri yang tersebar di kebun-kebun.
"Ketua umum mengucapkan bela sungkawa mendalam atas korban jiwa yang ditimbulkan akibat badai Seroja," ujar Heriyanto Wijaya.
Kordinator Posko Pengungsian SMP Negeri Lewoleba, Kristoforus Lera
menyampaikan terima kasih berlimpah atas bantuan kemanusiaan yang di
serahkan Ikatan Notaris Indonesia.
"Kita ini hidup dari sumbangan pemerintah dan donatur, mau besar dan
kecil kita terima saja. Terima kasih atas kepedulian seluruh donatur
termasuk Ikatan Notaris Indonesia ini," ujar Kristoforus.
Ia menyebutkan, untuk kebutuhan dapur bagi 308 jiwa pengungsi, di
butuhkan 150 kg beras per hari. Sementara sayur mayur dipasok dari donasi warga dari kampung, dan ikan dari BPBD. (N-3)
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved