Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 20 lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan ditetapkan sebagai Warisan Geologi. Penetapan tersebut berdasarkan surat keputusan dari Kementerian ESDM yang akan diserahkan kepada Gubernur DIY, Kamis (22/4).
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono menyampaikan 20 lokasi yang ditetapkan sebagai warisan geologi tersebut memiliki keunikan masing-masing.
"Warisan geologi tersebut merupakan kekayaan alam yang dianugerahkan kepada kita," kata dia.
Dia pun berharap, pemerintah daerah dapat melestarikan potensi yang dimiliki dari warisan geologi tersebut, baik untuk pendidikan hingga menjadi tujuan wisata. Kepala Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan (PIWPP) Setda DIY, Bambang Widhyo Sadmo menjelaskan, penetapan tersebut telah menempuh proses panjang sejak diusulkan sekitar 2013 lalu.
Berdasarkan pertimbangan komponen geologi unggulan dan pengkriteriaan 20 lokasi Warisan Geologi, didapatkan hasil pembandingan 10 lokasi sebagai Warisan Geologi Lokasl, 9 lokasi sebagai Warisan Geologi Nasional, dan 1 lokasi sebagai Warisan Geologi Internasional. Selanjutnya, hasil penilaian terhadap rekomendasi pemanfaatan Warisan Geologi, seluruh lokasi perlu dilakukan upaya pelestarian dan perlindungan.
baca juga: ESDM Cagar Biosfer
Untuk menunjang pengembangan pendidikan dan peningkatan ekonomi masyarakat, 20 lokasi Warisan Geologi tersebut dapat dimafaatkan sebagai objek penelitian, pendidikan kebumian, dan pengembangan geowisata.
"Para bupati di wilayah tersebut diharapkan dapat memiliki komitmen dan kesepakatan bersama dalam melestarikan dan mengembangkan kawasan Warisan Geologi di daerahnya," kata dia.
Berikut 20 Warisan Geologi di DIY
Kabupaten Kulonprogo.
1. Puncak Tebing Kaldera di Suroloyo
2. Perbukitan Asal Struktur Geologi Widosari
3. Formasi Nanggulan Eosen Kalibawang
4. Goa Kiskendo
5. Mangan Kiripan di Karangsari.
Kabupaten Sleman
1. Kompleks Perbukitan Intrusi di Godean
2. Kompleks Batuan Merapi Tua Turgo-Plawangan
3. Aliran Piroklastik Bakalan
4. Tebing Breksi Piroklastik Purba Sambirejo
5. Rayapan Tanah Ngelepen
6. Lava Bantal Berbah
7. Batu Gamping Eosen.
Kabupaten Bantul
1. Sesar Opak Bukit Mengger
2. Lava Purba Mangunan
3. Gumuk Pasir Parangtritis
Gunungkidul
1. Gunung Ireng Pengkok
2. Gunungapi Purba Nglangeran
3. Gunung Genthong Gedangsari
4. Bloturbasi Kali Ngalang
5. Gunungapi Purba Siung-Batu Wediombo.
(OL-3)
Presiden menyebut, dalam beberapa tahun terakhir rakyat merasakan dampak dari tata kelola energi yang tidak beres.
Cahaya baru di rumah Arobi menghidupkan warga Fakfak. Arobi Namudat (66) tinggal di rumah kayu sederhana di Fakfak, Papua Barat.
Target Program BPBL tahun 2025 ini sejumlah 215.000 rumah tangga dengan instalasi terpasang akan selesai di akhir tahun ini.
Salah satu alasan pembuatan aturan baru LPG 3 kg adalah karena, saat ini, tidak ada aturan yang melarang pembelian bahan bakar itu oleh masyarakat mampu.
Tahap penjurian lomba karya jurnalistik & fotografi ESDM 2025 yang merupakan kerjasama Kementerian ESDM RI dengan Dari Balik Lensa Media Indonesia.
Ali menilai keberhasilan program ini dapat dijadikan acuan model bagi sektor industri ekstraktif lainnya di Indonesia.
INDONESIA melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hadir sebagai pengamat dalam Sidang Tahunan Pengelola Cagar Biosfer ke-36 (ICC MAB UNESCO), di Maroko, 1-5 Juli lalu.
Sepuluh hektare lahan di hutan konservasi gambut suaka margasatwa (SM) Giam Siak Kecil, Bengkalis, Riau, diduga dibakar untuk perluasan lahan kebun kelapa sawit.
Cagar Biosfer GSK di Riau yang memiliki luas 705.000 hektare itu merupakan rumah bagi flora dan fauna penting selain menjadi penyangga kehidupan manusia.
KELEMBAGAAN Komite Nasional Man and The Biosphere (MAB) UNESCO Indonesia dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sukses mengembangkan 19 cagar biosfer di Indonesia sejak 2009.
Zingiberaceae ditemukan di wilayah TN Lore Lindu Sulteng dan telah digunakan oleh suku Topo Baria sebagai obat-obatan, penyedap rasa dan pembungkus makanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved