Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGAI terobosan membangun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terus dilakukan masyarakat untuk bertahan selama masa pandemi Covid-19. Salah satunya usaha sabun cuci piring yang digagas Taufiq, 50, bersama sahabat UMKM yang terdiri dari 40 warga di Jalan Srikandi Komplek Wadya Graha 1 Kelurahan Delima, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, Riau.
Usaha yang awalnya bermodalkan dana patungan sebesar Rp500 ribu, dalam waktu tiga minggu berhasil berkembang dengan penjualan hingga 500 kemasan sabun cuci piring isi 450 ml dan omset Rp4 juta.
"Pemesanan sudah sampai tiga kabupaten yaitu Kampar, Siak, dan Indragiri Hilir. Tidak banyak, tetapi sangat bagus antusiasnya untuk usaha yang baru saja dirintis," kata Taufiq kepada mediaindonesia.com usai meracik sabun cuci piring kemasannya di perumahan Wadya Graha, Pekanbaru, Selasa (30/3).
Secara fisik, sabun cair pencuci piring delima buatan sahabat UMKM Taufiq tidak berbeda dengan sabun komersil buatan pabrik. Namun terdapat keunggulan lantaran dikerjakan langsung dengan tangan dan secara manual sehingga sabun buatan Taufiq jauh lebih kental dan warna hijaunya yang pekat. Kekentalan yang terjaga itu menghasilkan kualitas busa yang banyak
sehingga dapat membersihkan kotoran dan lemak yang melengket.
"Ada rahasianya yaitu PH air wajib di atas 6. Karena itu, kami memakai air mineral galon untuk proses membuatnya. Sedangkan bahan baku utamanya adalah bahan nabati seperti garam yodium, texapon nabati sawit, dan pewarna," jelas Taufiq.
Lantaran tidak memakai bahan kimia pengawet, produk sabun delima sahabat UMKM bisa diterima pasar. Bersama tiga warga lainnya yaitu Dahono Seto selaku sekretaris dan design produk, Eno selaku penjualan, dan Rina merupakan bendahara, Taufiq selaku ketua akhirnya mengatur strategi pemasaran. Produk sabun cair delima dipasarkan dengan kemasan kotak plastik yang ditempeli stiker hijau sehingga tampak sangat menarik.
"Kami tetapkan harga Rp8 ribu per kemasan 450 ml. Karena mahal dibiaya kemasan yang sebesar Rp2.500. Biaya kemasan ini yang sedang kami pikirkan untuk dapat ditekan lagi," jelas Eno yang dipercaya untuk tenaga penjualan.
Eno menuturkan, pada produksi awal sebanyak 40 kemasan, sahabat UMKM menjual kepada warga sekitar Wadya Graha. Lantaran memang didukung warga sedari awal, produk sabun cair delima seketika laris manis. Selanjutnya warga setempat yang sebanyak 76 rumah juga diminta untuk dapat memasarkan produk tersebut.
"Alhasil penjualan sampai ke Kabupaten Siak, kemudian dipesan tempat wisata Pulau Cinta di Kabupaten Kampar, dan sampai ke Pulau Kijang di Kabupaten Indragiri Hilir," ujarnya.
Ia menambahkan, warga yang antusias memasarkan produk sabun cuci piring delima seharga Rp10 ribu atau terdapat selisih Rp2 ribu dari harga yang ditetapkan. Selisih itu dianggap keuntungan yang boleh dikantongi untuk jasa penjualan. Pasalnya, sebagai usaha baru, sahabat UMKM belum bisa untuk menggaji karyawan tetap layaknya perusahaan besar.
"Karena tujuannya awalnya untuk membantu ekonomi warga. Jadi untuk upah selain jasa menjual, warga yang ikut bekerja meracik sabun juga boleh membawa pulang satu kemasan. Namun dalam pembukuan, kami tetap menghitung dan mengganti membayar setiap kemasan yang dibawa pulang itu," jelas Eno.
Selain dukungan warga setempat, pihak Kelurahan Delima juga memberikan perhatian. Lurah Delima Riski Rambe bahkan memasukkan produk sabun cuci piring sahabat UMKM sebagai program kelurahan. Apalagi produk tersebut memakai nama Delima yang merupakan nama kelurahan setempat.
"Selain itu, perhatian juga datang dari LPM Kota Pekanbaru yang mengajari kami membuat produk yang bagus. Kemudian dari Kadin Kota Pekanbaru yang mendukung untuk pemasaran. Ini semua respons yang sangat baik," ujarnya.
baca juga: Sisunandar, Profesor Kelapa Kopyor Indonesia
Kedepan, rencananya sahabat UMKM juga akan meluncurkan produk sabun cuci tangan. Hal itu melihat potensi kebutuhan sabun cuci tangan pada masa pandemi. Selanjutnya, warga setempat juga akan membuat produk makanan ringan dan oleh-oleh khas Pekanbaru seperti ubi krispi, kentang, olahan coklat dan lainnya.
"Sudah siap 26 rumah dari jumlah 76 rumah di Wadya Graha Blok 1 yang akan membantu produksi. Karena prinsipnya Sahabat UMKM yang berasal dari warga dengan memberdayakan warga, dan hasilnya untuk warga setempat. Jadi kita bersama-sama berusaha dan semoga berhasil," pungkas Taufiq.(OL-3)
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
HARIMAU Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berusia remaja menuju dewasa dilaporkan muncul di sekitar pemukiman penduduk di RT.14/RW.14 Desa Benteng Hulu, Siak, Riau.
Seekor gajah jantan dewasa berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pelalawan, Riau.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati dalam kondisi dimutilasi.
Menjelang periode mobilitas tinggi pada arus mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pengerjaan pemeliharaan rutin di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).
SELURUH Tempat Hiburan Malam (THM) yang beroperasi di wilayah Kota Pekanbaru akan dilarang beroperasi selama Ramadan 1447/2026 M.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Sejauh ini belum ada perusahaan yang mengajukan keberatan dengan besaran UMK 2026.
Harga cabai merah yang sebelumnya sempat mengalami lonjakan kini mulai berangsur turun di harga Rp75 ribu per kilogram dan cenderung stabil.
Kepala Terminal BRPS Pekanbaru Bambang Armanto mengatakan peningkatan jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang belum terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved