Sabtu 27 Maret 2021, 18:20 WIB

Mudik Dilarang lagi, PO Bus di Tasikmalaya Merugi Lagi

Adi Kristiadi | Nusantara
Mudik Dilarang lagi, PO Bus di Tasikmalaya Merugi Lagi

Antara
Larangan mudik lebaran 2020, tahun ini pemerintah kembali melarang mudik lebaran.

 

PERUSAHAAN Oto (PO) bus dan awak bus di Tasikmalaya, Jawa Barat menyesalkan larangan mudik lebaran tahun ini. Pasalnya, tahun lalu (2020) juga dilarang dan selama pandemi Covid-19 mereka sudah terpuruk.

"Kalau ada kebijakan larangan mudik lebaran tahun ini sudah jelas semua awak otobus di Tasikmalaya rugi cukup besar. Apalagi sebelum ada larangan mudik juga semua telah merugi. Karena, di masa pandemi Covid-19 juga banyaknya aturan seperti pembatasan jumlah penumpang dan hand sanitizer harus selalu tersedia termasuk masker," kata salah seorang pengemudi bus, Agus Kurniawan, 52, di Terminal Tipe A Indihiang, Tasikmalaya, Sabtu (27/3/2021).

Agus mengatakan, para awak angkutan minta agar pemerintah pusat membatalkan kebijakan larangan mudik lebaran. Terlebih lebaran hanya satu tahun sekali dan momentum yang ditunggu-tunggu pekerja angkutan.

"Kami tetap berharap supaya aturan larangan mudik dibatalkan. Mudik lebaran ibaratnya panen raya bagi awak bus dan celengan setahun sekali. Jika pemerintah tetap melarang mudik tahun ini, kami terpaksa harus beralih profesi lainnya. Sebab jika dipaksakan bekerja setoran ke perusahaan harus tetap ada," paparrnya.

Sementara, pengemudi otobus lainnya Alex, 55, mengatakan, kebijakan pemerintah harus lebih memperhatikan masyarakat bawah. Jika larangan mudik lebaran dilaksanakan maka pemerintah harus memberikan kompensasi kepada awak bus yang terdampak aturan tersebut.

"Kalau memang pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan agar tidak mudik pada lebaran tahun ini supaya para pekerja diberikan kompensasi atau ada pengganti uang jalan," ujar Alex.

Apalagi, jelas Alex, awak bus memang sudah terdampak berat selama pandemi Covid-19 ini. Penghasilan kami makin terkikis karena sepinya penumpang," paparnya. (OL-13)

Baca Juga: Mudik Kembali Dilarang, Organda Purbalingga Cuma Bisa Pasrah

 

Baca Juga

DOK

Keluar dari Zona Merah, BOR di Kabupaten Kudus Jadi 15%

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Juli 2021, 20:50 WIB
SEMPAT menjadi kota di Pulau Jawa dengan tingkat penularan covid-19 yang cukup tinggi, kondisi di Kabupaten Kudus kini perlahan mulai...
Ist

Upaya Turunkan Kasus Covid-19, Pemkab Sukoharjo Gencarkan Vaksinasi

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Juli 2021, 20:33 WIB
Dengan didukung pihak swasta, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menggelar pertama pelayanan vaksinasi Covid-19 di The Park...
Antara

Ekonomi Papua Bisa Tumbuh 5,7% pada Tahun Depan

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 27 Juli 2021, 20:13 WIB
Menurut Menhub, perlu langkah strategis terkait produktivitas dan pembangunan infrastruktur di wilayah Papua dan Papua Barat. Sehingga,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Saling Jaga dari Serangan Virus

PANDEMI covid-19 telah berdampak besar bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan harian, seperti ojek daring, buruh harian, dan pekerja lepas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya