Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menegaskan daerahnya masih akan tetap menyandang status daerah penghasil beras cukup besar di Indonesia. Karena itu, Sumsel yang dikenal masuk sebagai lima besar penghasil beras di Tanah Air, meyakinkan untuk tidak memerlukan adanya impor beras seperti yang diwacanakan pemerintah pusat saat ini.
Wakil Gubernur Sumatra Selatan, Mawardi Yahya, menilai Provinsi Sumsel tidak perlu melakukan impor beras karena Sumsel termasuk daerah swasembada
beras di Indonesia. "Kita tidak bisa mengomentari terlampau jauh. Jadi, mungkin pertimbangannya ada daerah yang kurang tapi bagi Sumsel kita surplus. Indonesia bukan hanya Sumsel saja," ujar Mawardi di Palembang,
Senin (22/3).
Mawardi pun berharap Sumsel bisa menjadi provinsi ketiga dengan hasil produksi padi secara nasional. "Harapannya bukan lima besar tapi tiga besar
seiring dengan perluasan lahan pertanian yang kita kelola," jelasnya.
Menurut Mawardi, dengan adanya wacana pemerintah untuk mengoptimalkan lahan rawa untuk pertanian juga akan menambah produksi beras. "Secara filosofi kalau bibit unggul hasil unggul. Harapan kita mungkin kalau bibit biasa hanya menghasilkan 6-7 ton, kalau bibit unggul bisa meningkat," kata dia.
Ditambahkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Rusuan Bambang Pramono mengatakan, pada Maret 2021 ini saja di wilayah Sumsel sudah berhasil memproduksi yang cukup beras. Bahkan pihaknya mencapai ada sekitar 300.000 ton beras yang diklaim
sebagai surplus dari Sumsel.
Ia mengakui, tahun 2020 lalu Sumsel mampu menghasilkan 2,8 juta ton beras. Hingga April 2021 ini, pihaknya memproyeksi mampu menghasilkan 864 ribu ton GKG (gabah kering giling).
"Melihat kondisi di 2020, kita berhasil mencapai 2,8 juta ton. Dengan jumlah penduduk 8,2 juta orang, konsumsi kita dikonversi per tahun dengan kebutuhan konsumsi sekitar 810 ribu ton beras. Artinya pada 2020 lalu ada surplus beras mencapai 2,07 juta ton. Tahun ini juga diyakini akan sama atau melebihi dari itu," kata dia.
Dengan kondisi saat ini, ditegaskan Rusuan, Pemprov Sumsel tidak perlu mendapatkan impor beras. "Karena Maret ini kita sudah surplus beras cukup
tinggi, jadi memang Sumsel tidak perlu impor beras," kata dia.
Dijelaskan Rusuan, karena saat ini serapan yang begitu besar di Sumsel bahkan Bulog pun sudah bekerja cukup optimal sehingga menjadikan alasan
untuk tidak melakukan impor beras di wilayah Sumsel.
"Tidak cukup Bulog saja, tapi pemerintah pusat juga diharapkan menyerap sebanyak mungkin panen raya di Sumsel. Gubernur juga terus mendorong percepatan serapan beras di Sumsel. Semoga minggu depan ada dari pusat menggelar panen raya sehingga gabah di Sumsel cepat terserap dan harganya
menjadi stabil," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Stok Cukup, Rektor IPB Tegaskan Tolak Impor Beras
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Ini kata BMKG. soal anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa gempa Banyuasin tidak lazim karena terjadi di wilayah yang belum pernah terjadi gempa.
Sebayak tujuh program prioritas yang akan dijalankan dalam upaya percepatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan di Sumatra Selatan (Sumsel).
GUBERNUR Sumsel mengaku sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto untuk mempersingkat birokrasi dan menghapus birokrasi yang bertele-tele.
GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta Presiden Prabowo Subianto membantu penyelesaian pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan.
GUBERNUR Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, meniadakan open house pada lebaran 2025 atau Idul Fitri 1446 Hijriah dan meminta masyarakat untuk perkuat silaturahmi dengan keluarga
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved