Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI teksil alat tenun bukan mesin (ATBM) di kawasan pantai utara (Pantura) Kabupaten/Kota Tegal, Pemalang dan Pekalongan, Jawa Tengah, mengeluhkan kelangkaan sekaligus mahalnya bahan baku. Akibatnya, industri teksil alat tenun tersebut sudah tutup sekitar 25 persen. Hal itu disampaikan salah satu produsen sarung ATBM di Kota Tegal, pemilik PT Asaputex Jaya, Jamaludin Al Katiri, Minggu (14/3). Jamal menuturkan bahan baku ATBM mulai sulit diperoleh sejak Desember 2020.
"Selain barangnya sulit diperoleh harganya juga mahal," kata Jamaludin.
Ia menyebutkan, bahan baku berupa serat kayu rayon yang dijadikan benang harganya melambung tinggi dari sebelumnya hanya Rp8 juta per bal menjadi Rp13 juta per bal.
"Kenaikan yang tidak wajar ini sudah terjadi dalam waktu satu bulan. Padahal bahan bakunya diproduksi di dalam negeri," terang produsen sarung terbesar di Kota Tegal tersebut.
Jamaludin menerangkan langka dan mahalnya bahan baku tersebut terjadi karena banyak penjual bahan baku yang lebih mementingkan ekspor ketimbang memenuhi kebutuhan dalam negeri. Padahal permintaan sarung ATBM Kota Tegal dari pasar luar negeri masih cukup tinggi.
"Ekspor naik dua sampai tiga kali lipat, namun bahan bakunya semakin sulit, terutama setelah Januari, Februari. Jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita beli ke pedagang yang stoknya terbatas, dan harganya mahal," keluhnya.
Kelangkaan dan mahalnya harga bahan baku tersebut membuat 25 persen industri sarung ATBM di Kota Tegal dan sekitarnya terpaksa menghentikan produksi.
"Padahal jumlah industri ATBM di wilayah Pantura ada di atas 250 pabrik yang setiap pabriknya ada yang 300 mesin. Dari jumlah itu 25 persennya tutup," jelasnya.
Jamaludin meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Jika tidak, akan semakin banyak industri ATBM yang akan gulung tikar.
"Saya dapat infor dari teman-teman, kalau nanti sebelum Ramadan belum ada juga bahan bakunya, kemungkinan akan beramai-ramai menghentikan usaha. Jadi selagi ada waktu tolong pemerintah turun tangan. Pentingkan dulu kepentingan dalam negeri, daripada ekspor," tegasnya.
baca juga: Pemkot Makassar Kerja Sama Dengan BBWS Tanggulangi Banjir
Ia berpandangan, industri ATBM perlu diselamatkan karena menjadi tempat banyak orang yang menggantungkan hidup. Selain itu, sarung ATBM dari Tegal juga sudah menembus pasar luar negeri.
"Kalau dari Tegal sampai Pemalang saja, jumlah pengrajinnya itu bisa sampai 100 ribu orang, itu belum termasuk tukang tali dan lain-lain, mungkin bisa di atas 300 ribu orang," paparnya..
Menurut dia, PT Asaputex Jaya memiliki kapasitas produksi 300 hingga 600 potong per hari dan itu baru memenuhi 30 persen dari total permintaan.
"Kalau industri seluruh Pantura digabung, produksinya bisa 10.000 potong per hari. Tolong pemerintah bantu kami secepatnya," pungkasnya. (OL-3)
NASARI Digital (Nadi) menerapkan standar internasional pengelolaan keamanan informasi, seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan data pada layanan koperasi dan UMKM berbasis digital.
Musda ke-VIII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten resmi ditutup dan menandai babak baru kepemimpinan organisasi kepemudaan di Tanah Jawara.
Pengelolaan logistik masih menjadi beban biaya dan operasional bagi banyak pelaku UMKM, khususnya yang sedang berupaya memperluas pasar.
PEMERINTAH Kota Palu, Sulawesi Tengah, menargetkan pembentukan 46 Koperasi Merah Putih rampung pada tahun ini. Target tersebut disesuaikan dengan jumlah kelurahan yang ada.
Sepanjang 2025, perusahaan fintech lending AdaKami menyalurkan dukungan kepada delapan UMKM dari berbagai sektor melalui program Usaha Bareng AdaKami.
Program LAKSMI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
Selain hujan ekstrem, wilayah terdampak berada pada Sub DAS Penakir, bagian hulu Sub DAS Gintung, dengan kondisi lereng agak curam hingga sangat curam
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Penyemaian dilakukan pada area target di perairan utara Jawa Tengah dengan jarak 52–82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
Banjir bandang akibat hujan ekstrem di Purbalingga, Jawa Tengah, menewaskan satu warga, melukai satu lainnya, merusak ratusan rumah, dan memaksa ratusan orang mengungsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved