Minggu 14 Maret 2021, 13:13 WIB

Industri Tenun Pantura Jateng Harus Diselamatkan

Supardji Rasban | Nusantara
Industri Tenun Pantura Jateng Harus Diselamatkan

MI/Supardji Rasban
Pemilik PT Asaputex Jaya, Jamaludin Al Katiri memperlihatkan sarung tenun buatannya. Saat ini terjadi kelangkaan bahan baku dan mahal.

 

INDUSTRI teksil alat tenun bukan mesin (ATBM) di kawasan pantai utara (Pantura) Kabupaten/Kota Tegal, Pemalang dan Pekalongan, Jawa Tengah, mengeluhkan kelangkaan sekaligus mahalnya bahan baku. Akibatnya, industri teksil alat tenun tersebut sudah tutup sekitar 25 persen. Hal itu disampaikan salah satu produsen sarung ATBM di Kota Tegal, pemilik PT Asaputex Jaya, Jamaludin Al Katiri, Minggu (14/3).  Jamal menuturkan bahan baku ATBM mulai sulit diperoleh sejak Desember 2020. 

"Selain barangnya sulit diperoleh harganya juga mahal," kata Jamaludin.
     
Ia menyebutkan, bahan baku berupa serat kayu rayon yang dijadikan benang harganya melambung tinggi dari sebelumnya hanya Rp8 juta per bal menjadi Rp13 juta per bal.
     
"Kenaikan yang tidak wajar ini sudah terjadi dalam waktu satu bulan. Padahal bahan bakunya diproduksi di dalam negeri," terang produsen sarung terbesar di Kota Tegal tersebut.
     
Jamaludin menerangkan langka dan mahalnya bahan baku tersebut terjadi karena banyak penjual bahan baku yang lebih mementingkan ekspor ketimbang memenuhi kebutuhan dalam negeri. Padahal permintaan sarung ATBM Kota Tegal dari pasar luar negeri masih cukup tinggi.
     
"Ekspor naik dua sampai tiga kali lipat, namun bahan bakunya semakin sulit, terutama setelah Januari, Februari. Jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita beli ke pedagang yang stoknya terbatas, dan harganya mahal," keluhnya.
     
Kelangkaan dan mahalnya harga bahan baku tersebut membuat 25 persen industri sarung ATBM di Kota Tegal dan sekitarnya terpaksa menghentikan produksi.
     
"Padahal jumlah industri ATBM di wilayah Pantura ada di atas 250 pabrik yang setiap pabriknya ada yang 300 mesin. Dari jumlah itu 25 persennya tutup," jelasnya.
     
Jamaludin meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Jika tidak, akan semakin banyak industri ATBM yang akan gulung tikar.
     
"Saya dapat infor dari teman-teman, kalau nanti sebelum Ramadan belum ada juga bahan bakunya, kemungkinan akan beramai-ramai menghentikan usaha. Jadi selagi ada waktu tolong pemerintah turun tangan. Pentingkan dulu kepentingan dalam negeri, daripada ekspor," tegasnya.

baca juga: Pemkot Makassar Kerja Sama Dengan BBWS Tanggulangi Banjir
     
Ia berpandangan, industri ATBM perlu diselamatkan karena menjadi tempat banyak orang yang menggantungkan hidup. Selain itu, sarung ATBM dari Tegal juga sudah menembus pasar luar negeri.

"Kalau dari Tegal sampai Pemalang saja, jumlah pengrajinnya itu bisa sampai 100 ribu orang, itu belum termasuk tukang tali dan lain-lain, mungkin bisa di atas 300 ribu orang," paparnya..
     
Menurut dia, PT Asaputex Jaya memiliki kapasitas produksi 300 hingga 600 potong per hari dan itu baru memenuhi 30 persen dari total permintaan.

"Kalau industri seluruh Pantura digabung, produksinya bisa 10.000 potong per hari. Tolong pemerintah bantu kami secepatnya," pungkasnya. (OL-3)
 

Baca Juga

ANTARA/HO-BASARNAS

Tim SAR Temukan Jasad Korban Ketujuh Longsor Tambang Emas di Kotabaru

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 17:25 WIB
Korban atas nama Bulkani ditemukan hari ini pukul 15.10 Wita, kata Basarnas...
MI/DEPI

Seorang Bocah SD Tewas dalam Kebakaran di Padalarang

👤Depi Gunawan 🕔Kamis 29 September 2022, 16:48 WIB
Korban meninggal merupakan seorang bocah perempuan yang masih duduk di bangku kelas 3 SD. Dia mengalami luka parah akibat luka bakar di...
dok.humas pemprov jateng

Ganjar Libatkan Penyandang Disabilitas Gambar Jersey Resmi Tour De Borobudur 2022

👤Haryanto 🕔Kamis 29 September 2022, 16:47 WIB
GANJAR bersama Bank Jateng selaku penyelenggara Tour De Borobudur turut menggandeng anak-anak penyandang disabilitas untuk menggambar dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya