Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
JAWA Barat menjawab tantangan terkait pengelolaan sampah. Tahun ini. tujuh bank sampah induk akan dibangun.
Mereka akan menjadi koordinator bagi sekitar 1.616 unit bank sampah yang tersebar di 27 kabupaten dan kota. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan sampah bernilai ekonomi pada masyarakat.
Pendirian bank sampah merupakan jawaban atas tantangan yang diungkapkan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2021 tingkat Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Rabu (10/3).
Wakil Gubernur meminta pemerintah daerah lebih serius dalam mengatasi persoalan sampah. Hal ini sangat penting agar sisa-sisa aktivitas manusia yang jumlahnya terus bertambah ini tidak menimbulkan bencana di kemudian hari.
Semua pihak terutama pemerintah harus memiliki komitmen yang baik dalam pengolahan sampah agar tidak menimbulkan persoalan seperti bencana alam dan kesehatan. "Harus menguatkan komitmen, membuat paradigma. Sampah jangan jadi masalah, harus dijadikan anugerah," lanjutnya.
Salah satu bukti nyata komitmen tersebut adalah dengan penganggaran yang baik. Menurut dia, alokasi biaya untuk sampah mutlak diperlukan mengingat saat ini jumlah penduduk yang terus bertambah.
"Harus ada anggaran untuk pengelolaan sampah," tegas mantan Bupati Tasikmalaya itu.
Nantinya, tambah Uu, anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai penanganan mulai dari pengadaan peralatan hingga sumber daya manusia.
Uu khawatir jika pemerintah daerah tidak serius dalam mengalokasikan
anggaran untuk sampah. "Terkadang pemerintah lebih peduli membangun hal
lain, daripada membeli mobil sampah, bak sampah. Jadi kami harap ada
kepedulian tentang pengadaan sarana prasarana."
Selain itu, menurut Wagug, keberpihakan anggaran diperlukan untuk
mengedukasi masyarakat. Pasalnya, saat ini masih banyak masyarakat yang
tidak paham tentang pengelolaan smapah.
"Ada edukasi, pemahaman ke masyarakat, terhadap komunitas-komunitas,
pesantren. Terkadang di pesantren dengan banyaknya santri, kebersihan
terabaikan, tak bisa diantisipasi dengan baik," katanya.
Uu juga meminta masyarakat yang sudah memiliki kesadaran yang baik
tentang pengelolaan sampah agar turut serta dalam edukasi ke warga
lainnya. "Jangan hanya kita yang peduli, sampaikan juga ke yang lain.
Agar paradigma yang ada di kita, ada juga di orang lain."
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Prima Mayaningtias mengatakan, sebanyak 23 ribu ton sampah dihasilkan setiap hari di Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, 40% di antaranya belum tertangani dengan baik.
Menurutnya, setiap orang berkontribusi menghasilkan sampah 0,5 kilogram
per hari. "Sedikitnya 23 ribu ton sampah per hari yang dihasilkan Jabar. Apabila 40% dari data yang ada di kami tidak tertangani. Seperti
disampaikan Pak Wagub, bisa menyebabkan banjir, menimbulkan penyakit."
Guna menangani persoalan tersebut, pihaknya menggalakkan program bank
sampah. Tujuannya untuk mewujudkan rencana pengurangan sampai di
masyarakat sebesar 30%.
Pihaknya akan memaksimalkan fungsi bank sampah dalam pengelolaan sampah
mulai dari tingkat rumah tangga. Selain mendorong proses daur ulang yang memiliki manfaat ekonomi, bank sampah dapat mengedukasi masyarakat
tentang pemilahan sampah.
"Di salah satu desa di Kabupaten Cirebon sampai kekurangan sampah karena dikelola dengan baik. Semoga ini bisa ditiru masyarakat lain di seluruh Jabar," katanya.
Prima mengatakan, pada tahun ini pihaknya akan mengembangkan tujuh bank
sampah induk yang membawahi sekitar 1.616 unit bank sampah yang tersebar di Jawa Barat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan sampah bernilai ekonomi pada masyarakat.
"Bagaimana sebenarnya mata rantai atau pola dari penanganan sampah rumah tangga. Diambil bank sampah unit, masuk ke bank sampah induk, masuk ke industri plastik dan menghasilkan uang lagi untuk masyarakat," katanya. (N-2)
HARI Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari menjadi momentum memperkuat komitmen terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Pendampingan bank sampah yang dilakukan oleh CCEP Indonesia di Kelurahan Cipinang Melayu sudah berjalan sejak awal tahun 2025.
Universitas Indonesia menggandeng Bank Sampah Alamanda Sejahtera dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar anak-anak sekolah dasar di Kota Bekasi.
FEB UI melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi ibu rumah tangga.
Warga RW 01 Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (23/12) mendapatkan edukasi pelestarian lingkungan melalui penguatan Bank Sampah dan peningkatan akses kesehatan.
Program Waste to Empower diharapkan dapat meningkatkan kapasitas bank sampah hingga 30%.
Apabila surat tersebut tidak ditanggapi dalam 21 hari kerja, maka pihaknya akan melanjutkan upaya hukum melalui gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan skema kompensasi bagi pengemudi angkutan lokal sebagai langkah untuk mengurangi potensi kemacetan selama arus mudik
Seorang ibu di Subang, Jawa Barat kini harus berhadapan dengan hukum setelah menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri yang masih berusia enam tahun.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pelayanan publik dan kepedulian sosial guna memastikan masyarakat dapat pulang kampung dengan aman, tertib, dan terencana menjelang Idulfitri.
Unpad masih menunggu hasil visum setelah seorang mayat pria ditemukan tewas gantung diri di dahan pohon di kawasan kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (19/2)
Cek jadwal imsakiyah Jawa Barat Rabu 18 Februari 2026: Imsak pukul 04.30 WIB, Subuh 04.40 WIB, Magrib 18.15 WIB. Persiapkan sahur dan buka puasa dengan tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved