Jumat 05 Maret 2021, 06:46 WIB

Pengadilan Tinggi Yogya Bebaskan Pasutri Terpidana Jual Beli Rumah

Agus Utantoro | Nusantara
Pengadilan Tinggi Yogya Bebaskan Pasutri Terpidana Jual Beli Rumah

MI/Agus Utantoro
Kuasa Hukum Agus Artadi-Yenny Indarto, Oncan Poerba (tengah)

 

PENGADILAN Tinggi Yogyakarta dalam putusan bandingnya membebaskan pasangan Agus Artadi-Yenni Indarto dari pidana yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Yogyakarta. Sebelumnya pasangan suami istri warga Jalan Magelang, Kemantren Tegalrejo, Yogyakarta ini divonis bersalah melanggar pasal 167 ayat 1 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP tentang memasuki rumah orang lain tanpa izin dan dijatuhi pidana masing-masing 4 bulan penjara.

Kuasa Hukum Agus Artadi-Yenny Indarto, Oncan Poerba, Kamis (4/3) menjelaskan Pengadilan Tinggi Yogyakarta dalam putusannya menyebutkan para terdakwa tidak dapat dipersalahkan dan dibebaskan seluruhnya dari jeratan pidana yang tertuang dalam surat 3/PID/2021/PT.YYK.

Lebih lanjut Oncan Poerba mengungkapkan dengan putusan banding tersebut berarti kliennya yang oleh PN Yogyakarta pada Kamis (17/12/2020) itu kembali menghirup udara bebas.

"Atas putusan Pengadilan Tinggi Yogyakarta  ini kami mewakili klien mengapresiasi, karena apa yang diperjuangkan untuk mencari kebenaran menemukan hasil," kata Oncan.

Kasus yang menyeret Agus Artadi-Yenny Indarto ini bermula dari kredit yang diajukan oleh Agus Artadi dan istrinya Yenny Indarto di Bank BPD Cabang Wates sebesar Rp2 miliar pada 27 September 2018. Namun karena kesulitan melunasinya, akhirnya tanah dan bangunan miliknya di Jalan Yogya Magelang No.14 Tegalrejo, Yogyakarta  yang menjadi agunan, dijual. Tanah dan bangunannya itu kemudian dibeli oleh pengusaha asal Jakarta Yulia  dan Gemawan Wahyadiyatmika sebesar Rp6,5 miliar.

Dari kesepakatan nilai jual Rp6,5 miliar, pembeli baru membayar Rp5 M dan sertifikat balik nama. Karena belum ada pelunasan, penjual tidak mau mengosongkan sehingga oleh pembeli dianggap memasuki pekarangan orang lain dan dilaporkan secara pidana.

Sedangkan pembeli, merasa telah melunasi dan bahkan telah terjadi balik nama hak atas tanah. Namun Agus Artadi-Yenny Indarto tidak segera meninggalkan rumah dan tanah yang dijualnya itu, sehingga dilaporkan ke polisi dan kemudian sampai ke pengadilan.

Oleh Jaksa Penuntut Umum, Agus Artadi dan istrinya Yenny Indarto dengan pasal 167 ayat 1 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP. Oncan menambahkan hal-hal yang menjadi pertimbangan hakim PT Yogyakarta memutus bebas yaitu bahwa kasus ini semestinya dibawah ke ranah perdata bukan ranah pidana. Pasalnya dalam kasus ini terbukti adanya wanprestasi yaitu belum lunasnya pembayaran.Fakta lainnya bahwa terdakwa yaitu Agus dan Yenny masih menempati objek yang diperkarakan karena belum adanya pelunasan, sehingga hal itu bukan merupakan ranah pidana.

"Putusan banding ini tidak dapat dimintakan upaya hukum baik Kasasi maupun Peninjauan Kembali, karena ancaman hukuman paling tinggi satu tahun. Artinya putusan ini membebaskan klien saya dari keputusan hukum," katanya.

baca juga: Empat Pelaku Premanisme di Bali Anggota Ormas Terkenal

Kedepan, Oncan mengatakan kliennya mengadakan musyawarah dan mengutamakan rasa kekeluargaan dalam menyelesaikan kekurangan bayar oleh pembeli Gemawan. 

"Jika nantinya menemui jalan buntu, kemungkinan terakhir adalah kliennya akan melaporkan balik pembeli ke kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik," pungkasnya. (OL-3)


 

Baca Juga

Ist

Kabupaten Paser, Kaltim Memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 13:11 WIB
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Kideco terus berupaya mendukung berbagai kebijakan pemerintah Indonesia yang berkaitan...
MI/Yose Hendra

Balimau di Masjid, Tradisi Silaturahim Ramadan di Agam

👤Yose Hendra 🕔Senin 12 April 2021, 11:52 WIB
Masyarakat Nagari Kampuang Pinang, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, gelar balimau dengan cara menjalin silaturahmi di masjid...
MI/Dok Humas Riau

Pariwisata Riau Kembali Bangkit

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Senin 12 April 2021, 11:38 WIB
Setelah terpuruk akibat covid-19, Pemprov Riau membangkitkan lagi sektor pariwisata  dengan meluncurkan Calendar of Event (CoE)...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya