Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
FENOMENA tanah bergerak di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat meluas. Bencana tak hanya berdampak bagi warga di Kampung Sindanglangu RT 5/11, tapi juga warga di Kampung Lemburwarung.
Berdasarkan pendataan, terdapat 90 kepala keluarga di dua kampung yang terdampak pergerakan tanah. Di Kampung Sindanglangu terdapat 75 kepala keluarga dan di Kampung Lemburwarung sebanyak 15 kepala keluarga.
"Di wilayah kami, dari 75 KK, sebanyak 21 KK rumahnya dalam kondisi rusak berat," kata pengurus RT Kampung Sindanglangu, Cecep Hermawan, Rabu (3/3).
Idealnya, kata Cecep, semua warga di Kampung Sindanglangu sebanyak 75 KK harus segera direlokasi. Pasalnya, amblesan tanah kondisinya sudah semakin parah. "Kalau di Kampung Lemburwarung ada 15 KK. Kondisinya sekarang terancam," jelasnya.
Warga pun dilanda was-was dengan kondisi pergerakan tanah yang dari waktu ke waktu terus melebar. "Sebagian memang sudah ada yang mengungsi. Warga khawatir kalau saat malam terjadi pergerakan. Makanya, warga minta segera direlokasi," tegasnya.
Saat ini amblesan tanah sudah mencapai kedalaman sekitar 20 meter. Rekahannya memanjang kisaran 2 kilometer. "Mahkota amblesan tanah itu ada di Kampung Sindanglangu Desa Batulawang hingga Desa Kampung Sukamakmur di Kabupaten Bogor," pungkasnya.
Fahru, 50, warga setempat, menjelaskan pergerakan tanah di kampungnya diawali pada 2014. Selanjutnya terjadi lagi pada 2017. "Sekarang (tahun ini) pergerakan tanah terjadi lagi. Kami berharap agar segera pindah karena takut terjadi longsor," jelas Fahru.
Pelaksana Tugas Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan kawasan permukiman di wilayah itu merupakan langganan pergerakan tanah. Setiap tahun tanahnya terus bergerak sehingga mengancam kehidupan masyarakat. (BK/OL-15)
INTENSITAS hujan tinggi menyebabkan pergerakan tanah yang melanda di Kampung Gunung Gagak, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, meluas.
SEBANYAK 353 warga di sejumlah dusun di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terpaksa mengungsi akibat rumah mereka mengalami kerusakan.
BENCANA tanah bergerak terjadi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kali ini, menimpa Desa Mendala, Kecamatan Sirampog. Akibat kejadian ini ratusan rumah rusak berat
Pergerakan tanah di Dusun Margamulya, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meluas dan menyebabkan 55 rumah rusak berat.
Pergerakan tanah yang terjadi sekarang ini menyebabkan banyak rumah mengalami kerusakan pada bagian dinding tembok, lantai rumah, jalan dan lingkungan terbelah.
Kerusakan rumah warga, paling banyak di bagian dinding tembok retak bertambah rusak.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, fasilitas yang rusak antara lain pintu gerbang bagian kanan. Kondisinya jebol setelah dirobohkan para pengunjuk rasa.
Siti, 42, misalnya, warga Kecamatan Pacet itu sengaja datang ke halaman kantor kecamatan untuk membeli beras.
Massa yang terdiri dari mahasiswa, ojek online, dan elemen masyarakat lainnya kemudian bergerak dengan berjalan kaki menuju ke Gedung DPRD.
Kegiatannya dilakukan untuk menekan inflasi dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di tengah fluktuasi harga yang akhir-akhir ini cenderung naik.
Potensi produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun ini selama periode Januari-Agustus meningkat dibanding tahun lalu
Pemerintah desa harus memutar otak agar ketersediaan produksi beras lokal bisa tetap terpenuhi. Caranya dengan mengoptimalkan pabrik penggilingan padi.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved