Senin 01 Maret 2021, 21:26 WIB

Proyek Kota Tanpa Kumuh Malang Ditargetkan Beres Akhir Maret

Bagus Suryo | Nusantara
Proyek Kota Tanpa Kumuh Malang Ditargetkan Beres Akhir Maret

MI/Bagus Suryo
Wisatawan berwisata di kawasan heritage Kayutangan, Kota Malang, Jawa Timur. Proyek senilai Rp23 miliar itu molor karena pandemi.

 

PEMBAGUNAN kampung Heritage Kayutangan Kota Malang, Jawa Timur, berkejaran dengan waktu kendati terhambat masa pandemi covid-19. Pengerjaan proyek dikebut menjadikan kawasan kampung tanpa kumuh segera kelar.

"Pelaksanaan kegiatan heritage di Kayutangan diperpanjang hingga akhir Maret untuk penyelesaian sisa pekerjaan," tegas Koordinator Kotaku Kementerian PUPR Arief Prasetyo, Senin (1/3).

Ia menjelaskan penyelesaian proyek yang menyisakan finishing seharusnya kelar awal Maret terpaksa mundur 30 hari kalender. Pasalnya pengerjaan sempat terhambat lantaran pemberlakuan pembatasan kegiatan selama masa pandemi.

Selain itu, lanjutnya, saat awal pengerjaan selama 2020 belum bisa sesuai skedul karena memasuki masa PSBB."Salah satu faktornya adalah adanya peralihan kegiatan penyelesaian di zona-zona yang dikarantina karena covid-19," katanya.

Saat ini pekerjaan dikebut agar sesuai tenggat menyelesaikan kegiatan akhir lantai overhange dan ornamen di gapura es Talun Kayutangan. Selain itu pekerja menyelesaikan tahap akhir pekerjaan saluran air, jalan rabat ampyang, paving, ruang terbuka hijau, ruang terbuka publik, jaringan proteksi kebakaran dan pekerjaan lainnya.

Semua pekerjaan itu dituntaskan akhir Maret atau awal April merambah sampai Kelurahan Polehan dan Kauman menjadikan kota ramah dikunjungi wisatawan. Proyek senilai Rp23 miliar itu menuntaskan pembangunan di kawasan permukiman RW 01, RW 09 dan RW 10 di Kayutangan termasuk menyelesaikan infrastruktur dasar berupa jalan lingkungan, saluran dan biofill di RW 04 Kelurahan Polehan.

Program kota tanpa kumuh bergulir sejak 2015 merambah 29 kelurahan dari 57 kampung di Kota Malang. Selama 2015-2019, luas permukiman kumuh di Kota Malang seluas 608,60 ha. Selama 2020 mampu menurunkan kawasan kumuh seluas 72,33 ha.

Menurut perhitungan Kementerian PUPR telah terjadi pengurangan kumuh sebesar 536,27 ha. Sedangkan 274,83 ha sisa luasan terduga kumuh saat ini akan diselesaikan selama periode 2020-2024.(OL-13)

Baca Juga

MI/Arnoldus Dhae

Bandara Ngurah Rai Bali akan Pasang 288 Unit Solar Panel System

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 23:32 WIB
Untuk tahap awal, PLTS berupa 288 unit solar panel system (photovoltaics) dengan kapasitas maksimal 155 kilo watt peak (kWp) akan dipasang...
ANTARA FOTO/Bayu Pratama

Kalsel Tetapkan Isu Prioritas Lingkungan Hidup

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 23:18 WIB
Bencana banjir dan pengelolaan sampah menjadi isu prioritas utama lingkungan hidup di...
Dok.Mi

Rem Blong, Bus Pariwisata Tabrak Kendaraan Hingga Rumah Warga dan Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia

👤Adi Kristiadi 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 23:15 WIB
Kejadian tersebut, menyebabkan rumah, sepeda motor, dan mobil mengalami kerusakan, hingga tiga orang meninggal dunia dan 23 orang lainnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya