Jumat 26 Februari 2021, 10:09 WIB

Kalsel Prioritaskan Penanganan Stunting

Denny Susanto | Nusantara
Kalsel Prioritaskan Penanganan Stunting

ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Petugas kader kesehatan desa menimbang balita di Posyandu Desa Danupayan, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020)

 

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan menjadikan penanganan stunting dan gizi buruk sebagai salah satu prioritas pembangunan bidang kependudukan. BKKBN akan menggelar Rakerda Bangga Kencana 2021 dan pendataan keluarga se Kalsel.

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, Jumat (26/2), mengatakan BKKBN memiliki peran strategis dalam pembangunan manusia Indonesia khususnya peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui pendekatan keluarga. 

"Salah masalah bidang kependudukan di Kalsel adalah stunting. Karena itu mendukung upaya BKKBN dalam penanganan stunting ini, melalui sinergi dengan program pemerintah pusat sehingga terencana dengan baik," katanya.

Secara nasional angka stunting pada 2020 sekitar 27,6 persen dan diharapkan pada 2024 menurun menjadi 14 persen. Adapun faktor penyebab Stunting di Indonesia adalah kurangnya pengetahuan ibu akan gizi dan pola asuh 1000 HPK, infeksi bayi secara berulang, terbatasnya layanan kesehatan dan sanitasi yang buruk.

Di Kalsel hingga 2018 berdasarkan data E-PPGBM angka stunting di Kalsel sebesar 22,2%, sedangkan dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 tercatat sebesar 33%. Angka stunting di Kalsel ditargetkan turun hingga 20 persen.

baca juga: Angka Stunting di Indonesia Masih Lebih Tinggi dari Toleransi WHO 

Kepala BKKBN Kalsel, Ramlan MA, sebelumnya memaparkan capaian kinerja dan perkembangan pembangunan kependudukan keluarga berencana di Kalsel. Ada tiga poin utama yang dilaporkan yakni rencana Rakerda Bangga Kencana 2021 di Banjarmasin, pendataan keluarga serta perkembangan penanganan stunting.

"Dalam waktu dekat kitab akan menggelar Rakerda Bangga Kencana 2021 se Kalsel dan pendataan keluarga yang akan dimulai pada 1 April hingga 31 Mei 2021 mendatang. Kami mohon dukungan dari pemerintah provinsi, kabupten/kota termasuk masyarakat dalam rangka kegiatan pendataan keluarga 2021 ini," ujar Ramlan.

BKKBN juga meminta dukungan penuh terhadap percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kampung KB. (OL-3)

Baca Juga

Ist

Kabupaten Paser, Kaltim Memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 13:11 WIB
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Kideco terus berupaya mendukung berbagai kebijakan pemerintah Indonesia yang berkaitan...
MI/Yose Hendra

Balimau di Masjid, Tradisi Silaturahim Ramadan di Agam

👤Yose Hendra 🕔Senin 12 April 2021, 11:52 WIB
Masyarakat Nagari Kampuang Pinang, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, gelar balimau dengan cara menjalin silaturahmi di masjid...
MI/Dok Humas Riau

Pariwisata Riau Kembali Bangkit

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Senin 12 April 2021, 11:38 WIB
Setelah terpuruk akibat covid-19, Pemprov Riau membangkitkan lagi sektor pariwisata  dengan meluncurkan Calendar of Event (CoE)...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya