Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK jalur alternatif Medan-Brastagi kembali mendapat dorongan dari Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi untuk segera diselesaikan. Pembangunan jalan yang melintasi Tuntungan-Kutalimbaru-Tandukbenua-Sembahe tersebut tersangkut masalah perizinan penggunaan lahan hutan lindung sepanjang lima kilometer.
"Kita membutuhkan izin penggunaan kawasan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," ungkap Edy, Kamis (25/2).
Mantan Pangkostrad itu menjelaskan, dirinya sudah memanggil Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan Bupati Karo Terkelin Brahmana sebagai dua kepala daerah yang wilayahnya dilintasi jalan alternatif tersebut.
Berdasarkan penjelasan dari keduanya, Edy mendapat laporan bahwa proyek pembangunan jalan sudah berjalan. Namun penyelesaian pembangunan akan menemui masalah karena hingga kini izin atau alih status penggunaan lahan hutan lindung sepanjang lima kilometer, belum keluar.
"Jadi kita perlu meminta izin KLHK untuk alih status, sehingga jalur ini semua terhubung. Saya akan menghadap Menteri Siti Nurbaya," ujar Edy.
Saat ini jalur yang sudah eksisting masih sepanjang 43 kilometer dan sisanya masih harus membuka lahan yang masuk kawasan hutan. Karena itu Edy akan mengajukan izin penggunaan atau alih status terhadap lahan tersebut sepanjang lima kilometer.
Dia tekankan, pembangunan jalan alternatif Medan-Brastagi menjadi salah satu prioritas karena Kabupaten Karo merupakan daerah penghasil buah dan sayur-mayur utama di Sumut. Karena itu, infrastruktur jalan yang menghubungkan daerah itu dengan Kota Medan, sebagai ibu kota provinsi, sangat perlu diperhatikan.
"Kabupaten Karo itu daerah sumber logistiknya Sumut, itu yang membuat masalah ini menjadi prioritas. Karo juga merupakan objek wisata favorit untuk Medan dan sekitarnya. Jalan alternatif ini merupakan proyek strategis," paparnya. (OL-15)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved