Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR melanda Kabupaten dan Kota Pekalongan belum terlihat tanda-tanda akan surut, ribuan warga masih bertahan di pengungsian, muncul wacana transmigrasi dan relokasi terhadap warga di daerah langganan banjir.
Pantauan Media Indonesia, Senin (22/2), hujan kembali mengguyur berbagai daerah di pantura Jawa Tengah, banjir di Kabupaten dan Kota Pekalongan semakin mengkhawatirkan karena air merendam sedikitnya 7 kecamatan yang tidak kunjung surut bahkan dikhawatirkan semakin meninggi dan meluas.
Baca juga: Pascabanjir, Warga Tegal Bersihkan Irigasi dan Tabur Ikan
Ribuan warga masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka masih terendam dengan ketinggian air 50-80 centimeter, meskipun bantuan terus mengalir namun harapan untuk kembali ke rumah semakin berat apalagi banjir merendam di daerah pesisir tersebut capai 1,5 meter.
Warga hidup mengandal pertanian juga hanta bisa pasrah, karena sebanyak 267 hektare sawah yaitu 57 hektare di Kecamatan Pekalongan Barat, 50 hektare di Kecamatan Utara, 73 hektare di Pekalongan Timur dan 88 hektare di Kecamatan Pekalongan Selatan terpaksa menunda musim tanam karena sawah terendam banjir.
"Banjir masih merendam ratusan hektare sawah, petani terpaksa menunda musim tanam yang seharusnya sudah mulai bulan ini," kata Kepala Seksi Produksi Pertanian Dinperpa Kota Pekalongan Muhammad Sobirin.
Karena banjir tidak kunjung surut dan menjadi langganan muncul wacana relokasi dan transmigrasi untuk warga korban banjir, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman didampingi Ketua Komisi E Abdul Hamid mengatakan program transmigrasi itu layak dijalankan, mengingat lokasi di sebagian besar daerah di Kota Pekalongan sudah tidak layak dihuni akibat banjir.
Transmigrasi merupakan salah satu mitigasi bencana banjir yang efektif, lanjut Sukirman, karena selain memberikan tempat yang baru, masyarakat juga mendapatkan lahan untuk bekerja.
"Di Pabean ataupun Pasirsari sudah lebih dari 20 hari ini terendam banjir, akibatnya banyak aktifitas dan perekonomian warga tersendat," ujarnya usai memantau lokasi dan memberikan bantuan kepada korban banjir Kota Pekalongan.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, secara terpisah kepada Media Indonesia, Senin (22/2), menyambut baik wacana transmigrasi untuk warga korban banjir terutama pada wilayah langganan banjir dan kondisinya kerusakan cukup berat, hal ini sebagai upaya menyelamatkan warga dan dapat memberikan harapan baru.
"Bagus juga wacana transmigrasi tersebut bagi warga di daerah langganan banjir, di sini yang penting harus ada pemahaman bersama," kata Ganjar Pranowo.
Sebelumnya, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatak pemerintahnya telah menyiapjan sekitar satu hektare lahan untuk relokasi warga di Dusun Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan karena dusun tersebut sudah tidak layak untuk dtempati akibat banjir air laut pasang (Rob).
"Dalam waktu dekat ini akan dibangun 70 rumah di lahan relokasi untuk warga dusun tersebut, karena selain langganan rob juga cukup berbahaya akibat abrasi," ungkap Asip Kholbihi. (OL-6)
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Permintaan modifikasi cuaca tersebut didasari kekhawatiran banjir akan meluas di empat kecamatan di Kota Pekalongan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Daop 4 Semarang masih membatalkan belasan perjalanan kereta api pada Senin (19/1).
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta membatalkan 11 perjalanan kereta api yang dijadwalkan berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir pada Senin.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Pasangan pengantin tetap menggelar resepsi meski banjir menggenangi lokasi acara akibat tingginya curah hujan di Pekalongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved