Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS Gunung Merapi saat ini masih pada status siaga atau level III. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memperpanjang status tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapi.
Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan aktivitas Gunung Merapi dari status waspada (level II) menjadi siaga pada 5 November 2020.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten, Sip Anwar, Kamis (18/2), mengatakan perpanjangan status tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapi tertuang dalam Keputusan Bupati Klaten No 360/26 Tahun 2021.
Dalam surat keputusan yang ditandatangani Bupati Sri Mulyani, disebutkan perpanjangan status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi selama 14 hari terhitung sejak 12 Februari sampai 25 Februari 2021.
"Perpanjangan status tanggap darurat letusan Gunung Merapi di Klaten, berdasarkan laporan perkembangan aktivitas gunung itu dari BPPTKG, bahwa sampai 11 Februari lalu masih pada status siaga," jelasnya.
Sekalipun pengungsi erupsi Gunung Merapi sudah pulang, BPBD Klaten masih mempertahankan posko di barak pengungsian Balai Desa Balerante dan Balai Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.
Posko di tempat pengungsian dipertahankan, menurut Sip Anwar, karena status Gunung Merapi belum diturunkan dari siaga menjadi waspada. Ini untuk kesiapsiagaan jika sewaktu-waktu terjadi eksplosif besar.
"Karena status Gunung Merapi masih siaga, kami minta warga di kawasan rawan bencana (KRB) III, yakni Desa Balerante, Tegalmulyo, dan Sidorejo tetap waspada untuk pengurangan risiko bencana," imbuhnya.
Menurut Kalak BPBD Klaten, tiga desa tersebut masuk KRB III Gunung Merapi. Karena, status gunung saat ini masih siaga, maka warga dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung. (OL-13)
Baca Juga: Potensi Bahaya Gunung Merapi Berubah
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Status tersebut menjadi langkah krusial guna menekan risiko banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang bisa saja terjadi saat intensitas hujan meningkat seperti saat ini.
Pemkot Pekanbaru resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tahun 2025, terhitung mulai 3 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.
Operasi dilakukan untuk menurunkan hujan di wilayah tidak terdampak, atau mencegah hujan di zona rawan bencana, menggunakan penyemaian NACL atau Calcium Oxide.
SETIDAKNYA 31 ribu personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Riau.
Kecamatan Ile Ape merupakan salah satu kawasan ring satu atau kawasan terdekat dari Gunung Api Ile Ape (Lewotolok).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) segera menetapkan status siaga bencana setelah Kabupaten Kolaka Timur dan Kota Kendari lebih dulu mengumumkan status siaga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved