Selasa 16 Februari 2021, 18:25 WIB

Klaster Ponpes Bermunculan di Boyolali Selama PPKM Mikro

Widjajadi | Nusantara
Klaster Ponpes Bermunculan di Boyolali Selama PPKM Mikro

MI/Widjajadi
Kadinkes Boyolali Ratri S Survivalina.

 

KLASTER pondok pesantren (ponpes) bermunculan di Boyolali saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro yang dimulai 9 Februari silam. "Sedikitnya ada 3 klaster ponpes dengan jumlah terpapar 84 orang," ungkap Kepala Dinkes Boyolali, dr. Ratri S Survivalina ketika dikonfirmasi, Selasa (16/2).

Di samping klaster ponpes, klaster keluarga juga masih mencuat, seperti kasus di Wonosegoro, dengan jumlah warga terpapar covid-19 mencapai 6 orang.

Beberapa Ponpes yang santrinya terkonfirmasi positif Covid-19 antara lain Ponpes Darul Abror di Kecamatan Karanggede yang menginfeksi 64 orang. Lalu Ponpes Al Madinah di Kecamatan Nogosari menyergap enam santri, dan Ponpes Al Idrus di Kecamatan Wonosamodro menginfeksi 14 santri.

Baca Juga: Ratusan Santri Pesantren di Kota Tasikmalaya dijemput Satgas Covid

Dinkes Kabupaten Boyolali terus berupaya menambah jumlah rumah sakit, agar penanganan pasien Covid-19 di wilayahnya. Dua RS yang dilibatkan menangani pasien covid adalah RS Hidayah di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo dan RS PKU Aisyiyah di Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali, dan tiga rumah sakit lainnya yang masih menunggu proses rekomendasi.

''Jadi khusus untuk perawatan kasus Covid-19 sekarang ini sudah ada beberapa rumah sakit swasta yang mulai merawat pasien-pasien dengan Covid-19. Dan itu sudah berproses untuk kita berikan izin supaya memenuhi standar pencegahan infeksi untuk Covid-19,'' imbuh Ratri.

Secara keseluruhan Kabupaten Boyolali tercatat sebanyak 5.166 dengan 309 dirawat di rumah sakit, 267 menjalani isolasi mandiri. Selanjutnya selesai isolasi 4.451, dan meninggal 139.

Dengan data tersebut, kondisi di Kabupaten Boyolali untuk persentase kesembuhan sebesar 86,2%, sedangkan persentase kematian ada 2,7%. Skoring indeks 1,96, masuk zona sedang atau zona orange.

Sementara Camat Karanggede, Ari Wahyu Prabowo mengatakan dua orang pimpinan Ponpes Darul Abror melakukan perjalanan luar daerah beberapa waktu yang lalu. Setelah itu keduanya pondok merasakan gejala mirip Covid-19 dan diarahkan untuk melakukan tes rapid antigen.

''Hasil swab antigen, keduanya positif akhirnya kami kembangkan menjadi swab PCR. Bukan hanya dua yang terkonfirmasi positif dari hasil swab namun kita kembangkan kepada ustadz maupun santri yang kontak erat,'' terangnya.

Pada gelombang pertama swab PCR, sebanyak 30 orang terkonfirmasi positif. Kemudian dilanjutkan dengan swab PCR gelombang kedua yang 34 orang dinyatakan positif Covid-19. Sehingga total terkonfirmasi dari Ponpes Darul Abror berjumlah 64 orang. (WJ/OL-10)

Baca Juga

dok.mi

Pemkab Tasikmalaya Belum Izinkan Sekolah Laksanakan PTM

👤Adi Kristiadi 🕔Jumat 30 Juli 2021, 11:00 WIB
DINAS Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Tasikmalaya belum mengizinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah untuk semua...
MI/M Irfan

Di DIY, Luhut Beberkan Cuma 6,1% Pasien Covid-19 Dirawat di RS

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 30 Juli 2021, 10:52 WIB
"Padahal secara umum bisa mencapai sampai 20% pasien yang butuh dirawat di rumah sakit, sehingga situasi yang terjadi di DIY bisa...
Ist

Klinik Asiki Bantu Kendalikan Kasus Malaria di Indonesia Timur

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Juli 2021, 10:40 WIB
Klinik Asiki mencatat, sejak 2010 hingga kini sudah lebih dari 15.000 lembar kelambu yang dibagikan ke masyarakat di sekitar Boven...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya