Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA SatPol PP Kabupaten Badung, Bali, I Gusti Agung Ketut Suryanegara, mengatakan, hingga saat ini, pelanggar protokol kesehatan terbanyak di Kabupaten Badung masih didominasi oleh orang asing atau bule.
Suryanegara mengaku jika pelanggar terbanyak mulai dari awal pandemi berlangsung hingga saat ini untuk wilayah Kabupaten Badung masih didominasi warga Asing.
"Itu pun petugas kami temukan hanya di saat sidak saja. Sidak hanya dilakukan di beberapa titik dan tidak setiap hari. Semua pelanggar prokes itu bule. Kebanyakan berada di wilayah Kecamatan Kuta Utara seperti di Pantai Brawa, Canggu, Pantai Perancak, Petitenget dan sebagainya," ujarnya, Senin (15/2).
Itu pun tidak semua titik disidak. Sebab, bila disidak semua, maka jumlah pelanggar bule akan lebih banyak lagi. Menurutnya, bila diprosentasikan, maka lebih dari 90% pelanggar prokes di Badung itu adalah orang asing.
Sementara warga lokal justru tidak banyak melakukan pelanggaran. Kemudian saat dijelaskan dan sosialisasi, malah warga asing yang memiliki banyak alasan dan terkesan melawan dibanding orang lokal.
Sejak awal pendemi total warga asing yang ditindak dan sampai membayar denda sebanyak 493 orang. Sisanya hanya dihukum atau sanksi langsung di lokasi. Kemudian, saat PPKM pertama jumlah yang ditindak hingga membayar denda sebanyak 350 orang. Masih ada ratusan lainnya yang hanya ditegur simpatik, disanksi sosial di lokasi, bahkan ada yang oleh petugas dikenakan masker dan berbagai pendekatan lainnya.
Baca juga: Kapolres Badung Minta Insan Pers tidak Terjebak Hoaks
Sementara saat pemberlakuan PPKM Mikro seperti sekarang ini, jumlah pelanggar terus menurun.
"Kami lihat, saat PPKM Mikro berbasis desa jumlahnya terus menurun. Jumlah yang didenda hanya 200 orang, berikutnya hanya 130 orang, dan sampai hari ini baru 23 orang. Sekali lagi ini jumlah yang membayar denda. Artinya pelanggaran serius, dijelaskan malah melawan. Sebab banyak juga yang melanggar namun dijelaskan mereka taat," tuturnya.
Suryanegara melihat di PPKM Mikro ini lebih efektif. Masing-masing desa dan kelurahan menjaga wilayahnya masing-masing sesuai dengan regulasi yang ada.
"Kami dari SatPol PP sifatnya hanya memback-up atau penebalan personel bilamana terjadi kekosongan atau kekurangan personel," ucapnya.
Pengamanan dan penegakan prokes diketahui lebih efektif berbasis desa.(OL-5)
KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) kembali menegaskan pentingnya penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) di tempat wisata.
Dalam menghadapi ancaman Covid-19 ini, Pemko Banjarmasin mulai melakukan mitigasi dengan melibatkan semua sektor.
KETUA Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene menilai lonjakan kasus covid-19 saat ini harus menjadi peringatan penting bagi pemerintah dan masyarakat.
KEPALA Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, mengimbau masyarakat Indonesia untuk kembali menerapkan protolol hidup sehat menyusul lonjakan kasus Covid-19
Sejulah atlet yang berkompetisi di Olimpiade Paris 2024 terjangkit Covid-19. Terbaru, perenang Inggris Adam Peaty dinyatakan positif setelah lima atlet polo air Australia.
Janji kampanye Ganjar terkait 1 nakes 1 desa dianggap tidak cukup penuhi kebutuhan layanan kesehatan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved