Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/2/2021) memulangkan 1066 jiwa pengungsi asal desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur. Para pengungsi asal Desa Jontona itu sudah berada di pengungsian selama 4 bulan atau sejak erupsi dahsyat Gunung Ile Lewotolok, Minggu 29 November 2020 lalu.
Plh Sekda Kabupaten Lembata, Kedang Paulus dalam konferensi Persnya di pusat pengungsian, bekas rumah jabatan Bupati Lembata, Selasa (9/2/2021), mengatakan, Pemulangan pengungsi asal Desa Jontona berdasarkan surat dari badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, No:58.Lap/GK.05/BGV/2021. Meski berstatus Siaga atau Level III, tetapi radius ancaman menurun dari 4 Km menjadi 3 Km.
Meski diperbolehkan pulang, Pemda Lembata menghimbau warga untuk tetap mewaspadai ancaman awan panas dan erupsi yang dapat sesewaktu terjadi. Pemulangan para pengungsi itu di fasilitasi Pemerintah Kabupaten Lembata.
Disambut petinggi Kampung Adat
Pemulangan para pengungsi asal Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, disambut Bele (pembesar kampung dalam pranata adat) dan Raya (penguasa adat). Penyambutan para pengungsi di Desa Jontona, dilaksanakan dalam ritual adat penjemputan.
Setibanya di kampung halaman, para pengungsi tersebut diserahkan Camat Ile Ape Timur, Nikolaus Watun kepada Bele Lewuhala (pembesar kampung dalam pranata adat), Marselinus Tuan Soromaking dan Elias Kaluli Making kemudian di serahkan kepada Raya (raja-dalam pranata adat-red), Matheus Kiwan. Setelah menjalani ritual Keru Baki, para pengugsi itu dapat Kembali ke rumahnya masing-masing.
Hadir dalam ritual adat penjemputan, Camat Ile Ape Timur, Nikolaus Watun dan beberapa pejabat Kabupaten, aparat TNI/Polri yang ikut menghantar warga Jontona dari pusat pengungsian kembali ke kampung halaman mereka.
Matheus Kiwan, pemangku adat kampung adat Lewuhala, mewakili Bele Raya (petinggi kampung-red) dan seluruh warga Desa Jontona, menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah dan semua donatur dan pemerhati yang telah mencurahkan perhatian, pikiran dan tenaga serta bantuan materi kepada warga Jontona selama berada di pengungsian.
"Kami bersyukur ada pemerintah dan semua pihak yang mencurahkan perhatian dan bantuan selama masa pengungsian. Untuk itu, bersama seluruh warga Jontona kami sampaikan terimakasih buat pemerintah pada semua tingkatan, para donatur dan semua penjasa. Kita berharap,situasi ini terus membaik, agar warga bisa kembali bekerja sebagaimana biasa," ujar Matheus Kiwan.
Disaksikan media ini, Bele Lewuhala (petinggi-dalam pranata adat), Marselinus Tuan Soromaking dan Elias Kaluli Making, menerima penyerahan pengungsi oleh Camat Ile Ape Timur, Nikolaus Watun.
Penyerahan dilaksanakan di pintu masuk aula Desa Jontona.
Sebelum mengajak masuk warga pengungsi untuk dipertemukan dengan Raya Lewuhala, Matheus Kiwan, terlebih dahulu dilakukan ritual tolak bala oleh Molan (dukun), Yakobus Asan.
Selanjutnya Bele mengajak warga masuk ke aula untuk dipertemukan dengan raya yang menanti di sudut kanan aula desa.
Camat Ile Ape Timur, Nikolaus Watun mewakili pemerintah saat menyerahkan warga kepada Bele Lewuhala, mengatakan, sepanjang dalam masa pengungsian, warga dibawah tanggungjawab pemerintah. Kendati situasi belum sepenuhnya membaik, pemerintah membolehkan warga untuk kembali ke kampung halamannya.
Camat juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Bele Raya Lewuhala dan semua pihak yang ikut membantu warga selama masa tanggap darurat bencana berlangsung.
Dia berharap, kondisi gunung terus membaik agar warga bisa beraktifitas sebagaimana biasanya.
Ritual adat penjemputan warga pengungsi diakhiri dengan percikan Keru Baki (air berkat), kepada warga pengungsi. (PT/OL-10)
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved